NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:63.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Latisha dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Alderath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tidak akan bertahan lama di sana.
Namun, tahun-tahun berlalu, dan Latisha kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis, “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

## Penghuni Baru di Ruang Penjara **Dakrossa**

"Wah, apa kami kedatangan teman baru?" kata salah satu tahanan di sana.

**Dexter** mengangguk kemudian memperkenalkan **Latisha**. "Mulai sekarang dia adalah rekan sekamar kalian. Tolong bersikap baik satu sama lain."

Setelah berkata demikian, **Dexter** meninggalkan ruang penjara dan menguncinya kembali. **Latisha** berdiri dengan kaku sambil menelan ludah, merasa sangat gugup.

"Jadi, siapa namamu?" tanya salah satu dari mereka.

"Namaku **Latisha** Justina."

Dilihat dari tampang dan sikapnya, tiga wanita itu jadi penasaran kejahatan apa yang dilakukan **Latisha** hingga bisa masuk ke **Dakrossa**. Yah, karena mereka berada di tingkat yang lebih tinggi dari tahanan lain, kejahatan yang dilakukan **Latisha** pasti tidaklah ringan. Ada sekitar tiga tahanan wanita di sana. Pertama bernama **Elea**, seorang wanita berusia 52 tahun, seorang Alkemis gila yang melakukan banyak eksperimen tak masuk akal dan berbahaya. Ia tertangkap setelah membunuh satu keluarga bangsawan besar di sebuah kerajaan. **Elea** memiliki tubuh agak berisi dengan rambut cokelat yang selalu tersanggul; ia juga mengenakan kacamata. Meski umurnya sudah setengah abad lebih, wajahnya tampak seperti usia 40-an.

Selanjutnya ada **Radmila**, wanita berusia 28 tahun berambut ungu panjang lurus dengan sepasang mata *amethyst*—ia adalah seorang penyihir gelap termuda. Ia tertangkap setelah ketahuan memimpin sekte berisi para penyihir gelap untuk melakukan pemberontakan. Terakhir adalah **Prayan**. Wanita berusia 32 tahun itu seorang penjinak makhluk buas atau magis; di dunia ini, keahlian atau profesi semacam itu disebut sebagai *Warden*. **Prayan** memiliki rambut perak pendek dan terlihat lebih ramah. Ia ditangkap setelah berhasil menjinakkan seekor naga muda untuk melenyapkan sebuah desa.

Mereka sudah memperkenalkan diri secara singkat pada **Latisha** dan kini balik bertanya tentang kejahatan apa yang telah dilakukan **Latisha**.

"Rencana pembunuhan dan penganiayaan," **Latisha** menjawab pelan. Terselip nada kesedihan di sana. Ketiga wanita itu saling pandang dan menatap **Latisha** yang duduk bersimpuh dengan kepala tertunduk.

"Siapa korbannya?" tanya **Elea**.

"Ayah dan adikku."

Ketiganya langsung menunjukkan ketidaksenangan. "Haha... menyedihkan. Bagaimana bisa kamu berniat membunuh keluargamu sendiri?"

**Latisha** merapatkan mulut sebelum menjawab dengan suara agak bergetar. "Aku tidak melakukannya, tapi meski berkata demikian, tidak seorang pun akan percaya."

Ketiganya tertegun, lalu **Radmila** bertanya dengan nada agak dingin. "Mengetahui kamu sampai dikirim ke **Dakrossa**, ayahmu pasti bukan orang sembarangan."

"Agor Thorn Valgard. Dia adalah ayahku."

Sekujur tubuh **Radmila** dan lainnya bergidik. Agor Thorn Valgard adalah penguasa kerajaan Tyraven saat ini dan terkenal sebagai tangan kanan Kaisar. Sepanjang sejarah kekaisaran Alderath, kerajaan Tyraven menunjukkan kekuasaan yang luar biasa setelah berada di bawah kepemimpinan Agor Thorn Valgard. Kehebatan Agor di masa muda sudah tersebar di seluruh kekaisaran. Ia tidak pernah pulang dengan kekalahan dalam perang perluasan wilayah. Setiap misi berbahaya selalu berakhir dengan kemenangan. Namun, Agor yang itu hampir mati diracun? Bagaimana bisa orang semacam itu tidak waspada terhadap sekelilingnya, meski itu keluarga sendiri?

