NovelToon NovelToon
Aku Terlempar Ke Zaman Kuno Jadi Ibu Jahat

Aku Terlempar Ke Zaman Kuno Jadi Ibu Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Aruna tidak pernah menyangka pekerjaannya sebagai editor akan membawanya masuk ke dalam kengerian zaman kuno. Setelah kecelakaan fatal, ia terbangun sebagai Lady Ratri, wanita bangsawan yang namanya identik dengan kekejaman. Tubuhnya rongsok, tenggorokannya terbakar racun. Arel, yang selama ini ia siksa memusuhinya.

​Di dunia barunya, Aruna tidak punya kawan. Suami jenderalnya menganggapnya sampah. Namun, sebuah layar transparan muncul Sistem Karma Ibu. Setiap tindakan baiknya pada Arel memberikan poin untuk bertahan hidup, sementara kekejaman akan mempercepat kematiannya.

Aruna harus memutar otak. Ia harus menjinakkan Arel yang sudah terlanjur trauma, menghadapi Lady Selina yang manipulatif, dan bertahan dari degradasi fisik.

Ini bukan sekadar cerita tentang tobat, tapi tentang perjuangan berdarah seorang wanita yang mencoba mencintai di tempat yang hanya mengenal benci. Bisakah Aruna mengubah takdir Ibu Jahat menjadi pelindung tangguh sebelum rahasia identitas aslinya terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 - Luka yang Berbicara

​Lantai batu yang dingin terasa seakan menyedot sisa-sisa kehangatan dari tubuh Aruna yang sudah lemah. Di depannya, Jenderal Arvand berdiri seperti dewa kematian, dengan pedang yang setengah terhunus memantulkan cahaya obor yang bergoyang tertiup angin dari pintu yang terbuka. Aruna bisa mencium bau besi dari pedang itu, bau yang mengingatkannya bahwa di dunia ini, nyawa bisa melayang hanya karena satu ayunan tangan.

​"Surat itu... aku tidak pernah menulisnya," bisik Aruna sambil berusaha duduk tegak di lantai. Suaranya bergetar, bukan hanya karena takut, tapi karena racun yang masih menyumbat dadanya membuat setiap kata terasa seperti menarik duri dari tenggorokan.

​"Bohong!" teriak Arel dari sudut ruangan. Anak itu menunjuk ke arah tempat tidur dengan jari yang gemetar. "Hanya kau yang punya akses ke sana! Kau selalu ingin aku pergi supaya kau bisa menguasai rumah ini sendirian!"

​Arvand melangkah maju, ujung sepatu botnya tepat berada di depan wajah Aruna. "Buktinya sudah jelas, Ratri. Kau meracuni dirimu sendiri untuk menciptakan alibi, sementara kau perlahan-lahan membunuh putraku dengan racun yang sama."

​Aruna memejamkan mata sejenak, mencoba memanggil sisa-sisa ingatan dari tubuh Lady Ratri. Tiba-tiba, sebuah kilasan muncul. Lady Selina berdiri di kamar ini dua hari lalu, membawa botol dupa baru yang katanya hadiah dari pasar ibu kota. Sistem Karma Ibu berkedip di sudut matanya.

​Tugas Sistem: Buktikan ketidakbersalahanmu melalui detail sensorik.

Kemampuan Aktif: Mata Empati.

​Aruna membuka mata dan menatap Lady Selina yang berdiri di belakang Arvand. Melalui penglihatan sistem, ia melihat aura Selina yang berwarna ungu gelap penuh dengan kelicikan dan kepuasan yang tertahan.

​"Jenderal, jika aku memang ingin membunuh Arel dengan racun itu, kenapa aku membiarkan botolnya ada di bawah bantal?" Aruna bertanya dengan suara yang tiba-tiba tenang, membuat Arvand sedikit mengernyitkan dahi. "Bukankah itu tindakan yang sangat bodoh untuk seseorang yang kau anggap licik?"

​"Mungkin kau pikir aku tidak akan pulang secepat ini," jawab Arvand dingin.

​"Atau mungkin..." Aruna menoleh ke arah Selina, "ada seseorang yang sangat ingin botol itu ditemukan saat kau pulang, Jenderal."

​Selina melangkah maju, wajahnya tampak sangat sedih dan terluka. "Kakak ipar, bagaimana kau bisa menuduhku? Aku yang selama ini merawat Arel saat kau mengurungnya di gudang."

