NovelToon NovelToon
Forgiveness

Forgiveness

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:975.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: JasmineTea

Selama tujuh tahun Khiana bersama anaknya hidup sebagai seorang pelarian dikarenakan sebuah tragedi di masa lalu.

Walaupun perasaannya hancur karena tragedi itu, tetapi ternyata dirinya masih belum bisa melupakan Kiral.

Selama tujuh tahun Kiral hidup dalam rasa bersalah dan penyesalan dikarenakan kesalahannya di masa lalu.

Walaupun ia tahu bahwa ia telah menghancurkan kepercayaan Khiana terhadapnya, tetapi sebenarnya ia menyimpan sebuah kebenaran yang tidak bisa ia katakan kepada siapapun saat tragedi itu terjadi.

Tujuh tahun berlalu. Keduanya masih sama-sama tersiksa dengan keadaan.

Tujuh tahun berlalu. Rindu keduanya semakin besar.

Tujuh tahun berlalu. Garis takdir mulai menuliskan pertemuan baru bagi mereka berdua.

Bagaimanakah takdir akan mempersatukan mereka kembali?

- update setiap Jum'at malam -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JasmineTea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 1 - Prolog

Di luar sana hujan turun cukup deras.

Aku menyeruput segelas susu hangat berharap itu akan membuatku mengantuk. Tetapi, setelah menghabiskan satu gelas penuh, keinginanku itu tidak terjadi.

Malam ini adalah salah satu malam di mana aku tidak bisa tidur. Sejak hari itu, setiap satu hari dalam seminggu aku selalu mengalami insomnia. Tidak peduli apapun yang aku lakukan, tidak ada yang bisa membuatku tertidur.

Di hari-hari lainnya, walaupun aku bisa tidur untuk beberapa jam, mimpi buruk dan rasa takut yang menghantuiku membuat tidurku tidak pernah nyenyak.

Takut.

Ya, aku takut sekali. Di setiap saat dalam keseharian ku selama tujuh tahun ini, aku selalu ketakutan dan bertanya-tanya.

Bagaimana jika orang itu tiba-tiba menemukanku di sini ? Bagaimana jika orang itu mengetahui keberadaan Keenan dan membawanya pergi ? Bagaimana jika… pada akhirnya aku akan kehilangan semuanya ? … dan menjadi seorang diri ?

Kemungkinan-kemungkinan itu, membuatku ketakutan. Bahkan setelah bertahun-tahun lamanya. Kejadian di hari itu, dan perkataannya masih menyisakan rasa sakit yang tidak akan pernah bisa hilang.

Kenapa aku harus menanggung ini sendirian?

Terkadang aku bertanya-tanya kepada takdir yang sepertinya membenciku. Kenapa aku harus mengenal orang itu? dan kenapa aku harus mengalami semua ini?

Andai saja Aku mendengarkan nasehat Kak Rio semua ini tidak akan terjadi.

Dengan berbagai pertanyaan dan perasaan sedih yang berkecamuk, aku menyerah pada insomnia ku dan berjalan masuk ke dalam kamar. Keenan sedang tertidur dengan lelap seakan hidupnya berjalan dengan baik tanpa masalah. Aku mendekat dan berbaring di sampingnya.

Dengkuran kecil terdengar dari mulut mungilnya. Aku tersenyum melihat wajah yang tampak polos dan lebih menggemaskan saat tertidur itu.

Saat malam panjang seperti ini datang, aku selalu berakhir seperti ini. Memandang wajah menggemaskan anakku yang tertidur semalaman. Membelai rambutnya pelan dan memeluknya sampai pagi.

Keenan menggeliat kecil menggeser posisi tidurnya dan berakhir menghadap kearah ku. Ku sibak rambut keriting di wajahnya.

Pangeran kecilku Keenan, walaupun aku membesarkannya selama ini dalam situasi yang sulit, aku tidak menyangka anakku sudah sebesar ini.

Aku telah hidup dalam pelarian sejak Keenan masih berada dalam perutku. Hari itu seharusnya menjadi hari yang bahagia karena aku berniat mengabarkan kehamilanku kepadanya.

Tetapi, hari itu justru berubah menjadi hari paling mengerikan dalam hidupku.

Setelah insiden di hari itu, aku pergi dan menolak untuk bertemu dengannya.

Saat itu, kupikir dia akan mencari ku dan meminta maaf. Tapi, jangankan begitu, orang itu bahkan tidak menanyakan kabarku sama sekali.

