Elisa Marino, Putri Mafia Yang Masuk Ke Dalam Tubuh Putri Mahkota Karena Bantuan Penyihir Juga Atas Persetujuan Putri Mahkota Itu Sendiri
Tanpa Di Ketahui Elisa Marino, Putri Mahkota Itu Memiliki Banyak Musuh Yang Tersebar Di Seluruh Kerajaannya, Beritanya Pun Tersebar Sampai Keluar Kerajaan
Bagaimana Elisa Marino Mengubah Pandangan Orang Mengenai Dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elisa yang lain
Tahun 2023
Amerika, Texas
Elisa Mengendarai Mobil Sport Birunya Dengan Laju "Bajingan Sialan, Beraninya Dia Mengkhianati Ku" Seringai
Elisa Melihat 5 Mobil Yang Mengikutinya Dari Kaca Di Depannya "Sial, Kenapa Mereka Sangat Banyak!!!"
Dor..Dor..Dor
Elisa Yang Terkejut Dengan Peluru-peluru Yang Mengenai Mobilnya, Ia Membanting Kendali Mobilnya Untuk Menghindari Peluru-peluru Yang Mengarah Kepadanya
Setelah Mobilnya Mulai Terkendali, Ia Mengambil Senjatanya Yang Ada Di Sebelahnya Dan Memutar Mobilnya 180° Dan Berhenti
5 Mobil Di Depannya Juga Berhenti
Tampak Dari Jauh, Seseorang Yang Begitu Elisa Kenal Dan Sangat Ia Percayai Itu Sedang Berada Di Dalam Salah Satu Mobil Yang Mengejarnya
Elisa Tersenyum Melihat Sosok Yang Di Kenalnya Itu "Ha Ha Ha, Bajingan Sialan" Kesal
"Ketua, Kami Sudah Dekat Dengan Lokasi Mu" Ujar Bernad, Pria Yang Begitu Setia Juga Menyukai Elisa Dalam Diam Melalui Radio
"Baiklah, Kalian Sudah Berkerja Dengan Baik, Terima Kasih" Jawab Elisa Yang Membuat Anak Buahnya Yang Terbagi Di Beberapa Mobil Itu Terkejut
Elisa, Anak Angkat Dari Salah Satu Ketua Geng Mafia
Elisa Di Besarkan Dengan Didikan Yang Begitu Keras
Elisa Di Angkat Dari Umur 6 Tahun Saat Marco Sedang Mengunjungi Wilayahnya Yang Ada Di Korea, Seminggu Kemudian Setelah Menjadi Anak Angkat Ia Di Berikan Pelajaran Dan Didikan Yang Begitu Keras Dari Ayah Angkatnya Itu
Harapan Juga Angan-angan Elisa Mengenai Keluarga Bahagia Pupus Setelah Ia Mendapatkan Pukulan Yang Begitu Keras Dari Ayah Angkatnya Karena Kalah Dari Anak Pengawalnya Yang Tak Lain Adalah Bernad
Beberapa Tahun Berlalu, Elisa Yang Berumur 18 Tahun Mengalahkan Tangan Kiri (Orang Kepercayaan) Marco Dalam Pertarungan Bebas
Elisa Mematahkan Tangan Kanan Juga Kaki Kiri Yudi Pengawal Pribadi Marco, Sedangkan Elisa Tangan Kanannya Hanya Terkilir Dan Beberapa Memar Di Wajah Juga Tubuhnya
Darah, Organ Tubuh Manusia, Mayat Semua Itu Sudah Menjadi Pemandangan Biasa Bagi Elisa, Saking Biasanya Elisa Makan Sambil Melihat Anak Buahnya Sedang Memutilasi Seorang Penghianat
Di Umur 21 Tahun Elisa Di Berikan Izin Untuk Membuat Geng Dan Di Saat Itu Juga Ia Bertemu Dengan Septian. Pria Tampan Bermata Biru Yang Bisa Membuat Seorang Elisa, Wanita Yang Berhati Dingin Dan Kejam Itu Luluh Dan Mejadi Lembut
Hubungan Elisa Di Tantang Keras Oleh Marco, Karena Ayah Septian Itu Mantan Penghianat Dan Marco Sendirilah Yang Membunuh Ayah Septian
Sampai Akhirnya, Kekhawatiran Marco Terjadi
Septian Mengkhianati Elisa Dengan Membocorkan Tempat Tinggal Elisa Yang Hanya Di Ketahui Marco Dan Dirinya Pada Musuh Elisa, Ia Juga Membawa Uang Dan Beberapa Perhiasan Kecil Elisa Yang Semuanya Itu Dari Emas Dan Berlian
Hanya Butuh Waktu 3 Menit, Tempat Tinggal Elisa Itu Meledak Karena Dari Awal Septian Sudah Meletakan Bom Di Rumah Itu Tapi Untungnya Elisa Sedang Tidak Ada Di Rumah, Ia Sedang Keluar Membeli Rokok Dan Minuman Juga Cemilan Untuknya Dan Septian
Elisa Melihat Septian Sedang Memegang Remot Kontrol "What You Do!!!?"
Septian Terkejut Melihat Elisa, Lalu Melihat Rumah Elisa Yang Sudah Terbakar "Sial"
"Apa Yang Kamu Lakukan?" Tanya Elisa Lagi Sambil Melepaskan Tas Belanja Yang Di Pegangnya
Septian Tersenyum Lalu Memperlihatkan Remot Kontrol Yang Di Pegangnya "Menurutmu Apa Sayang?" Menekan
Boommm
Elisa Terkejut Dengan Ledakan Kedua Kalinya Pada Rumahnya "Ha Ha.. Kamu..." Menatap Septian Dengan Tajam
Elisa Melihat Beberapa Bayangan Hitam Di Belakang Septian, Ia Pun Mengambil Tas Belanjaan Nya Dan Melemparnya Pada Septian Lalu Ia Berbalik Lari Menuju Mobilnya
Bayangan Hitam Itu Dan Septian Mengejar Elisa
Terjadilah Saling Kejar Antara Elisa Dan Septian Bersama Beberapa Orang
...
Elisa Menelfon Marco
"Hai Dad"
Marco Hanya Diam
"Thanks For Everything, But I Swear, 당신이 싫어요"
Elisa Memainkan Gas Mobilnya
"Aku Akan Memberikan Hukuman Yang Begitu Keras Pada Mu Jika Kamu Tidak Bisa Membunuh Penghianat Itu" Jawab Marco
Elisa Tersenyum "Yes Bos, I Understand"
Elisa Melempar Ponselnya Lalu Mengarahkan Senjatanya Dan Mulai Menembak Sambil Menginjak Gas Mobilnya