NovelToon NovelToon
Gara-gara Cinta Yang Mendua

Gara-gara Cinta Yang Mendua

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh / Cintapertama
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Dikhianati. Ditinggalkan. Dipisahkan dari anaknya.

Sekar kehilangan segalanya karena cinta yang mendua.

Saat ia bangkit dan menemukan dirinya kembali, seseorang dari masa lalu hadir, membawa kesempatan kedua yang tak pernah ia duga.

Tapi setelah semua yang terjadi
masih beranikah Sekar mencintai lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1

Sekar selalu percaya bahwa rumah tangga bukan hanya tentang cinta, melainkan tentang pengabdian. Tentang bagaimana seseorang memilih untuk tetap tinggal, tetap bertahan, bahkan ketika lelah mulai menggerogoti dari dalam.

Sejak awal pernikahannya dengan Aji, Sekar telah menempatkan dirinya sebagai pusat keseimbangan dalam rumah kecil mereka, mengurus segala hal yang tampak maupun yang tak terlihat, memastikan semuanya berjalan tanpa cela.

Ia bangun lebih pagi dari siapa pun, menyiapkan kebutuhan suami dan anaknya, mengantar Sea ke sekolah, lalu kembali memastikan rumah tetap hangat ketika mereka pulang. Semua itu ia lakukan tanpa pernah merasa terbebani, karena bagi Sekar, Aji adalah tujuan dari semua pengorbanannya. Rumah itu adalah dunia yang ia pilih, dan ia menjalaninya dengan sepenuh hati.

Namun, seperti retakan halus pada kaca yang tak langsung terlihat, perubahan itu datang perlahan. Awalnya hanya berupa hal-hal kecil yang nyaris tak berarti, Aji yang pulang lebih larut dari biasanya tanpa penjelasan panjang, ponsel yang lebih sering ia balikkan layarnya, serta percakapan yang mulai terasa singkat dan dingin.

Sekar menyadari semuanya, tentu saja ia sadar, tetapi seperti banyak perempuan yang terlalu mencintai, ia memilih untuk mengabaikan firasatnya sendiri. Ia meyakinkan dirinya bahwa ini hanya fase, bahwa tekanan pekerjaan sedang membuat Aji berubah, dan bahwa semua akan kembali seperti semula jika ia cukup bersabar.

Kabar tentang penurunan usaha Aji datang seperti badai yang pelan tapi pasti. Tekanan finansial mulai merambat ke dalam rumah tangga mereka, mengubah suasana yang dulu hangat menjadi penuh ketegangan yang tak kasat mata.

Aji menjadi lebih mudah marah, lebih cepat tersinggung, dan lebih sering diam dalam waktu yang lama.

Sekar melihat semuanya dengan jelas, merasakan setiap perubahan itu menempel di dinding rumah mereka, tetapi sekali lagi ia memilih untuk tidak mundur. Ia tidak ingin menjadi beban tambahan. Ia ingin menjadi penopang.

Maka pada suatu malam, dengan suara yang tenang namun penuh tekad, Sekar menawarkan bantuan. Ia tahu Aji bukan tipe lelaki yang mudah menerima campur tangan, apalagi dari istrinya sendiri. Namun Sekar tetap mencoba, bukan karena ia merasa lebih mampu, melainkan karena ia merasa bertanggung jawab.

Pernikahan, baginya, bukan tentang siapa yang lebih kuat, tetapi tentang siapa yang bersedia tetap berdiri ketika yang lain mulai goyah. Meski sempat ditolak dengan dingin, pada akhirnya Aji membiarkan Sekar ikut terlibat. Dan sejak saat itu, hidup Sekar berubah.

Hari-harinya menjadi lebih panjang dan melelahkan. Ia membagi dirinya di antara dua dunia yaitu rumah dan pekerjaan, tanpa pernah benar-benar beristirahat. Pagi ia tetap menjadi ibu dan istri, siang hingga malam ia berubah menjadi sosok profesional yang harus menghadapi tekanan yang sama beratnya dengan Aji.

