NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Beda Usia
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Dita, siswi kelas 12 SMA, harus menerima nasib pahit ketika ayahnya yang terlilit hutang dan terbaring sakit memaksanya menikah dengan Arjuna, seorang polisi duda beranak satu.

Pernikahan itu dijadikan tebusan atas kecelakaan yang melibatkan Arjuna dan membuat ayah Dita kritis.

Meski tak sepenuhnya bersalah, Arjuna menyetujui pernikahan tersebut demi menebus rasa bersalahnya. Di tengah perbedaan usia dan penolakan putri Arjuna terhadap ibu sambungnya yang masih belia, Dita dan Arjuna harus menghadapi ujian besar untuk mempertahankan rumah tangga mereka.

Apakah cinta diantara mereka akan tumbuh, atau pernikahan itu berakhir dengan perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpaksa menikah

Dita menatap ayahnya dengan mata bergetar. Air matanya jatuh tanpa bisa ia bendung. Dunia yang ia kenal runtuh dalam sekejap di satu sisi, ia baru saja menyelesaikan mimpinya di lapangan, di sisi lain, ia dipaksa menerima kenyataan yang begitu berat.

"Ayah jangan bercanda seperti ini." suaranya lirih, nyaris tak terdengar.

 "Dita masih sekolah, Dita belum siap menikah…."

Pak Indra tersenyum lemah. Tangannya yang dingin menggenggam tangan putrinya.

"Nduk….. waktu Ayah tidak banyak, Ayah tidak akan meminta ini kalau bukan karena terpaksa kamu dalam bahaya, hanya dia yang bisa melindungimu."

"Tapi Ayah..."

"Dita..…" potong Tante Elsa dengan suara bergetar. Ia memegang bahu gadis itu, mencoba tegar meski air matanya terus mengalir. "Turuti keinginan Ayahmu…. ini permintaan terakhirnya…"

Dita menoleh, menatap wanita yang selama ini menjadi ibu tirinya, namun selalu menyayanginya seperti anak kandung sendiri. Di mata Tante Elsa, ia melihat kepasrahan…. dan ketakutan.

Perlahan, Dita menoleh ke arah Arjuna.

Pria itu berdiri kaku. Wajahnya tegas, tapi sorot matanya menyimpan keraguan yang dalam.

" Apa.… Anda benar-benar mau menikahi saya?" tanya Dita pelan.

Arjuna menarik napas panjang. "Saya sudah berjanji kepada Ayahmu," jawabnya tegas, meski suaranya sedikit tertahan. "Saya akan bertanggung jawab."

Jawaban itu tidak hangat.… tidak juga dingin. Tapi cukup untuk membuat Dita menutup matanya sejenak.

Air matanya kini kembali terjatuh.

"Baik, Yah.…" akhirnya ia berkata lirih. " Kalau itu bisa membuat Ayah tenang…. Dita mau.…"

Pak Indra menghembuskan napas lega. Senyum tipis terukir di wajahnya yang pucat.

"Terima kasih.… Nduk…."

Tante Elsa segera bergerak cepat, meski tangannya gemetar. Ia keluar ruangan, menelepon seseorang dengan suara terburu-buru.

'Pak.… tolong datang ke rumah sakit sekarang.… ini darurat…. kami butuh penghulu.…”

Waktu terasa berjalan lambat, namun juga begitu cepat.

Tak lama kemudian, seorang penghulu datang. Suasana ruang IGD yang dingin berubah menjadi sakral. Beberapa perawat dan dokter hanya bisa menyaksikan dengan haru.

Dita duduk di samping ranjang ayahnya, masih mengenakan seragam mayoret. Wajahnya pucat, matanya sembab.

Di hadapannya, Arjuna ia duduk tegak.

Tangannya masuk ke dalam saku dompet. Ia membukanya secara perlahan.

Hanya ada beberapa lembar uang di dalamnya karena ia belum sempat mengambil uang miliknya di ATM.

"Lima ratus ribu rupiah, semoga ini cukup"

Ia menatap uang itu cukup lama.

"Mas kawin.…" gumamnya pelan.

Pikirannya melayang.

Wajah seorang wanita muncul di dalam benaknya, yakni mendiang istrinya. Lalu wajah seorang anak perempuan kecil yang tersenyum manja.

'Maafkan Ayah.…'batinnya. 'Ayah.… Terpaksa menikah lagi…. tanpa kamu tahu.…’

Dadanya Arjuna terasa sesak.Namun ia kembali menguatkan diri. Ini adalah janji.