Tidak! **Radmila**, **Elea**, dan **Prayan** menatap **Latisha** lekat. Itu pasti sungguh jebakan. Sepertinya Agor dan putri di depan mereka ini punya hubungan kekeluargaan yang harmonis, sehingga Agor tidak berpikir akan diracuni. Meski begitu, mereka tidak boleh langsung menarik kesimpulan. Begitu banyak manusia yang menipu dari tampilan. Mereka seolah pandai berkamuflase sebagai manusia super baik, tapi kenyataannya begitu buruk di belakang, terutama para bangsawan seperti **Latisha**.

"Berapa umurmu?" tanya **Prayan** yang sejak tadi diam.

"18 tahun," jawab **Latisha** pelan.

*Masih sangat muda!* batin ketiganya.

"Apa yang harus kita lakukan padanya?" **Elea** berbisik pelan pada **Radmila** dan **Prayan**.

Ketiga wanita itu tampak berpikir kemudian memutuskan sesuatu. "Hei, Nak."

**Elea** membuka suara dan **Latisha** langsung menegakkan tubuh dengan wajah terangkat, menatap ketiganya. "Y-ya?"

"Karena kamu yang termuda, segala masalah kebersihan di ruangan ini jadi tanggung jawabmu. Kemudian, turuti apa yang kami perintahkan. Kamu mengerti?!" kata **Elea**. Mata hitamnya menantikan reaksi apa yang akan ditunjukkan **Latisha**.

"H-hanya itu?" **Latisha** menatap ketiganya tidak percaya. Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, tahanan di **Dakrossa** begitu kejam. Bahkan ada yang langsung berakhir di pemakaman pada hari pertama mereka masuk ke ruang penjara. Sambutan yang berlebihan lewat kekerasan sehingga menewaskan tahanan lain adalah hal biasa di **Dakrossa**, jadi **Latisha** berpikir tadinya tiga wanita dewasa di depannya akan melakukan sambutan yang kasar atau menyuruhnya melakukan hal-hal aneh yang membahayakan dirinya.

"Apa?" **Radmila** mengerutkan dahi.

**Latisha** menggeleng cepat dan langsung menundukkan kepala. "Aku akan melakukannya!"

"Bagus. Selama kamu bersikap baik, kami tidak akan memperlakukanmu dengan buruk," kata **Elea**.

Setelah itu, ada petugas penjara yang membawakan barang-barang khusus tahanan, diperuntukkan pada **Latisha**. **Latisha** segera membereskan ruangan, menyusun barang-barangnya, lalu memijat **Elea**. **Elea** melirik **Latisha**. Tangan anak itu sangat halus dan lemah; pasti mengangkat pedang saja tidak bisa. Ketiga wanita itu sedang menilai **Latisha**. Bagaimana pun, mereka harus waspada terhadap pendatang karena mau muda atau tua, orang yang dikirim ke **Dakrossa** pastilah berbahaya. Meski **Latisha** terlihat benar-benar tidak berbahaya.

Hari-hari terus bergulir; ini sudah sepekan sejak **Latisha** menjadi pendatang di ruangan mereka. Namun, gadis itu sangatlah penurut dan sopan. Mereka bertiga sampai tidak habis pikir, tapi memang **Latisha** begitu murung dan tak pernah menunjukkan ekspresi selain kesedihan. Terkadang saat mereka tidak melakukan apa-apa dan hanya berbaring di dalam ruangan, **Latisha** akan sibuk membaca buku yang disediakan oleh para petugas. Biasanya buku-buku itu hanya terpajang di rak kayu kecil di sudut ruangan.

"Kalau sungguh dijebak, kasihan sekali. Dia masih sangat muda dan bukankah katanya dia pewaris sah? Itu semakin memperkuat dugaan jika dia sungguh dijebak mengingat keluarga kerajaan penuh intrik," **Prayan** berkomentar.

**Radmila** melirik **Latisha** yang duduk di sudut ruangan sambil fokus membaca buku. "Katanya sampai saat ini Agor belum sadar."

Mereka sudah mendengar cerita detailnya dari **Latisha**. Beberapa hari terakhir ini mereka senang menginterogasi gadis kecil itu dan menanyakan banyak hal tentang kehidupannya di Tyraven.

**Elea** menyentuh dagu bersamaan dengan dahi yang berlipat, berpikir keras. "Aku penasaran racun macam apa itu."

Lusa kemarin, **Latisha** kedatangan pengunjung dan setelah kembali menemui orang itu, mereka bertanya apa yang terjadi, dan **Latisha** mengatakan jika ayahnya belum sadar juga hingga detik ini. Tidak sekarat atau berada di ambang kematian, tapi seperti orang tertidur panjang.

