NovelToon NovelToon
Aku Bukan Anak Kuntilanak

Aku Bukan Anak Kuntilanak

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

"Dasar anak Kunti!"
"Aku bukan anak Kunti! berhenti memanggilku anak Kunti! namaku Kalingga Arsana!"


Kalingga sering di panggil anak Kunti oleh teman temannya dan para warga di tempat dia tinggal, bukan tanpa alasan, itu karena dia lahir dari rahim seorang perempuan yang sudah di kubur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah

‎Saidah masih terus berteriak dan Rumi memaklumi itu, Saidah pasti merasa bersalah karena dia tidak menjaga Maryani dan ketiduran di saat seharusnya dia terbangun. Untuk memastikan Maryani tetap membuka matanya.

‎"Saidah sudah cukup atau nanti para tetangga kesini, mereka akan mendengar suara kamu meskipun jarak rumah kita dan tetangga cukup jauh, apalagi Mbah Narno pasti mengirimkan jinnya keliling kampung ini" bujuk Jamal

‎"Iya Saidah, kita bantu anak yang ada dalam kandungan Maryani dulu setelah itu baru kita katakan pada penduduk kalau Maryani meninggal setelah melahirkan, tidak akan ada yang bisa mengubur bayi itu kalau sudah ada di luar kandungan ibunya" bujuk Rumi

‎"Bagaimana pak, bu?" tanya Nurdin yang akan melakukan pembedahan pada perut Maryani

‎"Silahkan nak, lakukan secepatnya dan selamatkan cucu kami" jawab Jamal

‎"Usahakan perutnya jangan sampai terlihat warga ya pak, nanti saya minta bantuan ibu saya untuk membantu memandikan Maryani" ucap Nurdin dan keduanya mengangguk.

‎Baru saja Jamal mengajak Saidah untuk pergi dari kamar karena Nurdin sudah mulai mempersiapkan peralatan bedah yang dia bawa dari klinik miliknya di kampung mahoni, pintu rumah Jamal sudah di dobrak beberapa orang yang menerobos masuk dan membuat Jamal juga Saidah tidak bisa berkutik.

‎Rumi segera meminta Nurdin merapikan alat alatnya kembali ke dalam tas yang dia bahwa, dia tidak mau anaknya di amuk warga karena melanggar adat di kampung yang terkenal tidak mau menerima modernisasi dari kampung lain ataupun kota lain.

‎"Kenapa aku mendengar suara istrimu menangis kencang Jamal!" bentak Narno, tetua paling dihormati di kampung itu.

‎"Itu Mbah... Maryani menantu saya... dia meninggal" jawab Jamal

‎"Apa! meninggal saat hamil! ini bencana!" teriak salah seorang warga

"Ini bencana karena ibu hamil kalau tidak jadi sundel bolong pasti jadi kuntilanak!" ucap yang lain

‎"Siapa yang ada di dalam kamar?" tanya Narno

‎"Ada Mbah Rumi dari kampung Mahoni dan anaknya Mbah" jawab Jamal sementara Saidah sudah kembali menangis karena takut kalau Maryani akan di kubur bersama bayinya.

‎"Beno, lihat ke dalam dan minta Rumi pergi dari kampung ini karena tugasnya sudah selesai!" perintah Narno

‎"Baik pak" jawab putra dari Narno yang bernama Beno

‎Pintu kamar di buka, Rumi sudah berdiri di depan pintu bersama Nurdin yang sudah merapikan alat alatnya, keduanya keluar dan mengangguk sopan pada Narno karena kedudukan Narno lebih tinggi meskipun Rumi juga adalah tetua dari kampung bukit Mahoni.