Dan janji harus ditepati.

*

*

Prosesi ijab Kabul pun akhirnya dimulai.

Penghulu itu mengangguk pelan, lalu menatap Arjuna.

"Saudara Arjuna Prasetyo Diningrat, apakah Anda siap?"

Arjuna menarik napas panjang.

" Siap." jawabnya mantap

Tante Elsa duduk di dekat Dita, menggenggam tangannya erat.

"Yang kuat ya, Nak.…" bisiknya berusaha menenangkan

Dita hanya mengangguk pelan.Tangisnya belum berhenti.

Dengan suara lantang, Arjuna mengucapkan ijab kabul.

"Saya terima nikahnya Dita binti Indra Wijaya dengan mas kawin berupa uang sebesar lima ratus ribu rupiah, dibayar tunai."

Hening.

Seolah waktu berhenti.

"SAH!" ucap penghulu tegas.

Air mata langsung jatuh dari mata Dita.Ia kini…. Telah menjadi seorang istri.

Di saat yang sama, Pak Indra tersenyum.

Tangannya yang lemah bergerak, mencari tangan putrinya.

"Putriku….." suaranya sangat pelan, nyaris seperti bisikan angin. " Maafkan Ayah…. karena tidak bisa melindungimu lagi…."

Air mata Dita mengalir semakin deras.

"Ayah jangan pergi…. Dita mohon Yah..."

Pak Indra menoleh lemah ke arah Arjuna.

" Jaga dia..… Nak…." ucapnya dengan nafas yang berat dan sedikit tersengal.

Arjuna menunduk hormat. " Saya janji akan menjaganya, Pak."

Pak Indra pun tersenyum damai.

"Dan kamu, Nduk.… berbahagialah…. bersama Nak Arjuna…"

Kini napasnya Pak Indra mulai melemah.

Semua orang di ruangan itu menahan napas.

Dan…

Perlahan…

Hembusan napas terakhir itu pun pergi.

Monitor berdetak panjang.

"AYAAAAAAH!!!"

Jeritan Dita menggema di seluruh ruangan.

Ia memeluk tubuh ayahnya yang kini tak lagi bernyawa.

Tangisnya pecah tanpa kendali.

Tante Elsa ikut terisak, ia jatuh terduduk di lantai.

Arjuna berdiri kaku.

Namun melihat Dita yang hancur, ia akhirnya melangkah maju.

Dengan ragu.… ia menepuk bahu gadis itu.

" Sudah.…" ucapnya pelan.

Dita justru semakin menangis.

" Ayah pergi.… Ayah ninggalin Dita…."

Arjuna terdiam sejenak.

Lalu, dengan hati yang berat…. ia menarik Dita ke dalam pelukannya.

Canggung.

Kaku.

Namun hangat.

"Mulai sekarang.… kamu tidak sendiri,” katanya pelan.

Dita menangis di dadanya, ia melingkarkan kedua tangannya di atas pinggangnya Arjuna yang kini telah menjadi suaminya.

Dan di tengah duka yang mendalam itu.…

Sebuah ikatan baru telah terbentuk.

Ikatan yang lahir dari janji…. dari kehilangan…. dan dari takdir yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

*

*

Langit sore tampak muram, seolah ikut berduka.

Ambulans yang membawa jenazah Pak Indra melaju perlahan menuju rumah duka. Di dalamnya, suasana hening begitu menyesakkan. Dita duduk diam di samping tubuh ayahnya yang telah tertutup kain putih, tangannya menggenggam erat ujung kain itu, seolah tak ingin melepaskan.

Di sebelahnya, Tante Elsa terus terisak pelan.

Sementara itu, Arjuna duduk di kursi depan, menatap kosong ke jalanan. Rahangnya mengeras, pikirannya penuh.

Dengan satu tangan, ia mengambil ponselnya.

"Selamat sore, Komandan," ucapnya tegas saat panggilan tersambung. "Izin melaporkan, hari ini saya tidak bisa bertugas."

Suara di seberang terdengar heran. "Tidak bisa bertugas? Anda sakit, Jun?"

"Tidak, Komandan. Ada keperluan keluarga yang mendesak.'

Suasana mendadak hening sejenak.

" Ini mendadak sekali. Anda tidak pernah seperti ini sebelumnya."

" Saya paham, Komandan. Tapi kali ini.… saya benar-benar harus izin."

