NovelToon NovelToon
Rayu Candu

Rayu Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak
Popularitas:234.6k
Nilai: 5
Nama Author: Armalik King

#Mature conten
#Harap bijak memilih bacaan
# Isi mengandung unsur 18+

Sebuah rayuan, bisa membuat seseorang terjebak dalam pusara angan-angan yang indah, melebihi logikanya tanpa sadar.

Disinilah kisah sang tokoh utama bermula. Elena tanpa sadar mulai masuk kedalam bujuk rayu yang akan mengubah hidupnya.

Bagaimana kelanjutan kisahnya?

Jangan lupa, untuk menekan tap Love, like serta komentnya ya, Terima kasih telah membaca.

Find me on IG @Armalik King
Facebook @Armalik King

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armalik King, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu tak diundang

Jarum jam menunjukkan pukul 10 pagi. Ketika itu Lucy masih terdiam berjongkok dengan menunduk, kedalam sebuah lubang bercahaya terang di bawahnya. Lucy berpikir untuk turun saja, karena Elena baik-baik saja di dalam sana. Perlahan, Lucy pun menurunkan salah satu kakinya ke bawah. Ia menginjak sesuatu disana. Lantas, bergegas badannya ikut masuk untuk melihat benda apa yang ia injak itu?

“Ah, ternyata sebuah tangga!” ucapnya lega dengan bergerak masuk perlahan. Kaki Lucy melangkah turun. Hingga tangga itu pun berakhir dibawah sana. Ia mulai mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan tersebut. Terlihat banyak sekali rak buku dan disudut lain, terdapat rak penyimpanan minuman wine. Lucy pun berjalan melihat-lihat ruangan itu. Ia melijat Elena tengah berdiri di depan lemari yang berada di balik rak buku.

“Wah, luas juga ruangan di sini!?” ucap Lucy yang berjalan menghampiri Elena.

“Ya, kau tak akan pernah tahu apa yang di sembunyikan dsini,” jawab Elena dengan nada datarnya.

“Ah, kau benar... jadi rahasia apa yang tersembunyi disini?” tanya Lucy dengan wajah penuh harap.

Elena mengambil sebuah buku besar dari sana. Tetapi, lebih tepatnya itu adalah sebuah album foto. Lucy yang berdiri disamping Elena mulai menoleh kearah lemari dan memandang isi dalamnya. “Wah, disini terdapat banyak sekali barang? Terdapat foto, pakaian,  terdapat banyak sekali barang di dalamnya...,”

Elena mengambil sebuah surat didalam album itu. Terlihat sirat itu sudah lama. Karena kertas dari surat itu berubah warna menjadi kekuningan yang asalnya putih. “Apa semua yang disini adalah, barang penting kenangan orangtua mu?” tanya Lucy kembali yang begitu penasaran.

Elena mengangguk pelan. Ia mantap surat itu dengan wajah seriusnya. Lucy hanya melirik surat yang di pegang Elena. Terlihat sekilas sebuah tanda dengan simbol kerajaan, berukiran besar dipojok paling atas pada surat tersebut. “Astaga! Apa ini surat dari kerajaan?” tanya Lucy yang menatap kearah surat itu dengan serius.

Lucy membaca surat itu, dengan berdiri di samping Elena yang sedang duduk di kursi kayu berbentuk bulat. Seketika Elena terlihat berkaca-kaca. Saat ini tubuhnya lemas ketika hendak membaca surat itu. “Ya Tuhan! Mengapa mereka bersikukuh untuk membawamu kembali?” tanya Lucy yang menoleh kearah Elena.

Melihat Elena yang hendak menangis, Lucy pun bergegas memeluk sang sahabatnya itu. “Tuan putri... jika kau ingin menangis, ya menangislah! Aku akan selalu berada di sisimu, untuk membantu.”

Seketika air matanya menetes. Elena menangis dipelukan Lucy. Sang sahabat mengelus rambutnya tanpa berkata apa pun. Beberapa menit kemudian, Elena pun melepaskan pelukannya itu. Ia menyeka air matanya dengan telapak tangan. “Apa kau lebih baik sekarang?” tanya Lucy yang kembali cerewet dan banyak bicara. Elena hanya mengangguk dan bangkit berdiri untuk menyimpan surat itu kembali, kedalam album foto besar di rak.

“Seharusnya jika kau tak ingin, Kau bilang saja! Dan katakan bahwa kau tak mau untuk di atur!” tutur Lucy dengan berdiri dan membuka telapak tangan dan memoyangkannya ke kiri dan ke kanan, seolah berkata tidak.

“Aku harus bagimana menurutmu? Jika sesederhana itu, sudah dari dulu orang tuaku menyampaikan keluhannya itu! Yang paling membuatku bingung, mengapa semua terjadi begitu beruntun? Semua masalah yang datang padaku seolah hukuman untukku,” ucap Elena dengan raut wajah sedih.

“Coba kita pikirkan lagi! Pasti ada cara agar kau tak kembali dan tinggal di kerajaan!?” ungkap Lucy yang memegang bubur dan matanya menatap kearah langit-langit, ia sedang berpikir keras saat ini.

