NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Tidak pernah terpikirkan oleh Sarah bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup.
Seumur hidup, hanya ia habiskan untuk berfoya-foya dan mengajar cinta Marvin yang tak pernah ia miliki hingga akhir hayatnya. Tak segan Sarah mencelakai wanita yang dicintai Marvin, Kayla. Namun di kehidupan sebelumnya, meskipun Sarah sering membawa kesialan dan membuat hidup Marvin dan Kayla menderita, mereka masih berbaik hati memberi Sarah bantuan ketika gadis itu sedang menghadapi masalah ekonomi karena ayahnya yang bangkrut.
Di kehidupan kali ini, Sarah hanya ingin mencoba membahagiakan dirinya sendiri dan melepas cinta pertama yang begitu membekas bagi dirinya.
Tapi siapa yang sangka kehidupan keduanya ternyata lebih rumit daripada yang Sarah bayangkan. Ia ditimpa bertubi-tubi kenyataan yang membuat logikanya tidak lagi berjalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

Sarah berteriak dengan kencang, lalu terbangun dengan keadaan yang tidak baik-baik saja. Keringat yang bercucuran di pelipisnya coba tubuhnya yang terasa dingin.

Tiba-tiba ingatan saat ia jatuh ke sungai kembali menyeruak di kepala gadis itu. Mengingat hal itu nafasnya semakin tidak teratur, ia kemudian mencari inhaler yang selalu ia taruh di nakas samping tempat tidur.

Setelah merasa lebih baik, Sarah lalu menyadari sesuatu.

"Gue selamat?"gumam Sarah sambil menyentuh seluruh tubuh yang masih. Ia lalu menghela napas lega.

Tapi,,,

Kenapa kamar yang dia tempati sekarang begitu familiar?

Sarah kemudian menatap sekelilingnya. Betapa terkejutnya dia melihat isi kamar yang sekarang dia tempati sangat mirip dengan kamarnya yang dulu. Kamar di mana saat dirinya masih menjadi anak orang kaya, sebelum akhirnya ia harus pindah ke rumah yang sangat sederhana.

Perlahan Sarah menyusuri ruangan, ia bernostalgia dengan barang-barang yang ada di kamar itu. Ia kemudian menatap foto yang menampilkan seorang laki-laki yang masih remaja yang sedang memegang bola basket. Laki-laki itu adalah seseorang yang amat sangat Sarah cintai selama hidupnya.

"Marvin," ucap gadis itu dengan lirih.

Ia sangat yakin bahwa kamar ini adalah kamar miliknya. Lalu apa yang terjadi? Sarah sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya saat ini.

Apakah dirinya bermimpi?

Lalu, ia mengambil telepon genggam yang pernah menjadi miliknya dulu di atas nakas.

"2017?"

Sarah menutup mulutnya karena terkejut melihat tanggal yang tertera di ponsel miliknya itu. Dia kembali ke masa lalu? 2017 berarti 8 tahun yang lalu? Apa jangan-jangan ponsel yang dia pegang itu sudah rusak?

Tapi jika benar dirinya kembali ke masa lalu, maka....

Cara berlari dengan kencang menuruni tangga, menuju ke ruang makan. Tiba di ruangan itu, ia menatap seorang laki-laki paruh baya yang terlihat sehat, laki-laki itu sedang makan sembari menetap benda persegi berukuran sedang dengan wajah serius, kemudian pandangannya beralih kepada wanita paruh baya yang sedang menyiapkan makanan.

Sarah yang sedang berdiri tidak jauh dari sana, dengan nafas tersengal-sengal Sarah pun menangis.

"Loh, kok anak mamah nangis pagi-pagi gini?"

Wanita paruh baya itu menghentikan aktivitasnya dan menatap bingung ke arah anaknya yang tiba-tiba menangis sambil berdiri di ujung meja makan. Tidak jauh berbeda, laki-laki paruh baya yang merupakan ayahnya itu pun mengalihkan fokusnya ke arah Sarah.

Sarah langsung berlari kecil ke arah ayahnya dan langsung memeluk laki-laki paruh baya itu dengan erat.

"Aku kangen banget sama papa."

Setelah itu Sarah beralih memeluk ibunya." Aku juga kangen banget sama mama."

"Mamah dan papa juga kangen banget sama kamu. Tumben banget kamu kangen sama mama dan papa sampai nangis begini? Padahal kamu cuma ditinggal satu minggu sama kita. Biasanya kita selalu meninggalkan kamu selama berbulan-bulan, dan kamu terlihat baik-baik saja, "ujar ibunya sembari membalas pelukannya.

Ibunya berpikir Sarah menangis karena mereka meninggalkan Sarah sendirian di rumah selama berminggu-minggu Karena perjalanan dinas.

Sarah kemudian melepas pelukannya dan menatap penuh arti kedua orang tuanya. Ia merasa sangat bersalah karena tidak bisa menolong kedua orang tuanya ketika mereka di seret.

"Udah ah jangan sedih-sedih begini. Sana kamu mandi dulu, nanti papah yang akan antar kamu ke sekolah."ucap papanya membuyarkan lamunan Sarah.

