Di sekolah, semua orang mengenal keano sebagai “Ice Prince”—cowok paling dingin, pendiam, dan hampir tidak pernah tersenyum. Tidak ada yang berani mendekatinya… kecuali naura, cewek ekspresif yang terlalu ceria untuk cowok sedingin dia.
Awalnya hanya sekadar penasaran, tapi semakin naura mencoba mendekati keano, semakin ia sadar bahwa cowok itu menyimpan banyak rahasia di balik sikap dinginnya. Meski keano selalu bersikap cuek dan berusaha menjauh, naura justru tidak pernah menyerah mengejarnya.
Di antara kejadian konyol, momen manis, dan rahasia yang perlahan terungkap, satu pertanyaan mulai muncul di hati naura:
apakah mungkin seorang “Ice Prince” akhirnya akan mencair… atau justru dia yang akan terluka karena terlalu keras mengejar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilikematchaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 2
Bel istirahat berbunyi keras. dalam beberapa detik saja, koridor sekolah sudah dipenuhi siswa yang keluar dari kelas. Suara tawa, langkah kaki, dan obrolan memenuhi udara.
naura dan viona berjalan santai di tengah keramaian itu.
“Sekolah ini ngebosenin banget,” keluh naura sambil menatap sekeliling.
viona mengangkat alis.
“Baru juga beberapa minggu.” ucap viona kesal.
Namun tiba-tiba langkah naura berhenti.
Matanya tertuju pada satu sosok di ujung koridor.
Seorang cowok tinggi berdiri sendirian di dekat jendela. Earphone terpasang di telinganya, wajahnya datar tanpa ekspresi, dan aura dingin membuat orang-orang memilih berjalan memutar.
Semua siswa tahu siapa dia.
Keano alastair verano
Atau lebih dikenal dengan satu julukan.
Ice Prince.
“Jangan bilang…” viona langsung tahu arah pikiran naura
naura tersenyum pelan.
“Kenapa?” tanyanya.
“Jangan macem-macem, plis demi gue” bisik viona panik. “Itu keano" ucapnya panik.
Tapi naura justru terlihat semakin tertarik.
Tanpa ragu sedikit pun, dia berjalan lurus menuju keano.
Beberapa siswa mulai memperhatikan.
Langkah naura berhenti tepat di depan cowok itu.
“Hai, kean”
Suaranya cukup jelas hingga membuat beberapa orang di koridor menoleh.
kean yang sedang melihat ponselnya perlahan mengangkat kepala.
Tatapannya dingin.
Koridor mendadak lebih hening dari biasanya.
beberapa siswa bahkan berhenti berjalan.
“Dia nyapa keano duluan?”
“Serius?”
naura tersenyum santai seolah tidak merasakan tekanan dari tatapan orang-orang.
“gue naura” katanya ceria. “Kita satu sekolah tapi belum pernah kenalan.”
kean hanya menatapnya beberapa detik, tanpa senyum & tanpa ekspresi.
“brisik”
Hanya satu kata.
Dingin.
Namun bukannya tersinggung, naura malah tertawa kecil.
“Wah, lo beneran dingin ya.”
Bisikan di sekitar mereka semakin ramai.
kean memasukkan ponselnya ke saku lalu berjalan melewati naura tanpa mengatakan apa pun lagi.
naura berbalik menatap punggungnya yang menjauh.
Senyumnya malah semakin lebar.
viona segera menghampirinya dengan wajah panik.
“lo sadar gak sih barusan apa yang lo lakuin?”
naura mengangkat bahu santai.
“Kenalan.”
“Seluruh koridor sekarang ngomongin lo ra!”
naura hanya menatap ke arah kean yang sudah hampir menghilang di ujung lorong.
Matanya berbinar penuh semangat.
“Bagus.”
Sasha mengerutkan kening.
“Maksudnya?”
naura tersenyum.
“Berarti dia sekarang tau gue ada.”
Di ujung koridor, kean sempat berhenti sebentar.
Entah kenapa, wajah cewek yang terlalu ceria itu tiba-tiba muncul di pikirannya.
Dengan sedikit kesal, dia menghela napas.
Cewek aneh.
Namun tanpa dia sadari, sejak saat itu kehidupannya yang selalu tenang mulai terganggu.
Oleh satu orang.