​Aruna tersenyum tipis... sebuah senyuman yang biasanya digunakan Lady Ratri untuk merendahkan orang, tapi kali ini terasa lebih tajam. "Selina, kau sangat baik. Bahkan kau memberikan dupa melati kesukaanku di kamar ini, kan? Tapi aneh... kenapa botol racun di tangan Jenderal itu memiliki bau yang sama persis dengan dupa pemberianmu?"

​Arvand terdiam. Ia mengangkat botol itu ke dekat hidungnya. Bau melati yang tajam namun memiliki sedikit aroma amis tercium dari sana.

​"Cek tangan Lady Selina," kata Aruna lantang. "Racun jenis ini meninggalkan noda kuning di bawah kuku selama tiga hari jika tidak dibersihkan dengan minyak khusus. Aku baru bangun dari pingsan, tanganku bersih. Tapi Selina... kau baru saja datang dari luar, bukan?"

​Ruangan itu mendadak sunyi senyap. Selina mencoba menyembunyikan tangannya di balik lengan baju sutranya yang lebar. Wajahnya yang tadi pucat sedih kini berubah menjadi kaku.

​"Selina, tunjukkan tanganmu," perintah Arvand dengan nada yang tidak bisa dibantah.

​Dengan gemetar, Selina mengeluarkan tangannya. Benar saja, ada bekas kekuningan yang tipis di sela-sela kukunya yang cantik. Arvand menatap adiknya dengan tatapan yang bisa membunuh, namun sebelum ia sempat bicara, Arel tiba-tiba mengerang kesakitan dan jatuh berlutut.

​"Arel!" Aruna tidak memikirkan rasa sakit di kakinya lagi. Ia merangkak cepat menuju anak itu.

​"Jangan sentuh dia!" bentak Arvand, tapi Aruna tidak peduli. Ia memegang pundak Arel dan melihat mata anak itu mulai memutih.

​Sistem Peringatan: Target terkena reaksi racun akut. Gunakan 10 Poin Karma untuk Perisai Keluarga.

​"Gunakan!" teriak Aruna dalam hati.

​Cahaya biru tipis yang tidak terlihat oleh orang lain menyelimuti tangan Aruna saat ia menyentuh punggung Arel. Aruna merasakan aliran energi yang aneh, namun sebagai gantinya, rasa sakit yang hebat menyerang kepalanya... sebuah burnout mental yang membuatnya ingin muntah.

​Arel terbatuk keras, memuntahkan cairan hitam berbau busuk ke lantai. Napasnya yang tadi tersengal-sengal mulai berangsur normal, meskipun tubuhnya masih sangat lemas.

​Aruna memeluk anak itu, tidak peduli dengan cairan hitam yang mengenai baju mahalnya. "Tidak apa-apa, aku di sini. Kau aman," bisiknya berulang kali.

​Arel menatap Aruna dengan bingung. Di dalam mata anak itu, Aruna melihat persentase trauma menurun sedikit, namun rasa waspada masih mendominasi. Anak itu perlahan melepaskan diri dari pelukan Aruna, menatapnya seolah-olah Aruna adalah makhluk asing yang baru pertama kali ia temui.

​Arvand berdiri mematung melihat pemandangan itu. Istrinya yang dulu muak jika harus menyentuh Arel, sekarang justru memeluk anaknya dengan tulus di tengah kekacauan.

​"Bawa Selina ke penjara bawah tanah. Aku sendiri yang akan menginterogasinya nanti," kata Arvand kepada para pengawal dengan suara yang sangat rendah namun mematikan.

​Selina berteriak histeris saat diseret keluar, memaki Aruna dengan kata-kata kasar yang tidak pantas keluar dari mulut seorang bangsawan. Aruna hanya menunduk, fokus pada Arel yang masih gemetar.

​Setelah ruangan kembali sunyi, Arvand mendekati Aruna. Ia tidak menghunuskan pedangnya lagi, tapi aura intimidasi di sekelilingnya belum hilang.

​"Jangan pikir ini merubah segalanya, Ratri," kata Arvand sambil menatap tajam ke arah istrinya. "Kau mungkin tidak meracuninya kali ini, tapi bekas luka di punggung anakku itu tetap perbuatanmu."

​Aruna terdiam. Ia tahu itu benar. Ia berdiri perlahan, meskipun kepalanya berputar hebat. "Aku tahu. Dan aku akan menanggung setiap inci dari bekas luka itu."

​Arvand menatap Aruna lama, seolah sedang mencoba mencari kebohongan di sana, lalu ia berbalik dan pergi tanpa sepatah kata pun.

​Aruna menarik napas lega, namun tiba-tiba penglihatannya menjadi kabur. Efek body degradation dan penggunaan poin karma tadi benar-benar menguras tenaganya. Sebelum ia sempat mencapai tempat tidur, ia merasakan seseorang memegang lengannya agar ia tidak jatuh.