"Hah? Sekolah?" Sarah melongo. Sebenarnya dia telah lulus 7 tahun yang lalu dan dia lupa jika dirinya kembali ke masa lalu. Jadi sekarang ia masih harus pergi ke sekolah?

"Iya, Udah sana mandi cepetan, nanti kamu kesiangan loh!" Ibunya mendorong tubuh Sarah supaya bergegas.

....

Di sinilah Sarah sekarang.

Menatap bangunan besar yang ada di depannya, bangunan tempat di mana dirinya mengenyam pendidikan. Bangunan sekolah yang bisa mempertahankan prestasinya hingga 8 tahun yang akan datang. Namanya SMA antariksa.

Jika dipikir-pikir, saat tahun 2017 dirinya masih menjadi siswa tahun kedua.

"Ya Tuhan!"

Sarah terpetik mengingat bahwa pasti dirinya akan bertemu dengan Marvin dan juga Kayla. Saat ini merupakan masa-masa kritis antara mereka, di mana Sarah selalu membuat ulah kepada keduanya. Entah dirinya yang merundung kedua orang itu, mengerjai mereka, mengajar dan membuat rusuh. Semuanya Sarah lakukan.

Sarah menggeram kesal." Bisa-bisa gila gue!"

Sarah juga sadar saat masa ini dia tidak memiliki teman satupun.

"Apa gue bolos aja kali ya?" Ucap Sarah sambil menjentikkan jarinya. Sepertinya membolos adalah pilihan yang paling tepat saat ini.

Sarah pun berbalik dengan cepat dan tanpa sadar menubruk seseorang yang berjalan di belakangnya.

"Aduh, hidung gue," keluh gadis itu, kemudian mengangkat kepalanya menatap orang yang ada di depannya.

Mata bulat gadis itu terbuka lebar. Tubuhnya tiba-tiba terasa kaku dan suaranya tercekat.

Orang yang dia tabrak ternyata adalah Marvin.

"H-hai." Siapa Sarah dengan kikuk. Jantungnya saat ini berdebar dengan kencang. Baru saja masuk sekolah, sekarang malah langsung bertemu dengan orang yang sangat ingin Ia hindari saat ini.

Marvin hanya menatap Sarah dengan wajah datarnya seperti biasa, tapi terlihat dari ekspresinya laki-laki itu terlihat merasa heran dengan cara Sarah menyapa dirinya yang tidak seperti biasanya. Namun Marvin tidak mau ambil pusing, laki-laki itu pun berjalan melewati Sarah yang terdiam kaku di tempat.

Baru saja Sarah bernafas dengan lega, tiba-tiba datang laki-laki yang sebaya dengannya. Laki-laki itu merangkul leher Sarah.

"Pagi-pagi udah gangguin Marvin aja nih, neng."

"Ih! Dafa lepasin!" Tangan Daffa ditepis oleh Sarah.

"Galak banget sih!"

Sarah merapikan rambutnya yang berantakan, kemudian ingin melanjutkan rencana bolosnya. Nama laki-laki tangannya ditahan oleh laki-laki menyebalkan yang satu ini.

"Eh mau ke mana lo? Kelas kan ke arah sana, bukan ke situ." Ujar laki-laki itu sambil menunjuk ke arah kelasnya.

"Gue ma-"

Belum sempat Sarah menyelesaikan ucapannya, Daffa sudah terlebih dahulu menarik tangannya." Udah ah, kita ke kelas nanti telat masuk!"

Sarah akhirnya pasrah saja ketika laki-laki itu menyeretnya untuk masuk ke dalam kelas. Padahal Sarah berniat untuk tidak masuk kelas hari ini.

Baik dulu maupun sekarang, Daffa memang selalu menyusahkan hidupnya.

Daffa merupakan sahabat Marvin yang paling menentang hubungannya dengan Marvin. Laki-laki itu tidak membenci Sarah, hanya tidak suka saja. Laki-laki itu juga selalu menjodohkan Marvin dengan Kayla. Seperti saat ini contohnya, Daffa menyeretnya masuk ke dalam kelas bukan karena laki-laki itu peduli, tapi laki-laki itu mencegah Sarah untuk tidak berbuat sesuatu pada Kayla maupun Marvin.

...

Sarah menatap kosong papan tulis yang menampilkan angka-angka dan huruf yang sama sekali tidak dirinya mengerti.

"Baik semuanya, untuk hari ini materinya sudah cukup. Ingat untuk mengerjakan soal yang ibu berikan tadi. Pelajaran berikutnya tugas itu akan ibu periksa."

Setelah guru matematika itu pergi, Sarah baru bisa bernafas dengan lega. Ia kemudian merenungi kebodohannya selama ini.

Sarah telah menyadari sesuatu, setelah melewati dua mata pelajaran dia sadar bahwa dirinya tidak mengerti apapun mengenai materi pembelajaran yang disampaikan guru.

