Bercerita tentang Dian cewek SMA yang di panggil Datar oleh cowok yang dia suka.
Bermula dari ,
*sabuk pengaman yang lepas,
*ledekan yang tiada habisnya,
*bantuan konyol,
*suka,
*cemburu,
*salah paham,
*Jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dionesia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berakhir
Keesokan malamnya sepulang ibadah sore Rifki tidak sengaja melihat Denis yang mengenakan kemeja kotak-kotak lengan panjang keluar dari gereja yang sama dengannya.
"Denis." gumam Rifki mengernyit
Denis naik keatas motor dan pergi meninggalkan parkir membuat Rifki mengikutinya dari belakang
"Vroom!,Vroom...." suara motor
Sampai di depan Best Cafe Denis berhenti dan memarkirkan motornya. Disaat bersamaan Rifki berhenti di seberang jalan cafe dan memperhatikan gerak-gerik Denis dari atas motornya.
Denis duduk sendiri didalam cafe dan meletakkan handphonenya diatas meja lalu memandang lurus keluar dengan tatapan tajam seolah akan menembus dinding kaca.
"Dia lagi nunggu siapa?" tanya Rifki
"Dret!,Dret!,Dret..." suara getaran handphone
Satu pesan masuk membuat Denis sicowok dengan wajah ganteng dan kulit putih bersih itu melirik pada handphone yang terletak diatas meja.
"Denis,Kamu tinggal dimana sekarang? kenapa tidak mengangkat panggilan? apa kamu sudah makan?" pesan dari nomor tidak dikenal
Setelah membaca pesan Denis langsung menonaktifkan handphone dan memasukkannya kedalam kantong celananya dengan raut wajah kecewa.
"Apa ada cewek cantik yang membatalkan janji dengan siplayboy kita?" tanya Rifki menyeringai melihat ekspresi Denis
Lalu mata Rifki beralih pada cewek yang masuk ke cafe.
"Punggungnya terlihat familiar." gumam Rifki melihat cewek dengan balutan atasan polos yang memperlihatkan semua lengannya dan rok motif bunga diatas lutut dengan rambut yang terurai berjalan ke arah Denis yang duduk membelakangi kedatangannya.
"Hai Denis." sapa cewek itu berdiri disamping Denis tepat menghadap pada Rifki yang berdiri di luar
"NINA!" ucap Rifki mengepal tanganya menahan kesal
"Kamu! Ngapain kamu disini?" Tanya Denis mengernyit melihat kehadiran Nina disampingnya
"Kenapa sih ini cowok dari dulu sampai sekarang gak pernah berubah? Selalu saja lihat aku itu pakai tampang jijik segala. Emang dia pikir aku kotoran apa?Kalau bukan kamu ganteng dan populer siapa juga yang mau ngekorin kamu sampai malam begini." gumam Nina dalam hati
"Dimana-mana kalau orang nanya tuh dijawab bukan malah bengong." ucap Denis melampiaskan kekesalan dalam hatinya ke Nina
"Oh,Kebetulan aku mau ke cafe ini.Eh malah ketemu kamu disini. Kamu tahu gak itu artinya apa." ucap Nina menarik kursi dan duduk di meja yang sama dengan Denis
"Apa?" tanya Denis mengernyit
"Itu artinya kita berjodoh." jawab Nina duduk menyilangkan kakinya dan melambaikan tangan memanggil pelayan
"Jodoh kepalamu. Siapa juga yang mau berjodoh sama cewek kayak kamu." gumam Denis dalam hati
"Kalau begitu Aku dan kakak cantik ini berjodoh juga dong ya?" ucap Denis tersenyum memperlihatkan lesung pipi yang ada diwajah pada pelayan cewek yang datang
"Emang boleh?" tanya pelayan itu dengan wajah merona melihat senyum yang dihiasi lesung pipi yang cukup dalam dikedua pipi Denis
"Sadar dirilah Kamu itu cuma pelayan yang punya wajah juga masih dibawah standar. Mending kamu bawakan pesanan kita." semprot Nina
"Baik." ucap pelayan itu menunggu keduannya memilih pesanan
"Pelayan ya pelayan aja. Gak usah mimpi jadi Nyonya." ejek Nina memberikan kertas berisikan pesanan Dia dan Denis
"Aduh mimpi apa aku semalam sampai bisa makan bareng dengan ini cewek." gumam Denis dalam hati sambil menggelengkan kepalanya melihat sikap Nina
Setelah menikmati hidangan Denis melirik kecil pada Nina yang kebanyakan memperhatikannya
"Ini cewek pasti ada maunya sampai ngekorin aku sampai kesini. kalau diingat lagi sudah setahun dia gak begini lagi." gumam Denis dalam hati dan menarik tissue melap bibirnya yang memerah karna kepedasan
"Tumben kamu sendirian. Kevin eh,Rifki kemana?" tanya Denis menyindir Nina
"Aku kurang tahu tuh." jawab Nina ketus
"Sebenarnya cowok kamu itu Rifki?Kevin?atau dua-duanya?"
"Bukan dua-duanya." jawab Nina memperhatikan Denis yang mengigit bibir bawahnya yang semakin memerah menahan rasa pedas
"Bukannya Rifki pacaran sama cewek ini. Apa mereka sudah putus?" gumam Denis dalam hati
"Oh begitu." ucap Denis
"cewek-cewek kamu pada kemana?" tanya Nina yang sekarang balik menyindir Denis yang terkenal playboy
"Sudah aku putusin semua." jawab Denis
"Kamu pikir aku bakal percaya."