​Itu Arel. Anak itu menahannya dengan tangan kecilnya yang kurus.

​"Kenapa kau menyelamatkanku?" tanya Arel dengan suara pelan dan datar.

​Aruna tersenyum lemah, mengusap kepala Arel meskipun anak itu sedikit menghindar. "Karena seorang ibu tidak akan membiarkan anaknya mati, meskipun dunia menginginkannya."

​Arel terdiam sebentar, lalu melepaskan tangan Aruna dengan kasar. "Jangan bermimpi aku akan memaafkanmu hanya karena ini. Aku tetap membencimu."

​Anak itu kemudian berjalan keluar kamar dengan langkah terburu-buru. Namun, saat sampai di pintu, ia berhenti sejenak tanpa menoleh. "Bau dupa di kamar ini memang menjijikkan. Aku akan menyuruh pelayan menggantinya dengan aroma cendana besok."

​Aruna tersenyum kecil. Itu adalah kemajuan terkecil yang pernah ia dapatkan. Namun, saat ia hendak beristirahat, ia menyadari sesuatu yang aneh. Di bawah botol racun yang tadi dipegang Arvand, ada secarik kertas kecil yang terjatuh, kertas yang tidak dilihat oleh sang Jenderal.

​Aruna mengambilnya dan membacanya. Wajahnya seketika menjadi pucat pasi.

​“Jangan senang dulu, Aruna. Aku tahu kau bukan pemilik asli tubuh ini.”

​Aruna meremas kertas itu hingga hancur. Jantungnya berdegup kencang. Jika Selina bukan satu-satunya orang yang mengincarnya, maka siapa pun yang menulis pesan ini tahu rahasia terbesarnya... bahwa ia adalah jiwa dari dunia lain.

​Tiba-tiba, suara tawa halus terdengar dari balik tirai jendela yang terbuka oleh angin malam.

​Siapakah sosok misterius yang mengetahui identitas asli Aruna? Dan apakah rahasia ini akan menjadi senjata baru untuk menjatuhkannya di hadapan Jenderal Arvand?

1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
apakah ini berry atau yg mulia summer /Facepalm//Facepalm/
Linda pransiska manalu: hhhhhhh
total 3 replies
vj'z tri
hadeuhhhh gak bisa liat orang senyum dikit ni mahluk 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ semoga bisa bersama kalian
Erchapram
LUAR BIAS!
Travel Diaryska
utk yg suka cerita intens perang ya mgkn bagus aja ceritanya.
tp kalo ak sih kurang sama cerita yg dr awal sampe akhir intens kaya gini. bukannya seru dan penasaran, malah kesel dr awal sampe akhir. maaf ya author kesabaranku setipis tissu bagi 4. semangat terus 👍🏻
Travel Diaryska
mc nya ga OP, sistemnya cuma jd notif doang, ga kasih hadiah obat bagus apa gitu biar mc fit. ga ada waktu buat mc heal dlu.
vj'z tri
kelennnnn lahhhh pokoke oyeeee🎉🎉🎉🎉
Erchapram
Sudah bab 18, teman-teman yang sudah baca tapi belum lanjut. Diharap segera melanjutkan karena sebentar lagi akan masuk bab 20.

Mohon bantuannya, supaya Novel ini lolos bab terbaik.

Terima kasih.
XZR-1ERLAND
Sungguh plotwits nyaa
vj'z tri
hadeuhhh olah raga jantung terus ini /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
vj'z tri
OMG pilihan apa lagi ini/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ kasihan jendral
vj'z tri
eeedodoeeee wes keracunan masih tenggak racun lagi /CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
XZR-1ERLAND
duh thorr gw gak sabar liat ending nya , semoga happy ending ya thorrr, semangat trs thorr 💪
XZR-1ERLAND: iya kak Sama-sama, kakak juga jgn lupa mampir baca novel ku ya,btw aku masih jadi athour pemula, mohon dukungannya, kritik atau saran Kakak 👍
total 2 replies
vj'z tri
tahan diset loh ngobrol nya mau meledak ini /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
oalahhhh ini biang Lala nya ternyata 🤧🤧🤧
vj'z tri: sabarrrrr tunggu up /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ siapa lagi itulah sabar sabar
vj'z tri
kerennnnn 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
sabar sabar tunggu kelanjutan /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
bener bener ni ya kelakuan pangeran kaleng /Shame//Shame//Shame//Shame/
vj'z tri
benar benar konspirasi /Panic//Panic//Panic//Panic//Panic/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!