Tapi, itu tidak apa-apa. Karena hal yang paling aku benci saat itu adalah melihat wajahnya.

Ketika aku mengatakan bahwa aku ingin bercerai dan menyuruh pengacaraku mengurus semuanya, tidak ada seorangpun yang mencegahku. Semuanya sama-sama kecewa dengan apa yang terjadi dan mengerti akan keputusanku.

Lalu saat aku mengatakan bahwa aku sedang mengandung, raut wajah khawatir, kecewa dan kasian yang ditunjukkan oleh keluargaku berubah menjadi amarah. Kakak laki-laki ku Rio adalah orang yang paling terlihat murka.

Kak Rio berlari keluar rumah sesaat setelah mendengar berita kehamilanku dan baru kembali keesokan harinya dengan kedua tangan penuh luka.

Kedua tangan itu berdarah karena ia memukul seseorang dengan keras tanpa henti.

Dan kami semua paham apa yang terjadi dan siapa yang sudah dihajarnya.

Hari berikutnya, aku memutuskan untuk pergi. Tentu saja awalnya keluargaku melarang. Terutama kak Rio. Tapi, keputusanku sudah bulat dan tidak ada seorangpun dari keluargaku yang bisa mencegahku. Aku adalah anggota keluarga yang paling keras kepala. Maka dimulailah kehidupanku sebagai pelarian.

Ada banyak hal yang membuatku memutuskan untuk pergi.

Negeri ini terlalu sempit untuk ku karena semua orang mengenal orang itu. Negeri ini terlalu sempit untuk ku sehingga udara pun seakan menghembuskan aroma tubuh orang itu, membisikkan namanya di setiap saat dan membuatku merindukannya.

Aku tidak akan membohongi diriku sendiri jika saat itu aku masih mencintainya. Cintaku terlalu besar sehingga luka yang disebabkan olehnya terasa sangat menyakitkan.

Saat itu, aku bahkan tidak percaya kepada diriku sendiri. Aku takut diriku ini akan mengkhianati dirinya sendiri dan kembali kepada orang itu.

Maka sebelum aku melakukan hal yang akan aku sesali seumur hidup, aku ingin lari dan melupakan dia.

Tujuh tahun berlalu, dan disinilah aku.

Aku masih sama.

Sama-sama bodoh, sama-sama kecewa, sama-sama merindukan dan mencintai orang yang sama. Sama-sama terluka.

Tujuh tahun, dan keadaanku tidak berubah.

Walaupun demikian, aku sama sekali tidak menyesali keputusanku. Keputusanku saat itu untuk pergi adalah yang terbaik. Setidaknya untuk saat ini, aku bisa sedikit menghirup udara segar dan berlindung dari lingkungan yang akan terus mengucapkan namanya.

Setidaknya, aku bisa menghabiskan waktuku dengan Keenan seorang diri dan berusaha untuk kuat.

Sambil menguatkan diriku lagi, ku cium kening anakku.

Ya. Setidaknya aku masih memilikimu nak. Ucapku pelan.

Sambil mengusap wajahnya aku tersenyum pahit. Keenan sudah tumbuh menjadi anak yang tampan dan pintar. Hal yang sudah seharusnya mengingat fakta bahwa Ayahnya adalah orang itu.

Tentu saja aku merasa senang karena Keenan tumbuh dengan baik. Tapi, semakin hari wajah mungil itu semakin mirip dengan Ayahnya.

Hah... Kenapa setelah berusaha dengan keras untuk melupakan dia semesta sepertinya malah menentang dan memaksaku untuk melihat sosoknya dalam diri anakku ini?

Satu-satunya perbedaan yang bisa kulihat dari orang itu dan anakku hanyalah umur. Keenan berwajah polos khas anak kecil dan berpipi chubby karena lemak bayinya. Sedangkan orang itu, garis wajahnya terlihat lebih dewasa. Fitur wajahnya sempurna dengan garis rahang yang...

Ahhh!!!

Apa yang kupikirkan??

Aku memukul kepalaku sendiri atas kesalahannya yang tiba-tiba memikirkan hal yang tidak-tidak.

Lalu aku membalikkan tubuhku dan memunggungi Keenan.

Hah..

Apakah aku se menyedihkan ini?

Hmm.. sepertinya aku lebih baik menulis saja. Itu akan membuatku lebih tenang.

Akhirnya, aku bangun dan mendekati meja tulis.

