menceritakan tentang gadis kaya mencintai bodyguard nya,namun sang bodyguard punya rahasia yang tidak di ketahui keluarga sang gadis,mari sama-sama kita ikuti alur cerita nya sampai ending.
bila ada salah kata dalam penulisan,penyusunan kata,tolong kasih saran ya reader.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cutewizzhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AGNES KECEWA
bulan pun berlalu,tapi Agnes masih betah dengan duka nya yang telah kehilangan kedua orang tua nya,Agnes tidak menyangka bisa secepat ini orang tua nya meninggalkan dia di dunia panah ini.
Harta memang tidak akan habis untuk seorang Agnes,tapi tanpa kehadiran orang tua apalah arti nya harta berlimpah.
Di ranjang indah nan mega,Agnes duduk sendiri meratapi hidup nya,dia tidak punya saudara dekat dari kedua orang tua nya,karena orang tua Agnes anak tunggal.dia punya banyak asisten rumah tangga dan orang baik kepercayaan ayah nya,yang selalu berusaha menghibur Agnes tiap hari,tapi tetap tak terlalu bisa membuat Agnes ceria seperti dulu.
Seorang Panji yang dulu nya selalu menemani Agnes,kadang tak nampak di rumah mega Agnes,jika bertemu oun Panji sekedar menemani nya sekali-kali saja.
Tapi Agnes juga tak berniat untuk mencari pengganti Panji,walaupun sekarang Panji lebih dingin dari sikap nya yang dulu,Agnes pun tak lagi bersikap Agresif seperti dulu lagi.
Sa'at Agnes melamun tiba-tiba terdengar suara ketokan Pintu Agnes.
Hanya mengetuk tanpa suara dari orang tersebut.
"Tok... tok...tok..."
Agnes sedikit kaget dengan ketukan itu,tapi ketokan itu tetap berlanjut,sampai Agnes menyuruh orang tersebut masuk
"Masuk" ucap Agnes,Pintu tun terbuka dan muncullah orang yang selama ini Agnes harap kan untuk menjenguk nya ke kamar.
"Panji"dengan sedikit senyum terukir di wajah Agnes.
Agnes melihat Panji membawakan makanan untuk nya dengan tampang kaku nya,malah lebih kaku dan dingin dari biasa nya,tanpa membalas sedikit pun senyum atau kata-kata Agnes.
Panji mendekat ke arah dan meletakkan makanan di atas meja dekat ranjang Agnes.
"Trimaksih Panji...sudah mau membawa ku makanan,aku sangat senang" ucap Agnes semakin ingin mengajak Panji berbicara.
"Gue hanya di paksa oleh orang-orang kepercayaan Papa loe untuk mengantar makanan ini,karna loe sepertinya sudah tidak sanggup lagi melangkah kan kaki hanya sekedar mengisi perut,hanya gara-gara orang tua itu" Ucap Panji tak berperasaan,sambil kembali melangkahkan kakai nya keluar dari kamar Agnes tanpa menoleh kepada Agnes.
"Duarrr.." Bagai di sambar petir,kata-kata Panji sungguh sangat menyakit kan bagi hati Agnes.
Air mata Agnes langsung menetes mendengar kata-kata Panji itu.
"Panji..!!!!
Apa maksud mu berkata seperti itu,??apa kamu anggap orang tua ku baik-baik saja,.Hahh...,??
Kenapa kamu begitu tidak berprasaan Panji...
aku sedang berduka,orang tua meninggal kecelakaan,apa kamu anggap itu hal biasa??"Teriak Agnes sambil terus berbicara kepada Panji.
Panji hanya menyungging kan seyum devil nya sambil melanjut kan langkah dan keluar dari kamar Agnes.
Saat di luar Panji mengeras kan rahang nya sambil berkata."Ini belum seeberapa Agnes,rencana ku baru saja di mulai.
Di kamar nya Agnes kembali berbaring dan menangis sejadi-jadi nya,dia berpikir kenapa sekarang Panji lebih Jahat kepada nya,dia merasa juga tidak melakukan apapun yang membuat Panji tidak menyukai nya.
Sa'at orang sibuk menghibur nya tapi Panji malah mengecewakan.
Tapi Agnes tetap tidak ingin memecat Panji,karena dia merasa sangat membutukan Panji walaupun sikap Panji sekarang berubah padanya.
Panji sekarang jarang tidur di rumah Agnes lagi,karena dia sering pulang kerumah pribadi nya untuk bertemu orang kepercayaan nya dan menyusun rencana-rencana baru untuk Agnes.
walaupun sekarang orang tua Agnes tidak di dunia ini lagi,tapi orang-orang kuat dan kepercayaan papa Agnes masih sangat siaga menjaga Agnes dari bahaya,apalagi banyak orang-orang kepercayaan Agnes masih sibuk mencari bukti atas kematian Agnes secara tragis itu,dan tidak langsung mempercayai bahwa itu murni kecelakaan.
Tapi Panji juga sangat meyakini bahwa orang-orang kepercayaan papa Agnes tidak akan pernah menemukan bukti tersebut,walaupun sebesar debuh sekalipun.
Untuk rencana Panji selanjut nya dia juga harus memikir kan cara nya secara matang-matang dan tidak ingin gegabah.
Kerena ini rencana terakhir Panji.
Tangis Agnes pun mulai meredah dan dia berniat untuk keluar dari kamar nya untuk mencari Panji.
"Panji.!!!...Panji...!!"Panggil Agnes sedikit keras,sehingga membuat Art rumah Agnes menghampiri nya.
"Ada apa non"tanya salah satu Art Agnes.
"Panji mana bik,??"
"Tadi mas Panji keluar non"jawab Art Agnes.
"Apa dia bilang mau pergi kemana bik,??"
"Tidak non..dia tidak bilang apa-apa,keluar dari kamar non seperti nya dia langsung keluar begitu saja"
"Ohh....yasudah bik tidak apa-apa,kalau seandai nya Panji pulang langsung bilang saya ya bik"
"Baik non,nanti bibik bilang kalau mas Panji nya sudah pulang."
Agnes pun duduk di ruang tamu sambil mengotak-atik hape nya untuk mencari nama Panji dan menelpon nya.
tapi beberapa kali Agnes menelpn,telpon Agnes sekali pun tidak dia angkat oleh panji.
Agnes pun berniat untuk masuk ke kamar panji.saat Agnes sudah masuk dia melihat hape Panji tertinggal di atas ranjang nya.
"Pantas saja tidak mengangkat telpon ku,ternyata hape nya tertinggal"Agnes pun berbaring di ranjang Panji berniat untuk menunggu di sana saja,tapi sampai beberapa jam menunggu,Panji tak kunjung pulang juga.
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
tpi bcanya nyicil ya..
semangat💪💪🤗