Ia lelah, sangat lelah, tetapi ia menelan semuanya sendirian. Dalam benaknya hanya ada satu keyakinan: semua ini akan membaik, dan suatu hari nanti mereka akan melihat ke belakang dan menyadari bahwa perjuangan ini tidak sia-sia.

Namun Sekar lupa satu hal, tidak semua yang diperjuangkan akan tetap menunggu untuk diselamatkan.

Hari itu seharusnya menjadi hari yang sederhana. Rapat yang ia hadiri dibatalkan secara mendadak, memberinya waktu pulang lebih cepat dari biasanya. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Sekar merasakan keinginan kecil yang nyaris asing, ia ingin memberi kejutan untuk Aji. Bukan sesuatu yang besar, mungkin hanya makan malam sederhana atau sekadar duduk bersama tanpa membicarakan pekerjaan. Ia ingin mengingat kembali bagaimana rasanya menjadi pasangan, bukan sekadar rekan dalam tekanan hidup.

Namun begitu ia melangkah masuk ke dalam rumah, ada sesuatu yang terasa berbeda. Rumah itu terlalu sepi. Lampu ruang tengah menyala redup, tetapi tidak ada suara televisi, tidak ada langkah kaki, tidak ada tanda bahwa seseorang sedang menunggunya. Sekar memanggil nama Aji dengan pelan, berharap mendengar jawaban seperti biasanya, tetapi yang ia dapatkan hanyalah keheningan yang terasa ganjil. Perlahan ia melangkah lebih dalam, mencoba menepis perasaan aneh yang mulai merayap di dadanya.

Lalu ia mendengarnya. Sebuah suara yang tidak seharusnya ada di rumah itu. Tawa. Lembut, samar, tetapi jelas berasal dari seorang perempuan.

Langkah Sekar terhenti seketika. Dadanya terasa sesak tanpa alasan yang bisa ia jelaskan. Ada sesuatu dalam dirinya yang langsung memahami, tetapi ia menolak untuk percaya. Dengan langkah yang kini terasa berat, ia mendekati sumber suara itu. Pintu kamar mereka tidak tertutup rapat, sedikit terbuka, seolah sengaja meninggalkan celah untuk sebuah kenyataan yang tak bisa disangkal.

Dan dari celah itulah, dunia Sekar runtuh.

Di dalam sana, Aji, lelaki yang selama ini ia cintai, ia perjuangkan, ia jadikan pusat hidupnya, sedang bersama perempuan lain. Bukan sekadar kebersamaan biasa, melainkan pengkhianatan yang begitu nyata, begitu dekat, begitu menghancurkan. Mereka memadu kasih layaknya suami istri di kamar putrinya.

Sekar tidak berteriak. Ia tidak menangis. Ia bahkan tidak mampu bergerak. Tubuhnya membeku, seakan seluruh sarafnya berhenti berfungsi di saat yang bersamaan.

Perempuan itu bukan orang asing. Mila.

Asistennya sendiri. Seseorang yang selama ini ia percaya, yang ia beri pekerjaan ketika sulit mendapatkan pekerjaan, yang kehadirannya tidak pernah ia curigai sedikit pun. Ironisnya terasa begitu tajam, di saat Sekar sibuk membantu menyelamatkan kehidupan Aji di luar sana, Aji justru menghancurkan hidupnya di dalam rumah yang mereka bangun bersama.

Lantai terasa goyah di bawah kakinya, napasnya menjadi berat, tetapi tetap saja tidak ada air mata yang jatuh. Hanya ada kehampaan yang perlahan mengisi dirinya, menggantikan semua perasaan yang seharusnya muncul.

Dan untuk pertama kalinya sejak pernikahan itu dimulai, Sekar menyadari bahwa ia mungkin telah kehilangan segalanya, bahkan jauh sebelum hari ini datang.