Nada suara Arjuna tetap tenang, tapi berat.

" Baik. Izin diberikan. Tapi saya tunggu laporan lengkapnya nanti."

" Siap, Komandan."

Telepon pun akhirnya ditutup.

Di Markas Kepolisian, suasana langsung ramai.

" AKBP Arjuna izin mendadak?" bisik salah satu anggota.

"Serius? Dia itu paling disiplin," sahut yang lain.

" Jangan-jangan ada kasus besar yang dia tangani diam-diam…."

"Ah, nggak mungkin. Dia itu selalu transparan."

Berbagai spekulasi bermunculan.

Nama Arjuna memang bukan nama biasa di markas. Ia dikenal tegas, disiplin, dan hampir tak pernah absen.

Namun hari ini semuanya telah berbeda.

*

*

Ambulans akhirnya berhenti di depan rumah duka.

Tangisan pecah begitu pintu dibuka.

Para tetangga yang sudah menunggu langsung berdatangan, membantu mengangkat jenazah ke dalam rumah.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…."

" Pak Indra orang baik…."

"Ya Allah, cepat sekali perginya…."

Suasana rumah duka kini penuh isak tangis.

Dita turun perlahan. Kakinya terasa lemas, tapi ia tetap berjalan masuk. Matanya kosong.

Arjuna berdiri tak jauh darinya, memperhatikannya.

Canggung.

Namun ia tetap mendekat, menjaga jarak yang sopan.

Di dalam rumah, jenazah Pak Indra dibaringkan di ruang tengah. Tangis kembali pecah.

Dita langsung berlutut di samping ayahnya.

"Ayah.… Dita pulang…. Ayah bangun.…" suaranya pecah. Tak ada jawaban. Hanya keheningan yang menusuk.

Tante Elsa memeluk bahu Dita, ia pun ikut menangis.

Beberapa saat kemudian, para pelayat mulai berdatangan.

Rumah sederhana itu dipenuhi orang.

Arjuna berdiri di sudut ruangan, ia masih mengenakan seragamnya. Beberapa orang mulai meliriknya, berbisik-bisik sesuatu.

"Itu polisi yang tadi di rumah sakit…."

"Katanya sekarang sudah menjadi suaminya Dita.…"

"Cepat sekali…."

Arjuna pun mendengar semuanya. Tapi ia memilih diam.

Di sudut lain, Dita duduk termenung.

Matanya merah, tapi kini lebih tajam.

Ia menoleh ke arah Tante Elsa.

"Tan.…" suaranya pelan, tapi penuh tekanan. "Sebenarnya…. apa yang terjadi sama Ayah?"

Tante Elsa terdiam sejenak.

Lalu menghela napas panjang.

"Ayahmu.… dikejar dua orang preman.…" ucapnya pelan. "Katanya karena masalah tertentu.… Tante juga belum tahu jelas."

Dita menegang.

"Lalu?"

"Ia lari…. sampai ke jalan besar.… dan hampir tertabrak mobil patroli polisi.…"

Dita langsung menoleh ke arah Arjuna yang berdiri di kejauhan.

Tatapannya kini telah berubah.

"Polisi itu.… dia?" tanyanya pelan.

Tante Elsa mengangguk dalam. "Iya. Tapi justru Nak Arjuna yang menyelamatkan Ayahmu. Kalau tidak ada dia, mungkin..."

"Oh.…" potong Dita.

Nada suaranya berubah menjadi dingin.

" Oh, jadi ini alasannya…." ia tertawa kecil, pahit. "Ini yang menyebabkan dia mau menikahi aku?"

Tante Elsa mengernyit. " Maksud kamu apa, Dit?"

" Karena merasa bersalah," lanjut Dita, suaranya bergetar menahan emosi. " Karena hampir menabrak Ayah, jadi dia cari jalan aman. Menikahi aku.… supaya bebas dari tanggung jawab hukum."

Tangannya kini mengepal erat.

Matanya berkaca-kaca, tapi penuh amarah.

"Bukan seperti itu, Dita!" bantah Tante Elsa cepat. " Justru Nak Arjuna yang menyelamatkan Ayahmu!"

Dita menggeleng keras.

" Tan, kita tidak tahu kejadian sebenarnya seperti apa di lokasi," balasnya tajam. " Itu hanya cerita dari polisi. Bisa saja dia memutarbalikkan fakta untuk melindungi dirinya sendiri!"