“Ah... bagaimana pun caranya, tak ada hal yang bisa membuat ku bebas! Tetap saja, kerajaan menyuruh ku kembali... Aku yakin, ada hal yang harus mereka tangani melibatkan diriku! Pastinya itu pun menyangkut ayahku,” ujar Elena dengan mengambil beberapa barang lainnya dari dalam lemari. Lucy mengangguk setuju dengan ucapan Elena.

Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel yang mengagetkan keduanya. Suara itu berasal dari ponsel milik Elena. Ia bergegas meraihnya dari dalam saku pakaian terusan roknya. Elena terkesiap melihat kontak di layar ponselnya itu. Ternyata ia adalah bi Ruby, sang pelayan pribadinya. “Ya, bi?” tanya Elena yang bergegas menjawab panggilan tersebut.

Entah apa yang Elena bicarakan, Lucy hanya bisa mencuri dengar bahwa seseorang datang. Elena pun menutup panggilan itu dan bergegas bangkit berdiri dari kursi kayu. Ia berjalan dan menyuruh Lucy untuk pergi serta. “Apa seseorang datang? Siapa? Apa dia dari kerajaan?” tanya Lucy yang berjalan cepat agar ia bisa menyusul Elena.

Mereka pun bergegas keluar dari sana. Dengan langkah tergesa Elena bergegas masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang. Setibanya didalam, terlihat bibi Ruby yang tengah berdiri menunggu kedatangan Elena. Raut wajah sang bibi terlihat gelisah. Elena menghampirinya, “Ada apa? Apa terjadi hal yang mengejutkan?” tanya Elena dengan wajah khawatir.

“Nona, persiapkan diri anda. Karena perwakilan direksi datang kesini! Jadi apa pun yang terjadi, Bibi harap nona bisa tenang dan berpikiran jernih!” ucap sang bibi dengan suar pelan pada Elena.

Elena mengangguk dan berjalan dengan tenang menuju ruangan depan di mana ruang tamu berada. Elena berjalan di depan dan diikuti oleh Lucy serta sang bibi di belakang. Elena berjalan menuju ke arah pintu yang terbuka. Terlihat tiga orang yang sedang duduk rapi di sofa panjang. Dan di sofa lainnya yaitu sang paman, Elena. Empat orang pria tengah menatap ke arah Elena yang menyapa mereka semua setiba di ambang pintu masuk. “Selamat, siang! Maaf membuat anda semua menunggu,” ucap Elena dengan wajah anggunnya.

“Tak apa nona... maaf, kami kemari tanpa memberi kabar terlebih dahulu,” ucap salah seorang pria yang berpakaian jas formal rapi lengkap dengan sebuah kaca mata yang menghiasi wajahnya.

Akhirnya, Elena pun duduk dengan sopan di seberang meja. Ia bertatapan langsung dengan ketiga pria yang tak di kenalnya dan sang paman duduk di sofa di samping kirinya yang terpisah. Pria berkacamata itu berbicara mengenai kekosongan jabatan dari presiden direktur. Karena Xander tak dapat di hubungi jadi mereka harus menanyakan langsung padanya. Karena Elena adalah pewaris tunggal perusahaan yang di bangun sang ayah, Leonard.

“Jadi, kami kesini untuk mendiskusikan mengenai kekosongan kursi tersebut Karena bagaimana pun, perusahaan tak bisa bergerak dengan sendirinya tanpa adanya seorang pemimpin, benar?” tutur sang pria berkacamata yang memperkenalkan dirinya sebagai direktur yang bekerja sama dengan perusahaan sang ayah.

“Sialann, aku lupa mengenai ini... si bengseek Xander itu hilang dan semua hak warisku sudah diberikan padanya,” batin Elena dengan hanya menunduk menatap sebuah berkas yang di berikan pria berkacamata itu. Wajahnya terlihat begitu serius memikirkan semuanya. “Apa? Bagaimana aku harus menyelesaikan ini?” batin Elena yang kembali berkemelut  dihatinya.

 

To be continue...

1
acthur2u🔥
lanjytin tur GK BLH pingsan dulu
acthur2u🔥
sip lanjt lagi
acthur2u🔥
lanjut bosq
Thenten
Hai kak Salam dari Menikahi Mafia Kejam ya. Aku udah Fav cerita kkak tolong Fav balik ya. Terimakasih ❤
Katarina Sutirah
lanjut
ste4v7💂
up banyak2 tor
miknik👾r*b*t
ckckck aku prihatin
miknik👾r*b*t
oh, ternyata
miknik👾r*b*t
nah mesti di basmi hama itu
miknik👾r*b*t
hmm, sepertiny
miknik👾r*b*t
goshting
miknik👾r*b*t
update plis
miknik👾r*b*t
n3xt
miknik👾r*b*t
lagi lagi terus
miknik👾r*b*t
lagi up banyak
miknik👾r*b*t
woow
miknik👾r*b*t
begitu kah?
miknik👾r*b*t
up lagi
miknik👾r*b*t
ok fine
miknik👾r*b*t
lanjtkan lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!