NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Araya Lin dipaksa menjadi pengantin

pengganti bagi kakak tirinya. la dinikahkan dengan Arkanza Aditama, seorang CEO miliarder yang dirumorkan kejam, dingin, dan cacat akibat sebuah kecelakaan tragis. Keluarga Araya tertawa, mengira mereka telah membuang anak tak berguna ke dalam 'neraka'.

Namun, di malam pertama pernikahan mereka, Araya terkejut saat melihat pria jangkung dengan tatapan setajam elang berdiri sempurna di hadapannya-tidak cacat sedikit pun. Di sisi lain, Arkanza mengira ia hanya menikahi gadis udik yang bisa ia kendalikan. la tidak tahu bahwa istri kecilnya yang terlihat lugu ini adalah "Z", seorang peretas jenius misterius yang selama ini dicari-cari oleh perusahaannya sendiri.

Ketika dua pembohong ulung terjebak dalam satu atap, akankah pernikahan kontrak ini berakhir dengan pertumpahan darah, atau justru memicu romansa yang tak terhentikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2: Ancaman Sang Tuan Muda dan Seringai "Z"

Jantung Araya berdegup kencang. Kali ini, bukan sepenuhnya akting. Jarak mereka begitu dekat hingga Araya bisa mencium aroma mint dan musk yang menguar dari tubuh maskulin Arkanza.

​Pria itu menatapnya dengan intensitas yang bisa membuat wanita mana pun luluh, sekaligus ketakutan setengah mati.

​"K-kau... kau membohongi semua orang?" cicit Araya dengan suara gemetar. Ia memaksakan sebulir air mata jatuh membasahi pipinya. Akting kelas Oscar.

​Arkanza melepaskan cengkeramannya dari dagu Araya dengan kasar, seolah baru saja menyentuh sesuatu yang kotor. Pria itu membalikkan badan, berjalan santai menuju mini bar di sudut ruangan, dan menuangkan wiski ke dalam gelas kristal. Gerakannya begitu elegan dan bertenaga. Sama sekali tidak ada tanda-tanda kecacatan.

​"Di dunia ini, yang terlihat lemah adalah yang paling cepat mati," ucap Arkanza dingin tanpa menatapnya. "Keluarga Lin mengirimmu ke sini untuk memata-mataiku, bukan? Sayang sekali, rencana mereka berantakan karena aku tidak selumpuh yang mereka harapkan."

​Araya menunduk sambil meremas gaun pengantinnya. 'Percaya diri sekali pria ini,' batin Araya meremehkan. 'Keluarga Lin bahkan tidak peduli kau hidup atau mati. Mereka hanya mengincarmu sebagai tempat pembuangan sampah. Tapi, baguslah.

Biarkan dia berpikir aku ini mata-mata bodoh.'

​"A-aku tidak tahu apa-apa, Tuan," isak Araya, menyembunyikan wajahnya di balik telapak tangan. "Bibi dan Clara memaksaku menggantikan pernikahan ini. Jika aku menolak, mereka tidak akan membiayai operasi nenekku. Aku mohon... biarkan aku tinggal di sini."

​Langkah kaki itu kembali mendekat. Arkanza berdiri menjulang di hadapannya, menatap Araya dengan jijik.

​"Dengar baik-baik, Nyonya Aditama palsu," desis Arkanza tajam. "Kau boleh tinggal di rumah ini sebagai pajangan. Tapi ingat tiga aturan ini: Jangan pernah mencampuri urusanku, jangan sentuh barang-barangku, dan yang terpenting... jangan pernah bermimpi kau adalah istriku yang sesungguhnya."

​Arkanza menunjuk ke arah sofa panjang di sudut ruangan. "Tempatmu di sana. Jangan berani-berani naik ke ranjangku."

​Araya mengangguk cepat, berpura-pura bersyukur. "B-baik, Tuan. Terima kasih!"

​Ia segera menyeret gaun pengantinnya yang berat menuju sofa. Sambil meringkuk membelakangi Arkanza, sudut bibir Araya perlahan tertarik ke atas, membentuk seringai misterius.

​'Tidur di sofa? Kebetulan sekali. Aku memang butuh posisi yang nyaman tanpa gangguan untuk melanjutkan retasanku,' batinnya bersorak.

​Baru saja Araya hendak mengatur napas dan memastikan ponsel rahasianya aman di balik gaun, kesunyian kamar itu pecah oleh suara dering telepon yang sangat nyaring.

​Arkanza meletakkan gelas wiskinya dengan kasar dan mengangkat panggilan itu.

​"Ada apa, Leon? Berani sekali kau meneleponku di malam... apa?!" Suara bariton Arkanza yang tadinya tenang, mendadak berubah menjadi geraman marah yang mengerikan.

​Bahkan Araya yang memunggunginya bisa merasakan hawa membunuh memenuhi ruangan itu.

​"Sistem utama dijebol?! Bagaimana bisa keamanan triliunan rupiah kita ditembus dalam waktu kurang dari sepuluh menit?!" bentak Arkanza. Urat-urat di lehernya menonjol.

​Di seberang telepon, asisten pribadinya terdengar panik. "K-kami sedang melacaknya, Tuan! Pelakunya sangat profesional. Dia mengambil data proyek rahasia kita dan... dan dia meninggalkan pesan di layar utama, Tuan."

​"Pesan apa?!"

​"Hanya satu huruf, Tuan. Huruf 'Z'."

​Napas Arkanza memburu. "Z... Hacker sialan itu lagi," geramnya. Mata elangnya menatap tajam ke arah jendela yang gelap. "Kumpulkan semua tim IT. Lacak IP-nya malam ini juga. Jika kalian tidak bisa menemukan 'Z', kalian semua kupecat!"

​Arkanza menutup telepon dengan kasar, membanting benda pipih itu ke atas meja. Ia menoleh sekilas ke arah sofa, melihat tubuh "istri kecilnya" yang tampak menggigil di balik selimut tipis. Pria itu mendengus sinis, mengira Araya gemetar karena ketakutan mendengar teriakannya.

​Ia sama sekali tidak tahu, di balik selimut itu, "istri kecil" yang ia anggap bodoh dan lemah sedang menggigit bibirnya kuat-kuat untuk menahan tawa kemenangannya.

​'Semoga beruntung mencariku di ujung dunia, Suamiku sayang. Padahal aku ada di sofanmu,' batin Araya geli.

​Permainan kucing dan tikus ini... baru saja dimulai.

1
Anonim
Ceritanya Bagus! /Heart/
Susilawati 1978
serru, lanjut
Anonim
Lanjut
Anonim
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!