‎"Kapan kamu datang?" tanya Narno

‎"Saat hujan deras sekitar satu jam yang lalu" jawab Rumi

‎"Tidak ada ijin dari penjaga kampung? ini sudah malam dan orang asing tidak di ijinkan masuk" ucap Narno

‎"Aku bukan orang asing, Jamal ini masih saudara jauhku dan untuk apa aku minta ijin, semua warga di sini juga tahu aku tetua dari kampung Mahoni, bahkan aku masih di hormati di sana meskipun sudah di gantikan putraku Nurdin" jawab Rumi.

‎"Kamu masih saja sombong Rumi, ingat kampung mahoni sekarang sudah banyak berubah, sudah tidak menjunjung tinggi adat istiadat kita! banyak orang lalu lalang ke sana dan banyak orang sudah tidak percaya pengobatan tradisional!" ucap Narno

‎"Kami melakukan dua duanya Narno, pengobatan tradisional juga tetap kami lakukan, buktinya aku masih di percaya sebagai dukun beranak di kampung kampung sekitar, bahkan meksipun ada bidan aku yang di panggil, itu membuktikan kalau mereka masih percaya padaku" jawab Rumi

‎"Kasman harusnya mengusir kalian dari kampung, kalian menodai kesucian kampung di sini!" bentak Narno

‎"Kamu yang menodainya dengan menekan para warga, anak anak yang harusnya bermain malah kamu nikahkan! mereka harusnya bersekolah tapi para laki laki di paksa bekerja di kebun!" jawab Rumi

‎"Jangan bicara omong kosong! pergi dari kampung kami!" bentak Beno

‎"Kami memang akan pergi, tapi setelah Maryani di makamkan!" jawab Rumi

‎"Mbah, orang hamil harus di kubur dengan bayinya, kalau tidak nanti jasad itu akan jadi kuntilanak dan mengikuti anaknya terus menerus" ucap warga lain.

‎"Iya, kita harus melakukan ritual dengan benar Mbah, kami tidak mau kampung kami di teror hantu kuntilanak yang pasti akan menggangu para bayi di rumah rumah warga" ungkap yang lain

‎"Bayinya masih hidup" ucap Nurdin

‎"Bayi yang di keluarkan dari rahim perempuan yang meninggal akan mati di ambil ibunya lagi, dia akan gentayangan sampai anak itu di kembalikan dan jangan berusaha mengeluarkan bayi itu!" bentak Narno membuat suasana semakin panas.

‎Nurdin tetap berusaha membujuk Narno untuk melakukan pembedahan dan Narno tetap pada keputusannya, mengubur Maryani bersama bayi yang dia kandung. Sampai Rumi dan Nurdin kalah jumlah, mereka merelakan Maryani di urus oleh warga untuk memakamkan Maryani di pemakaman kampung cadas karena mereka tidak percaya kalau Maryani di makamkan di halaman belakang rumah Jamal.

‎"Tancapkan jarum di kakinya supaya dia tidak bisa keluar dari dalam kubur, tancapkan di kepalanya juga, masing masing tiga buah jarum!" perintah Narno saat seorang warga meminta kain kafan.

‎"Maryani seorang muslim, biarkan dia di makamkan sebagai seorang muslim" ucap Rumi

‎"Tidak ada yang punya agama di kampung ini, kami hanya percaya pada leluhur kami dan itu sudah terjadi sejak jaman dulu!" jawab Narno

‎"Kamu berniat dzalim pada jasad ini Narno, dan kamu pasti akan mendapatkan karma!" ucap Rumi

‎"Aku yang memberikan Karma pada orang orang yang melanggar hukum di kampung ini!" sinis Narno

‎"Bu, sebaiknya kita pulang, kita minta bantuan mbah Karman, mereka tidak akan mendengarkan kita" bisik Nurman

‎"Tolong, tolong cucu saya, biarkan cucu saya di ambil dan kami rawat" ucap Saidah

‎"Aku akan melakukan sesuatu, kamu tenanglah Saidah, aku akan meminta Mbah Karman melakukan sesuatu" bisik Rumi

‎Sebelum Rumi dan Nurdin pergi, Rumi menyelipkan bunga kantil di dalam mulut Maryani tanpa di ketahui semua orang, itu akan membuat jasad Maryani tetap utuh dalam satu minggu karena bunga kantil itu bukan bunga biasa, itu Adak bunga kantil dari pohon yang di tanam Abidin yang pastinya bukan tanaman biasa.