Suara perutnya membuyarkan pikirannya, membuat Sarah bangkit dari kursinya menuju ke kantin. Tanpa Sarah sadari, sadari tadi Daffa dan Alvian memperhatikannya.

"Daf, tumben banget Sarah nggak gangguin lo?"tanya Avian keheranan.

"Iya ya, biasanya kalau di kelas dia yang selalu bikin rusuh," jawab Daffa sama herannya.

Marvin hanya mengadakan bahu tidak peduli, laki-laki itu pun bangkit dan pergi menuju kantin.

"Mau ke mana lo?"tanya Daffa sembari menyusul langkah Marvin.

Alvian yang merasa ditinggalkan pun ikut bangkit dan menyusul kedua temannya.

Sedangkan Sarah yang sudah sampai di kantin, saat ini sedang antri bersama murid-murid yang lain. Hal itu mengundang bisikan-bisikan dari orang-orang di sekitarnya, mereka bingung melihat Sarah yang mengantri makanan.

Di kehidupan sebelumnya, selama bersekolah di SMA ini Sarah memang tidak pernah mengantri untuk membeli makanan. Dia pasti akan menyuruh orang lain untuk memesan makanannya. Oleh karena itu, orang-orang saat ini heran melihat Sarah ikut antri dengan yang lain.

Sarah yang sedari tadi sadar bahwa orang-orang memperhatikannya, ia hanya diam dan tidak mau ambil pusing. Ia tetap ikut mengantri meskipun tatapan-tatapan itu tidak nyaman baginya.

"Bu, mie ayam satu, banyakin sayurnya dan gak pedas."

Setelah mengambil pesanannya, Sarah kemudian berjalan menuju meja yang masih kosong. Ia kemudian menikmati makanannya dengan nyaman. Jujur saja, di kehidupan sebelumnya saat dirinya jatuh miskin, Sarah menjadi lebih menghargai uang dan makanan meskipun sifat biadabnya untuk mendapatkan Marvin tidak berubah.

Setelah dipikir-pikir, dulu Sarah hidup hanya untuk berfoya-foya. Ia tidak mau berkuliah atau melakukan hal-hal lain yang bermanfaat selain bermain. Di kehidupan keduanya saat ini Sarah ingin serius dalam menentukan jalan hidupnya.

Jadi, sebelum memikirkan hal itu. Sarah harus mengisi perutnya terlebih dahulu.

Baru saja ia ingin melahap makanannya. Kehadiran Marvin dan teman-temannya mengundang perhatian seisi kantin. Bagaimana tidak, Marvin dan teman-temannya merupakan murid yang cukup populer di sekolah.

Melihat mereka, Sarah segera mengalihkan pandangannya ke arah lain, berharap mereka tidak melihat keberadaan Sarah.

Sarah tidak ingin bertemu dengan Marvin, karena itu Sarah segera bangkit meninggalkan meja yang dia tempati sembari membawa mie ayamnya. Tapi naas, karena kecerobohannya ia menabrak seseorang. Dan sialnya orang yang dia tabrak adalah Kayla.

"Aduh, panas!" Pakai Kayla sambil menepuk-nepuk bajunya yang tersiram kuah mie ayam.

"Lo apa-apaan sih?! Lo sengaja kan numpahin kuah mie ayam ke Kayla?" Teriak Tamara dengan kesal sambil mendorong bahu Sarah.

Teriakan Tamara yang menggelegar, membuat atensi penghuni kantin beralih ke arah mereka.

Sarah panik, dia tidak bermaksud untuk menumpahkan kuah mie ayam ke arah Kayla. Buru-buru Sarah mengeluarkan tisu dari kantong bajunya dan memberikannya kepada Kayla.

"Maaf, gue gak sengaja." Ucap Sarah dengan tulus.

"Halah, nggak usah akting lo!" Ujar Tamara dengan sarkas, ia kemudian mendorong tubuh Sarah hingga terhempas dan jatuh ke lantai. Inhaler yang ada di kantong bajunya pun ikut terlempar saking kerasnya Sarah terjatuh.

"Tamara!"tegur Kayla yang tidak habis pikir dengan perilaku kasar temannya itu. Segera Kayla membantu Sarah untuk berdiri.

"Lo apaan sih?!" Kini Sarah yang tersulut emosi menunjuk-nunjuk Tamara.

"Apa?! Lo sengaja kan numpahin kuah itu ke Kayla?!" Ujar Tamara dengan emosi.

"Lo budek ya?! Gue bilang nggak sengaja!"ujar Sarah tidak mau kalah.

Daffa yang melihat keributan itu segera menghampiri mereka. "Udah cukup jangan berantem lagi!"

"Minggir lo, jangan ikut campur ya!"ujar Sarah kesal.

"Awas ini urusan gue sama dia!" Teriak Tamara.

Mereka berdua pun berusaha saling menggapai dengan Daffa yang berada di tengah-tengah keduanya. Sehingga terjadilah aksi jambak-jambakan antara Sarah dan Tamara, dengan Daffa yang menjadi korban keduanya.

1
Queen AL
baru satu bab, bab berikut2nya jangan pake gue lo thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!