"Itu terserah kamu mau percaya atau tidak. Sudahlah aku mau balik. kamu bayar makannya ya." ucap Denis berdiri dari kursinya
"Hah?!Kamu benaran sudah mau pulang?"
"Ya iyalah."
"Aku ikut. Bolehkan?"
"Emang kamu kesini bukan bareng supir?"
"Enggak."
"Jangan bilang dia mau ninggalin aku. Dasar Playboy sialan." gumam Nina dalam hati menahan kesal
"Yaudah kamu bayar dulu gih. Aku tunggu didepan. Gak pakai lama." ucap Denis
"Hm,kayaknya si Nina ini bisa aku manfaatin deh lain kali. Itu pun kalau dia masih dekatin aku lagi." gumam Denis dalam hati berjalan keluar cafe
Setelah meninggalkan kasir Nina menghampiri Denis yang sudah menunggunya di parkir. Di saat bersamaan Rifki berjalan mendekat kearah mereka.
"Oh ya kamu pulang mau aku an--"
"Aku yang antardia pulang." ucap Rifki memotong ucapan Denis
"Rifki!" ucap Nina terkejut melihat keberadaan Rifki yang tiba-tiba muncul diantara mereka
"Hai,Ki! Kebetulan banget kamu ada disini. Kalau begitu aku cabut duluan ya." ucap Denis pamit dari keduannya
"Bukan aku Ki.Cewek kamu tuh yang kegenitan. itu pun kalau dia masih cewek kamu sih." gumam Denis dalam hati melirik tatapan tajam Rifki padanya
"Vroom!,Vroom..." suara motor Denis pergi meninggalkan keduanya
"Buat apa kamu datang kesini?" Tanya Nina
"Buat antar kamu pulang."
"Aku bisa pulang sendiri."
"Aku pacar kamu. Jadi aku akan antar kamu pulang." ucap Rifki
"Pacar?? Rifki,apa ucapankusebelumnya belum jelas."
"Yang mana?"
"Kita putus."
"Oh Jadi karna itu kamu suka nempel sama Kevin dan sekarang jalan sama Denis."
"Menempel kamu bilang?Asal kamu tahu ya sebelum kamu ada Kevin sudah lebih dulu menempel padaku. Begitu juga dengan Denis."
"Dan sekarang kamu memungutnya kembali.Begitu?" sindir Rifki
"Bukan. Dia sendiri yang selalu datang. Lagian Kevin itu hanya jembatan aku untuk mencapai Denis." ucap Nina
"Sama seperti aku menggunakan Kevin untuk mendapatkanmu dulu Rifki. Kamunya aja yang gak nyadar." gumam Nina dalam hati
"Apa?"
"Karna kamu sudah melihatnya. Maka alangkah baiknya aku menberitahumu lebih awal bahwa aku dan Denis lagi pdkt. ini akan sangat baik untuk kamu yang sudah berpisah denganku. Jadi, kamu sudah bisa mempersiapkan hati kalau-kalau kabar jadian kami terdengar." ucap Nina
"Apa kamu benaran ingin putus?"
"Iya dan sebenarnya Kita memang sudah putus Rifki. Dan itu semua karna kamu. Kamu tiba-tiba mengabaikanku. Menghilang tanpa jejak. Setelah itu kamu muncul dengan membuat namamu buruk disekolah."
"Nina,Aku minta maaf. Kita bi--"
"Stop!Aku tidak mau mendengar penjelasan apapun lagi dari kamu." ucap Nina memotong ucapan Rifki
"Tapi Nin. Kamu tahukan Denis itu cow---"
"Sudahlah Rifki. Kamu tidak usah memberitahu aku siapa Denis. Semua orang disekolah sudah tahu bahwa aku tidak ada hubungan apapun lagi denganmu. Jadi lain kali jangan pernah mencari atau menemuiku seperti malam ini." ucap Nina berbalik badan membelakangi Rifki
"NINA!" panggil Rifki membuat Nina menghentikan langkahnya
"Berhenti memanggil namaku dengan lancang. Bagaimanapun kamu tidak boleh lupa kalau Aku masih seniormu di sekolah."Ucap Nina. "Dan kita sudah berakhir." tambah Nina pergi meninggalkan Rifki yang mengepal tangannya menahan amarah yang membara dalam dirinya.
#Datar
#HappyTeens
cerita dian sama rifki ini benar-benar penyegaran bagi aku.
aku juga uda baca novel "Bukan suami pengganti" novel aksi yng bagus.... dan smpai sekarang nunggu up keduanya.
aku tunggu selalu lanjutan karya ini 😊😊 sehat sehat y author
knp blum hadir?? bukankah kita dh janjian... bwt ketemu lg secepatnya... di sini???
lm
lama nian tak jua kembali. ... rindu hadirmu...
knp sih kmu itu lola???
cepet lanjut yak,,,
ceritamu bikin mood booster bagiku,, like, like, like
yg bnyk dong thor upnya.... biar revisinya sekalian.... 😅😇
kangen tau sm mrk yg dh alpa bbrp hr... rasanya dh setahun gk jumpa... rindu berat... 😘😘😘😛😛