Tante Elsa kini terdiam. Ia tak menyangka Dita akan berpikir sejauh itu.

"Sudahlah, Dita…." ucapnya lelah. " Jangan memperpanjang masalah ini. Kamu tahu dia itu siapa? Dan sekarang.… dia adalah suamimu."

Kata-kata itu menggantung di udara.

Dita tersenyum miring dan pahit. Ia menoleh lagi ke arah Arjuna.

Pria itu masih berdiri tegap, wajahnya tenang…. seolah tak terjadi apa-apa.

Namun di mata Dita, semuanya berubah.

‘Akan aku balas semua perbuatanmu, Arjuna…’ batinnya dingin.

‘Kau yang telah menyebabkan Ayahku meninggal…’

Tangannya mengepal semakin erat.

‘Akan ku buat kau menyesal… karena telah berani menikahi ku.’

Di sisi lain ruangan, Arjuna berdiri diam.

Tatapannya sempat bertemu dengan Dita.

Ada sesuatu yang berbeda di mata gadis itu.

Dingin. Penuh luka. Dan… kebencian.

Arjuna mengernyit kecil.

"Sepertinya.… ini tidak akan mudah.…" gumamnya pelan.

Ia menarik napas panjang. Takdir telah mengikat mereka.

Namun jalan yang harus mereka lalui baru saja dimulai.

Bersambung...

1
Nar Sih
sabar dita ,jgn terpancing dgn ulah si maudy ,semagatt kmu pasti bisa
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😊
total 1 replies
Nar Sih
punya istri yg masih kecil emang butuh kesabaran exra ya juna tpi ...yakin lah suatu saat dita pasti luluh💪
neny
eh ulat keket,,dasar ya gk tau diri,,udh gk dianggap jg masih ajh terus berharap,,alhamdulillah dita sdh mendengar apa yg dikatakan juna kpd maudy,,,walaupun dia menepis nya,,tp yg penting dia adh tau,,bahwa juna melakukan itu krn crmburu,,lanjut akak,,pengen tau apa lg yg akan di lakukan c ulat keket itu
neny: ashiyap🤍
total 2 replies
dyah EkaPratiwi
bener2 ya si Maudy minta di jambak
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Curse//Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
mom kayara
keren
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
Teh Euis Tea
pakpol jgn cemburu, dita udah jd milikmu dan aga udah sm aku🤭🤭🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: oalah... betul.. betul... betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
neny
selesai kan masalah dengan kepala dingin juna,,semua pasti ada solusi nya,,smg dita mendengar apa yg diucapkan juna kpd maudy,,dan bs mempertimbangkan knp juna bs sebrutal itu,,lanjut akak😘
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😁
total 1 replies
Nar Sih
cemburu bisa merubah semua nya ,dan pasti hbis ini dita marah dgn mu juna
Patrick Khan
ah visualnya😂😂😂😂😍😍
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good/😉😉
total 1 replies
neny
cemburu membutakan segala nya,,dengan sikap juna seperti ini kemungkinan akan membuat dita terluka,,hrs nya juna tanya baik2,,cepet minta maaf juna,,jng bikin dita kecewa sm km,,ayo dita ceritakan semua nya,,jng ada dusta,,biar juna bs melindungi mu dr c mod mod itu,,lanjut akak😘
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😁
total 1 replies
Arum Dyah
kalah star kau mody... juna sudah lebih tau dluan.. tinggal km yg akan malu sendiri dihadapan keluarga juna..
dyah EkaPratiwi
😭😭😭 Dita pasti syok
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: buanget kak 😔
total 1 replies
Teh Yen
Arjuna hanya cemburu yah kan Dnegan begitu dia ingin menjelaskan bahwa Dita hanya miliknya bukan begitu kan mas Juna
skrng saatnya hempaskan itu c ulat bulu Maudy jauh jauh Juna
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😉
total 1 replies
Nar Sih
semagatt dita 💪jalani sja takdir mu jdi istri yg baik juga mungkin kmu bisa lanjut kuliah dan pasti suami mu mengizin kan
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😉
total 1 replies
Nar Sih
seperti nya kmu mesti bljar buat lebih dkt dgn siena ya dita
Ariany Sudjana
Dita kamu jangan egois, kamu sudah menikah, saatnya kamu buka hati untuk suami kamu Arjuna, dan tutup semua masa lalu kamu dengan Arga
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Naffa Azlina Azlina
dita... udah jangan ketus " lagi sama suami nya dosa
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good//Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!