Menulis memang adalah hobi ku sejak kecil. Walaupun setelah agak dewasa aku sedikit melupakan passion ku ini, tapi setelah hidup menjadi pelarian akhirnya menulis menjadi satu-satunya hal yang kulakukan. Dengan menulis aku merasa lebih tenang dan segala kekacauan yang terjadi seakan hilang di atas kertas.

Setelah duduk di kursi, aku mengambil selembar kertas dan alat tulis.

Apa ya yang akan ku tulis malam ini?

Karena di luar sedang hujan. Apa aku menulis sajak atau puisi saja ya? Seperti biasa.

Tapi sepertinya aku tidak sedang ingin menulis puisi.

Lalu, aku teringat dengan sebuah cerita yang belum rampung aku selesaikan.

Cerita tentang kisah hidupku sendiri. Kisah itu aku tulis dalam sebuah diary tebal berwarna kuning.

Kubuka laci meja dan mengeluarkan diary itu.

Entah dari mana ide untuk menulis cerita ini terpikirkan olehku beberapa waktu lalu. Bukan karena aku ingin mengingat hal-hal buruk yang terjadi padaku. Bukan. Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya aku ingin sekali melupakan kenangan bersama orang itu. Tetapi, sekeras apapun usaha yang aku lakukan aku tidak pernah bisa keluar dari bayangan masa lalu.

Katanya, dengan menulis kau bisa meluapkan segalanya. Termasuk keluh kesah mu, penderitaan mu, dan emosi mu.

Oleh karena itu, aku menulis cerita ini dengan harapan setelah aku menulisnya aku akan meluapkan semua perasaan dan menyegelnya di dalam buku ini.

Kubuka halaman pertama, tertulis cerita awal saat aku bertemu dengannya untuk pertama kali.

Lalu, seperti potongan film, ingatan di hari itu kembali berputar di kepalaku....

.

.

.

Bersambung...

1
Sandrina Dalila
suka
Li5naJait
sepertinya Nathan itu Kiral dechhh
mentari
kenapa gk disini aja thor
JasmineTea
Ka Be Em a p p s. Wkwkwk disensor 😅🙄😜
Juhaeratul Fathiyah
tau gitu knp berkhianat kamu keeeeeroooool
Juhaeratul Fathiyah
DAAAAASAAAAAAAAAAR
Juhaeratul Fathiyah
aku gk sanggup thor. tahu spa pcr Tamara
Juhaeratul Fathiyah
Seru bacanya.... tulisannya rapi
mentari
gregett thor...gk terasa udah tamat.novelmu keren thor👍👍tpi kenapa yg like sedikit sekali..next buat novel keenan pasti keren thor
mentari: iya kan..ditunggu karya selanjutnya kak🤜🤛
total 2 replies
🎎 🌟Fare Reza🌟🎎
asli paling suka cerita tentang Alter Ego/DID gini
JasmineTea: Terimakasih Kak Fare ^^
total 1 replies
Lala
kerenn thor.. sukses terus yaaa
JasmineTea: Thank youuu sukses selalu juga kak Lala
total 1 replies
Rina
TERIMAKASIH AUTHOR
JasmineTea: TERIMAKASIH KAK RINA
total 1 replies
Ana
Suka banget banget banget sama ceritanya.. sukses selalu author kuuuuuh.. dan terimakasih karena sudah mendengar jeritan penonton dengan memberikan happy ending..
JasmineTea: Terimakasih! Sukses selalu kak Ana!
total 1 replies
Maria Aya
pindah lapak ya thor? kenapa gak di sini aja sih thor?
Maria Aya
gak di kasih bonus extra chapter nih thor? ayo dongggg....bonus nyaa 😘😘
JasmineTea: Untuk sekarang belum kepikiran extra chapter sih kakk huhu
total 1 replies
Maria Aya
ya ela thor... Keenan kenapa panggilan nya jadi Bang Kee 😁
Mira
HUAAAA TAMAT JUGA AKHIRNYA
JasmineTea: HUAAAA iyaaa.. makasih udah baca sampai akhir ya kak
total 1 replies
Mira
Bang Keeee WKWKWK
Mauly :3
Good job thor. Makasih banyakkkkk
JasmineTea: Thank youuu
total 1 replies
Wulandari
Ga kerasa udah tamat ajaaa.. congrat kak author.. kemanapun akan kucari karya-karya mu yang selanjutnya
JasmineTea: Makasihhhhhh kalau berjodoh kita ketemu lagi di lain kesempatan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!