Fb : Wulandari
Ig : mommy_mikayla
Annabella yang tidak punya pilihan lain lagi dengan terpaksa menggantikan Angel sahabat dekatnya yang kabur di saat hari pernikahan Angel dan Arseen. Bella yang awalnya diam-diam menaruh hati kepada Arseen. Namun, Bella mengalah demi Angel sahabatnya.
Gimana nasib Bella kala dirinya menjadi Istri Pengganti untuk Arseen demi Angel sahabatnya. Laki-laki yang sama sekali tidak mencintainya. Laki-laki yang begitu sangat mencintai Angel.
Di saat Angel kembali, Bella malah menawarkan Arseen untuk menikahi Angel tanpa harus bercerai dengannya. Bella rela di madu.
Di saat hati Bella mulai kosong dan rapuh, karena Arseen selalu mengutamakan Angel di bandingkan dirinya. Hadirlah sosok Arysa yang mengisi hari-hari Bella.
Apakah Arsella itu Arseen dan Bella atau Arsya dan Bella 😁
Hanya di Arsella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ARSELLA (11)
"Karena aku sudah menyentuhnya. Bahkan sudah 2x," ucap Arseen kepada Angel membuat wanita yang kini duduk di sebelahnya itu terkejut.
"Jadi sayang kamu dan Bella-?"
"Iya Angel. Itu hanya kesalahan," pungkas Arseen.
Angel tersenym tipis, Angel menggenggam tangan Arseen, "Sayang cuman 2x kan? Tidak akan membuat Bella hamil. Sayang, ceraikan saja Bella. Dia pasti akan menerimanya kok. Lagi pula pernikahan kalian tidak terdaptar di pengadilan Agama kan?"
Arseen mengangguk.
"Angel, ini sudah malam. Kau tidur di sini. Aku akan tidur di sofa di ruang tengah," ucap Arseen. Pikiran Arseen kini malah teringat Bella.
"Iya sayang," tutur Angel dengan lembut kepada Arseen.
Di saat Angel tidur, Arseen keluar rumah menggunakan jasa ojek online. Arseen menuju ke tempat kosannya Bella.
Ternyata Bella tidak pulang ke kosan. Bella kini berada di tempat Tiwi sahabatnya. Teman saat kuliah. Bella terus menangis dalam pelukan hangat dari seorang sahabat. Cuman Tiwi sahabat terbaik Bella yang tidak pernah memanfaatkan Bella.
"Bell, kenapa kamu harus keluar dari rumah Arseen? Bella sekarang Arseen itu suami kamu." Tiwi terus mengelus-ngelus punggung Bella.
"Sudah cukup Angel memanfaatkan kamu Bella. Sudah cukup kamu jadi parasit. Bella jika kamu mencintai Arseen, perjuangkan dan pertahankan pernikahan kamu." Tiwi terus memberikan semangat kepada Bella.
"Keluarga Angel itu sudah baik kepadaku, Wi. Apalagi Tante Amara. Wi, lebih baik aku mundur saja," lirih Bella yang masih nyaman di peluk oleh Tiwi.
"Jangan bodoh! Jadilah wanita kuat. Kamu adalah istrinya, Angel sudah jadi masalalu Arseen. Statsmu lebih tinggi di bandingkan Angel. Pulanglah, perjuangkan cinta kamu."
"Iya Wie. Aku akan pulang."
"Ok! Aku akan antar kamu pulang ke rumah suami kamu."
Sementara Arseen sudah sampai di kosannya Bella, berapa kali Arseen mengetuk pintu dan memanghil nama Bella. Namun, tidak ada yang menyahut. Bella emang tidak ada di kosannya.
"Apakah Bella semarah itu sampai tidak mau membukakan pintu?" pikir Arseen.
Lelah 1 jam menunggu, Arseen pun pulang karena Bella tidak membukakan pintu rumahnya.
Padahal Bella sudah kembali pulang ke rumah Arseen. Bella memutuskan untuk tidur di kamar pembantu persama para pembantu karena di kamar Arseen ada Angel.
Lalu kemana Arseen? Apakah dia tidur di kamar tamu?..
Bella terus bertanya-tanya di mana tidurnya Araeen.
Arseen sudah sampai di rumah. Arseen merebahkan tubuhnya si atas sofa ruang tengah. "Aku tidak bisa mempermainkan pernikahan seperti ini. Apa lagi aku sudah merenggut kesucian Bella. Aku tidak bisa menghancurkan hidup orang. Aku tidak boleh egois," gumam Arseen, pandangan Arseen terus menatap atap rumah. Arseen bingung dengan keadaan ini. Mempertahankan pernikahan atau kembali dengan Angel dan meninggalkan Bella.
Bella tidak bisa tidur sama sekali, Bella keluar kamar. Bella mengambil air putih lalu meneguknya. Setelah itu, Bella ke ruang tengah. Bella di kejutkan dengan sosok Arseen yang sedang melamun.
"Pak Arseen belum tidur?" tanya Bella ketika Bella berdiri di samping Arseen.
"Bella?" Arseen terkejut melihat sosok Bella ada di hadapannya. Arseen bangun dan langsung berdiri tegak.
"Bella!" Arseen memeluk tubuh Bella dengan erat membuat Bella tersedak.
"Tuan Arseen kenapa?" tanya Bella.
"Aku cuman mau minta maaf. "
"Minta maaf soal apa? Pak Arseen tidak salah. Bella yang salah. Harusnya Bella tidak mengharapkan yang tidak pasti."