‎"Kami pamit, Kaelan akan kembali, Karna tidak mungkin membiarkan anak angkatnya bersedih, besok aku akan kembali untuk berziarah bersama Mbah Karman dan suamiku" ucap Rumi

‎"Terima kasih mbah, kami akan percaya pada kalian" jawab Jamal.

‎Setelah Rumi dan Nurdin pulang, pemakaman Maryani segera di lakukan setelah matahari terbit, para warga mulai menggali tanah dan Jamal juga Saidah tidak di ijinkan mengurus jenazah Maryani dengan cara yang benar. semuanya di lakukan secara adat kampung cadas, bahkan kain kafan Maryani tidak di buka, tetap di biarkan tertutup dan terikat dengan perut Maryani yang di tusuk tiga jarum oleh Narno.

‎"Makananmu Malak, bisa kamu ambil besok malam" batin Narno menyeringai.

1
Nurr Tika
ketauan juga
neni nuraeni
aduh kakek nya kaget ma tu tawa cucunya,,,eeeh ayah nya mlh ngelawak aduuhhh seruuu ini lnjutt
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
neni nuraeni
ayo bakar tu jasadnya biar mampus tu kuyang
neni nuraeni: ok... ok... ok... kak othorrr😁😁
total 2 replies
Sri rahayu
mungkin itu akan menjadi hari terahir Salbiah ada di muka bumi ini
Ridwan01: mungkin kak
total 1 replies
Nurr Tika
kebongkar sudah, bakar saja
Ridwan01: untung dunia Maya jadi boleh bakar bakaran ya kak🤭🙏
total 1 replies
neni nuraeni
dah jodohin aja thor... nanti juga lama" bkl suka dia ma Kinanti,,, lnjut atuhh
neni nuraeni: ok saya tunggu kak othor🤗🤗
total 2 replies
Nurr Tika
dah kaelan sama kinanti ja
Ridwan01: siap kak 👍
total 1 replies
neni nuraeni
semoga Ari" nya tidak di ketemukan oleh malak dan jayandanu,,, kasian klingga
neni nuraeni: sama" kak thor 😁😁😁
total 2 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
Nurr Tika
udah di bilangin suruh hati ati ,tuh kan kena pelet narno
Ridwan01: Kinanti terlalu positif thinking kak🤭🙏
total 1 replies
Ilham
panjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
neni nuraeni
iiih gemes deh moga aja Kinanti dan kaelan di satukan dlm ikatan suci,,,,, iiih dsr aki" peot untung keluarganya kinanti sakti semua
neni nuraeni: sama"🤗
total 2 replies
neni nuraeni
mending kaelan sama Kinanti buat mereka bersatu thor mnjdi psngn halal agar tidak di ggu si narno Mulu,, gedek aku ma aki" peot
neni nuraeni: 👍 deh... lnjut thorr💪💪😁
total 2 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
Nurr Tika
udah iklasin ja maryani ya kael
Ridwan01: Kaelan galau
total 1 replies
Sri rahayu
bapaknya suka sama Kinanti sementara neno suka sama Aini .ga sadar Luh marno udah tua nangka malah suka gadis belia
Ridwan01: Narno sedang puber kedua kak🤭🙏
total 1 replies
Sri rahayu
asik nih duda bisa peluk perawan 😁😁😁
Ridwan01: mantap 🤭🙏
total 1 replies
neni nuraeni
dsr Salbiah edan
neni nuraeni: betul... betul.. betull🤭🤭
total 2 replies
Nurr Tika
duh kunyang datang lagi
Ridwan01: kuyang masih penasaran dia
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!