Sebagai Putri Changle, seharusnya ia menikmati kemewahan dan cinta. Namun, gadis modern ini justru terperangkap dalam tubuh seorang putri kuno dengan masa lalu yang mengerikan: dikhianati oleh kekasihnya sendiri, disiksa tanpa ampun, dan meregang nyawa dalam kesengsaraan. Takdir memberinya kesempatan kedua. Dengan Sistem Poin dan Ruang Ajaib sebagai senjatanya, Putri Changle bangkit dari kematian untuk menuntut balas.
Setiap poin yang dikumpulkan adalah langkah menuju pembalasan. Setiap level yang diraih adalah tameng untuk melindungi diri dari musuh-musuh yang mengintai. Namun, semakin dekat ia dengan tujuannya, semakin dalam ia terjerat dalam labirin rahasia kelam yang mengubur masa lalunya dan asal-usul Sistem itu sendiri.
Mampukah Putri Changle mewujudkan dendamnya, ataukah ia hanya pion dalam permainan yang jauh lebih besar dan berbahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsme AnH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ruang Ajaib
Ketika Lulu membuka matanya, dunia tampak asing dan megah. Ia terbaring di sebuah ruangan dengan dinding kayu yang dilapisi kertas minyak berkilauan, dihiasi ukiran-ukiran rumit yang memancarkan kemewahan. Bau harum dupa memenuhi udara, menciptakan suasana yang membawanya ke zaman lain.
"Di mana aku?" pikirnya dengan rasa bingung dan tak percaya. Jantungnya berdebar kencang saat matanya bergerak liar mengamati sekeliling.
Di sudut ruangan, dia menemukan sebuah cermin perunggu. Dengan langkah ragu, Lulu mendekat.
Cermin itu memantulkan sosok yang tak dikenalnya, seorang wanita anggun berpakaian hanfu merah yang seolah melangkah keluar dari lukisan kuno.
Wajahnya dirias dengan indah, rambut hitamnya berkilauan dengan perhiasan bercahaya.
Namun, di balik kecantikan itu, terpancar kesedihan yang mendalam, seolah wanita ini terperangkap dalam batasan-batasan zaman yang kejam.
Saat Lulu menatap wajahnya sendiri di cermin, rasa sakit yang menusuk tiba-tiba menghantam kepalanya. Dalam sekejap, ingatan yang bukan miliknya menyerbu pikirannya.
Ingatan itu milik Song Zhiwan—seorang wanita bangsawan yang terjebak dalam labirin kemewahan dan intrik istana.
Dia melihat dirinya tersenyum lembut kepada seorang pelayan bernama Guan Shiqing, yang tampak begitu polos dan setia.
Dia juga mendengar suara pelayan itu memuji hubungannya dengan Xie Zhan, yang baru saja lulus ujian dengan nilai tertinggi.
"Tuan Muda Xie baru saja lulus ujian dengan nilai tertinggi, dia pasti akan segera melamar Anda," puji Guan Shiqing sambil menyisir rambut Song Zhiwan. "Hubungan kalian benar-benar membuat iri."
Song Zhiwan tersenyum lembut dan berkata dengan tulus. "Setelah aku dan Xie Zhan menikah, aku juga akan mencarikanmu keluarga yang baik dan membebaskanmu."
Guan Shiqing tertegun sejenak, lalu tanpa sengaja menusukkan jepit rambut ke kulit kepala Song Zhiwan.
“Augh …,” keluh Song Zhiwan sambil menyentuh kepalanya yang tertusuk.
Guan Shiqing segera berlutut dan dengan panik berkata, "Putri, pelayan ini tidak sengaja menyakiti Anda. Mohon hukum saya."
Song Zhiwan tidak marah, dia justru tersenyum memaklumi. "Tidak masalah, mungkin jepit rambut ini tidak cocok untukku. Pergi dan ganti dengan yang lain saja."
Guan Shiqing mengangguk patuh dan segera berdiri, lalu berbalik. Senyum licik terukir di bibirnya.