***

Sekar tidak tahu berapa lama ia berdiri di sana, membeku di ambang pintu yang terbuka setengah. Waktu seolah berhenti, atau mungkin justru berjalan terlalu cepat hingga ia tak mampu mengejarnya. Yang ia tahu, sesuatu dalam dirinya runtuh tanpa suara, bukan seperti kaca yang pecah keras, melainkan seperti bangunan tua yang perlahan ambruk karena terlalu lama menahan beban.

Namun kali ini, Sekar tidak mundur.

Ia mendorong pintu itu. Perlahan. Tanpa tergesa. Seolah ia ingin memberi kesempatan terakhir pada kenyataan untuk berubah.

Tapi tidak ada yang berubah.

Aji dan Mila menoleh hampir bersamaan. Wajah mereka sama-sama terkejut, meski dengan cara yang berbeda. Aji terlihat seperti seseorang yang ketahuan melakukan kesalahan, sementara Mila hanya terdiam, tetapi tidak benar-benar terlihat bersalah.

Dan di situlah sesuatu dalam diri Sekar akhirnya retak sepenuhnya. Bukan karena apa yang ia lihat. Tapi karena apa yang tidak ia lihat yaitu penyesalan.

“Aku ganggu?” Suara Sekar terdengar asing bahkan di telinganya sendiri. Tenang. Datar. Nyaris tanpa emosi.

Aji segera bangkit, wajahnya berubah tegang. “Sekar, ini bukan seperti yang kamu pikirkan.”

1
Uthie
Duhhhhh...susah banget sihhh buat mereka bersatu nya 😭😭😭
Uthie
masih konflik soal Anak 😌
Uthie
Duhhhhh... konflik nya masih aja terus di urusan "Sea" melulu dehhhh.....
dan berulang terus kejadiannya.. dari Sekar di sakiti si Aji & Mila.. terus berusaha legowo demi kepentingan Sea.. dan terus aja MAU di manfaatin terus sama si Aji dan keluarga nya atas nama Sea.....
yg ada malah gampang di bodohin melulu 😤

Saat tersakiti, terus bangkit, tapi ujung-ujungnya mau aja terus di gituin lagiiii.... hadeuhhhh.. cape bacanya juga bolak-balik terus demi kepentingan nya Sea 🤦‍♀️🤣
Uthie
si Sekar emang nyeyel sihhh di kasih Tauin sama ibunya berulang kali selalu gak ada mau dengar nya 😤😡😡😡
Uthie
Sekar terlalu lembek.. gak bisa tegas 😤😡
Uthie
mantan kurang ajar itu 😡
Uthie
Ahhhhh.... Sekar-Sekar... kalau mahhhh kau akan masuk dalam lubang kehidupan di keluarga Toxic itu lagiii 😤😡
Uthie
Yaaa... Damar malah menjauh ☹️
Uthie
Yeayyyy

.Damar 🤩🤗
Uthie
Cieee😁
Uthie
cinta yg sejati kadang hadir bukan dr cover yg terlihat bagus di awal 👍😁
Uthie
semoga jodoh 👍😁🤗
Uthie
Bagusssss 👍👍👍👍
Uthie
Bagussss Sekar 👍😡
THAILAND GAERI
maaf Thor...aq nyesel baca novel,,Sekar bodoh ga ketulungan,,ga ada greget nya sedikit pun terlalu monoton..maaf ,,tp ini ide othor sendiri..selamat menulis novelnya
THAILAND GAERI
ni Sekar JD org kok goblok banget ya...lawan kek maki kek,,mana ada org diinjak diam aja..
Uthie
semoga si Aji nyesel dibuat nyesel melepas istri sebaik Sekar👍😡
Uthie
Langsung sukkkaa cerita genre Pengkhianatan yg selalu menarik disimak 👍👍👍👍👍👍👍
Uthie
kasian nya 😢
Uthie
dasar laki-laki yg bisa nya cuma mencari kebenaran untuk dirinya aja 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!