"Apa racun itu membuatnya tidur abadi? Tidak mudah membuatnya karena butuh bahan-bahan langka. Orang yang menjebak gadis ini pasti berasal dari luar Tyraven," lanjut **Elea**. "Rencananya semakin mudah karena Agor begitu menyayangi **Latisha** ketimbang anak-anak yang lain sehingga tidak menduga hal ini akan terjadi lewat aktivitas ringan yang biasa dilakukan akhir pekan. Dia tidak menaruh curiga sama sekali karena percaya pada putrinya itu."

Jika tahu putrinya mengalami hal ini setelah dirinya diracun, betapa murkanya Agor saat sadar nanti. Itulah pikir ketiga wanita itu.

"Menurutmu apa anak itu bisa bertahan sampai ayahnya sadar?" tanya **Radmila**.

**Elea** menatap **Latisha**. "Entahlah, tapi orang-orang luar dengan kuasa besar bisa ikut campur dalam **Dakrossa**, apalagi jika mereka belum melepaskan mangsanya."

1
Ade _ Lagi off 🍇 🌪
Hapus...ka maluuu dah plagiat karya orang
Ade _ Lagi off 🍇 🌪
ooooyyy kaka plagiat dikit-dikit dalem nya di ganti biar ga ketauan nyolong karya orang ya
Black Swan
🤣🤣🤣🤣mau nyolong novel dari aplikasi mana juga di simpen di sini ketauan. karena di sini banyak penulis yang nulis di aplikasi lain jadi mereka tahu novel asli atau palsu. ati2 aja nanti makin banyak kena imbasnya
Anna Rose
Sumpah semirip itu karyanya. Plagiat mentok
wfaa
tolong di hapus kak
wfaa
hapus kakk
wfaa
mending hapus aja deh ni cerita
wfaa
hadehhhh walaupun nama MC nya di ganti tapi alurnya tetep sama
wfaa
plagiat
tolong hapus ceritanya
jangan jadi orang gak tau malu ya kak kalo m
kamu sendiri baca karya kak fantariyah tapi tapi kamu malah copas
terinspirasi boleh tapi jangan plek ketiplek banget dong.
wfaa
ayo dong kakak di hapus
wfaa
adoyyy GK tau maluuuuu banget kakakkakakk ini langsung ganti nama karakter nya. tapi dakrosaa nya masih ada lohhh.
bukti nya udah ada Kaka
author aslinya udah laporin loh kakkkk
hayoloh
mending di hapus aja kakak
jangan jadi orang batu kalo di bilangin
ntar di viralin lohhh ini
wfaa
Jangan jadi orang gak punya adap dan sopan s. kakak baca kan ceritaantun ya kak aslinya? kok tega banget plagiat
Anila Swastika: bantu report
total 1 replies
wfaa
ayooo dong kak di hapus ceritanya
wfaa
gak tau malu banget hasil copas punya orang plek ketiplek banget lagi
wfaa
hey ayo dong di hapus ceritanya
Ivd D
wow keren bgt novel hasil nyuri dari author aslinya Fantariyah di app sebelah , malah ketemu di Noveltoon wkwk . buru2 diganti pula nama FL nya . manusia ga ada adab nyolong hasil karya orang lain !!! 🤣🤣🤣
Richa Jessica: ahahaha lawak kali si plagiat yang satu ini,, bukannya sadar diri malah buru" ganti nama karakter 🤣🤣
total 1 replies
SAN
novel hasil nyolong!
nama tokohnya langsung diganti wkwk..
panik ya ketauan ambil cerita orang??
kalau ga sanggup nulis, ga punya ide, mending ga usah nulis kalau nyolong novel orang. malu-maluin aja😄
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sinopsisnya udah diganti sama dia 🤣🤣
total 3 replies
SAN
Novel plagiat! maling nih, suka nyomot karya orang~
Richa Jessica: mana cuma tinggal ganti nama lagi 🤣
total 1 replies
dewi susilowati
kenapa namanya di ganti" jdi bingung tdi di bab sblumnya bhaskara adlh pngeran kedua skrng kenapa jdi tokoh jahat ,,
SAN: ketauan plagiat makanya diganti:v
total 1 replies
wfaa
duh berani banget plagiat punya orang kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!