Ingatan itu berakhir dengan cepat, menyisakan Lulu yang menekan dahinya dengan tangan, rasa mual dan ketidakpastian mengguncangnya. Dia melihat kembali ke cermin, menyentuh wajahnya yang masih terasa hangat dari ingatan yang baru saja datang. 'Aku memasuki tubuh Song Zhiwan?!' tanyanya dengan nada terkejut.
Bagaimana hal mustahil seperti ini bisa terjadi? Apakah ini mimpi? Atau kenyataan yang lebih mengerikan dari mimpi buruk?
Dalam kebingungan, Lulu mencubit wajahnya sendiri, merasakan sakit yang tajam menjalar. "Ini nyata, bukan mimpi!"
Tiba-tiba, kesunyian di sekeliling Lulu terusik oleh sebuah suara yang seakan menjawab pertanyaannya.
Namun, tak ada sosok yang terlihat di dekat Lulu. “Siapa kamu?” tanyanya, matanya menyisir sekeliling dengan waspada, sementara perasaan takut mulai menggerogoti ketenangannya.
"Akulah Sistem, kamu bisa memanggilku Momo. Aku adalah hadiah untukmu, karena telah terdampar di dunia ini," jawab suara itu dengan tenang.
Lulu terkejut. Tubuhnya terasa asing, dan pikirannya berputar-putar memandangi dunia baru dengan linglung. "Kenapa aku?" tanyanya bingung, berusaha menelaah situasi yang tidak masuk akal ini.
"Karena takdir telah memilihmu," jawab Momo dengan suara lembut, tetapi penuh makna.
"Konyol!" seru Lulu, suaranya mencerminkan kepanikan di dalam hatinya. "Kalau aku masuk ke tubuh ini, lalu siapa yang akan menulis ceritaku? Bagaimana caranya agar aku bisa keluar dan kembali ke duniaku?" Rasa frustrasi pun mengalir deras, membuatnya merasa seperti terjebak dalam labirin yang tidak berujung.
“Aku akan senantiasa membantumu, kamu bisa memanggilku jika membutuhkanku.” Suara Momo kembali bergema. “Untuk bisa keluar, kamu harus merubah nasib Song Zhiwan dan mencegah kehancuran Kediaman Pangeran Qin. Dan jika ingin tetap bertahan di dunia ini, kamu harus mengumpulkan poin.”
"Poin? Apa maksudnya dan bagaimana cara mendapatkannya?" tanya Lulu lagi, merasa segalanya semakin tidak masuk akal.
Tiba-tiba, sebuah layar hologram muncul di hadapan Lulu bersamaan dengan suara Momo yang memberikan penjelasan. "Poin dikumpulkan untuk menaikkan level sistem agar Ruang Ajaib terbuka, kamu juga bisa menukar poin dengan item atau peningkatan keahlian yang ada di dalam sistem. Untuk mendapatkannya, kamu harus membalaskan dendam Song Zhiwan."
Mata Lulu berbinar-binar melihat layar hologram dan mendengar penjelasan Momo mengenai poin, Ruang Ajaib, item dan peningkatan keahlian. Itu semua membuatnya merasa seperti menemukan harta karun yang tersembunyi di dalam kisah berlumuran rahasia. Konsep mengumpulkan poin untuk mendapatkan berbagai keuntungan juga terdengar sangat menjanjikan.
“Bagaimana kamu ingin aku balas dendam? Aku bahkan tidak tahu apa yang terjadi di sini!” tanya Lulu, tetapi tidak ada tanggapan dari suara itu. Layar hologram di depannya sudah sirna, menandakan Momo telah pergi dan menyisakan rasa jengkel dalam dirinya.
“Huh, tidak bisa diandalkan!” keluh Lulu sambil memutar bola matanya dengan kesal.
Mengingat betapa murah hatinya pemilik tubuh asli pada Guan Shiqing yang menusuknya dengan jepit rambut barusan, Lulu mengeluh pada sosoknya yang ada di cermin seolah sedang berbicara langsung dengan Song Zhiwan. "Pantas saja kamu mudah ditindas, kamu terlalu baik hati."
