Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Eros terpaksa menghadiri acara ulang tahun Hyal karena paksaan dari orang tuanya. Acara formal nan megah itu berlangsung sejak sore hari dan terus meriah hingga larut malam. Malam itu, langit di atas kediaman mereka dihiasi oleh purnama yang bersinar sempurna. Namun, kemegahan di dalam ruangan justru terasa mencekam bagi Eros; ia mulai merasa mual saat indranya menangkap campuran aura nafsu, keserakahan, egoisme, dan kemarahan yang menjijikkan dari orang-orang yang berada di dalam ruangan. Tidak tahan dengan atmosfer yang menyesakkan tersebut, Eros akhirnya memutuskan untuk melangkah keluar mencari udara segar.
Saat sedang berjalan menjauh, langkah Eros mendadak terhenti. Indranya menangkap suara rintihan lirih yang anehnya disertai dengan aliran aura murni yang sangat menyejukkan. Didorong oleh rasa penasaran, ia mengikuti sumber suara tersebut hingga ke sudut halaman dan menemukannya—seorang gadis yang sedang meringkuk kesakitan, berusaha menyembunyikan diri di balik rimbunnya semak-semak.
Di bawah cahaya rembulan, rambut emas muda gadis itu tampak berkilau dengan begitu indah. Suara tangisan lirih yang keluar dari bibir sang gadis seketika membuat hati Eros berdenyut perih. Ia juga sempat terkejut saat menyadari betapa lusuh dan longgarnya gaun yang melekat pada tubuh ringkih tersebut. Tanpa ragu lagi, Eros segera menghampiri sang gadis dan mengulurkan tangannya dengan lembut.
Sebulan telah berlalu sejak Eros kembali dari istana Aquamarine. Selama tiga puluh hari itu pula, tidak ada satu malam pun berlalu tanpa Eros memastikan keselamatan gadis itu. Dari atas bangunan tertinggi di desa pesisir, Eros berdiri diam membelah angin malam. Jubah hitamnya berkibar pelan, menyatu sempurna dengan kegelapan malam. Tangannya menggenggam erat tombak sihir miliknya, bukan untuk menyerang, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan.
Matanya yang tajam lurus menatap ke bawah, tertuju pada satu jendela kamar yang lampunya masih menyala temaram—kamar Krystal. Dari titik ketinggian ini, ia bisa melihat bayangan Krystal yang sedang membaca buku di dekat salah satu jendela yang menghadap ke dermaga.
Eros menghela napas panjang, membiarkan uap dingin keluar dari sela bibirnya. Ia tersenyum tipis. Baginya, ini bukan bentuk pengawasan yang mengekang, melainkan sebuah sumpah tak tertulis untuk menjaga. Jika tugas akademi memaksanya pergi dan ia tidak sempat berdiri di sekitar Krystal, ia akan selalu memastikan Mira berada di dekat Krystal. Eros tidak akan membiarkan siapa pun, atau masa lalu apa pun, menyentuh dan menyakiti gadis yang kini telah mengakar di dalam hatinya itu.
Eros sebenarnya bukanlah manusia biasa; ia adalah sang Dewa Nafsu yang bermanifestasi dengan cara merasuki tubuh kosong milik putra bungsu Grand Duke Biov. Dalam balutan fisik bocah berusia 11 tahun tersebut, ia kini terdaftar sebagai murid eksklusif di Akademi Sihir Obsidian yang bergengsi. Meskipun statusnya masih seorang anak-anak, sejak bertemu dengan Krystal, jiwa dewanya menyimpan ambisi besar: ia sedang menyusun rencana matang untuk menyelesaikan seluruh ujian akademi dan lulus lebih awal. Semua itu ia lakukan demi bisa segera keluar dari akademi dan menghabiskan seluruh waktunya untuk mendampingi serta menjaga Krystal.
Identitas rahasia ini pula yang menjelaskan mengapa malam itu Eros begitu menderita saat menghadiri acara pesta ulangtahun Hyal di Istana. Sebagai entitas yang menguasai hasrat, indra dewa Eros justru terpaksa mencium pekatnya aura keserakahan, egoisme, dan kemarahan dari orang-orang yang berkumpul di aula. Rasa muak yang membakar dadanya membuat tubuh 11 tahunnya merasa mual, memaksanya untuk melangkah keluar mencari pelarian.
Hingga akhirnya, takdir membawanya ke balik semak-semak malam itu. Di sana, rintihan kesakitan Krystal memancarkan gelombang aura yang luar biasa murni—sebuah antitesis dari segala kebusukan di dalam aula. Bagi sang Dewa Nafsu yang terjebak dalam tubuh anak-anak, kilauan rambut emas muda Krystal di bawah bulan purnama bukan sekadar pemandangan indah, melainkan awal dari sumpah setianya untuk merawat gadis yang telah disia-siakan oleh keluarganya sendiri.
Setelah Eros menemukan Krystal dan kembali ke kediamannya, ia langsung menceritakan seluruh kejadian itu kepada sang ibu. Kabar mengenai gadis malang yang dibuang keluarganya dengan cepat menyebar ke seluruh anggota keluarga Biov.
Tergerak oleh rasa iba yang tulus, Grand Duchess Biov mengusulkan sebuah ide matang, "Bagaimana kalau kita sediakan sebuah kamar khusus untuknya? Mungkin saja suatu hari nanti dia bersedia tinggal di sini."
Eros menyetujui ide itu dengan antusias. Memanfaatkan ruang dan privasi yang ada, ia diam-diam memindahkan portal sihir yang awalnya terhubung dari lemari pakaian di Istana Aquamarine menuju kamar pribadi Eros, kini di ubah menuju kamar baru Krystal di kediaman Grand Duke Biov.
Selama satu bulan penuh setelahnya, Eros justru selalu bolak-balik memeriksa kamar tersebut. Setiap malam, ia akan berdiri di depan pintu lemari yang menyimpan portal rahasia, menatap dengan binar penuh harap yang cemas sebelum akhirnya ia datang mengawasinya langsung.
Dan kini, penantian panjang itu akhirnya berakhir. Setelah satu bulan penuh didera rasa cemas, Krystal benar-benar melangkah melewati portal dan berada di kamar yang telah dipersiapkan untuknya sejak awal. Sesaat, Eros merasakan gelombang kelegaaan yang luar biasa memenuhi dadanya. Namun, sukacita itu mendadak sirna dan digantikan oleh rasa perih yang menghantam telak ego dewanya saat melihat Krystal berdiri di sana tanpa alas kaki. Jemari kakinya yang pucat tampak gemetar karena harus menyentuh dinginnya lantai marmer.