Demi bisa beraksi melawan para penjahat yang mencelakai Song Zhiwan, Lulu mencoba mengingat dan mengumpulkan informasi tentang drama yang telah ditontonnya.
Dia ingat bahwa Xie Zhan adalah teman masa kecil Song Zhiwan yang bersumpah hanya mencintainya seorang. Diaa juga ingat bahwa Guan Shiqing adalah pelayan setia Song Zhiwan sejak kecil, yang dianggap seperti saudara sendiri.
Namun, Xie Zhan dan Guan Shiqing ternyata berselingkuh di belakang Song Zhiwan. Guan Shiqing terpaksa menjadi selir Xie Zhan dan memendam cintanya selama tujuh tahun, sampai pria itu berhasil menjadi Perdana Menteri berkat dukungan keluarga Song Zhiwan.
Setelah berhasil, mereka membantai seluruh keluarga Song Zhiwan dan menyingkirkan Song Zhiwan dengan kejam. Setiap detil yang teringat membuat dada Lulu semakin sesak. Suasana di luar hening, tetapi di dalam hati badai kemarahan mulai bergelora, mengguncang setiap serat jiwanya.
"Xie Zhan ... Guan Shiqing, si berengsek dan jalang itu!"
Lulu mengepalkan kedua tangannya, rasa sakit dan kemarahan membakar dadanya. Sorot matanya tajam berkilau di antara kegelapan, mencerminkan kegelisahan batinnya. "Tidak tahu diri!" pekiknya memecah keheningan.
Rasa sedih menyelimutinya saat memikirkan apa yang telah terjadi pada Song Zhiwan, dia merasa iba pada wanita malang yang telah dikhianati oleh orang-orang terdekatnya. Dia juga merasa marah pada Xie Zhan dan Guan Shiqing, yang telah menghancurkan hidup Song Zhiwan dan keluarganya.
Xie Zhan dengan ambisi yang menggebu, telah menggunakan Kediaman Pangeran Qin sebagai pijakan untuk meraih kekuasaan. Dalam waktu tujuh tahun, dia menjelma menjadi Perdana Menteri, mengenyampingkan semua rasa persahabatan dan cinta yang pernah ada.
Namun, pengkhianatan tak berhenti di situ. Dalam upayanya untuk mengendalikan kekuasaan, dia menuduh Pangeran Qin memberontak, memicu peristiwa berdarah yang mencabut kehidupan banyak orang, termasuk keluarga sang pangeran.
"Hati Kaisar sulit ditebak." Lulu menghela napas kasar sambil menggelengkan kepalanya, suaranya bergetar. "Melayani Kaisar seperti menemani harimau, kita tak pernah tahu kapan akan digigit. Meski Pangeran Qin tidak berniat merebut kekuasaan, Kaisar tetap saja memiliki ketakutan di hatinya."
Dalam hatinya, Lulu meratapi sistem yang korup, tempat ambisi mengalahkan cinta, dan ketakutan mengalahkan keadilan.
"Kaki Zhiwan dipatahkan, dia dipermalukan berulang kali, bahkan dicambuk ratusan kali setiap harinya. Hidupnya lebih buruk dari kematian," lirih Lulu, sesak oleh rasa iba dan sakit yang mendalam.
“Song Zhiwan adalah putri sah dari Pangeran Qin, Putri Chang Le yang diangkat langsung oleh Kaisar!” Rahang Lulu semakin mengeras. “Mereka berani mempermalukan pemilik asli seperti itu karena Kediaman Pangeran Qin telah musnah. Ibu, ayah dan nyawa lebih dari 300 orang di Kediaman Pangeran Qin tidak ada yang selamat.”
“Benar-benar pasangan sialan!” jerit Lulu sambil menghempaskan barang-barang di meja rias hingga semuanya berserakan di lantai.
Saat amarah bersatu dengan kesedihan, pintu kamar tiba-tiba terbuka dan Guan Shiqing—sang pengkhianat—masuk, terkejut melihat kekacauan yang terjadi. “Putri, ada apa?”
Tatapan tajam Lulu menyala, semua rasa sakit dalam dirinya terasa begitu mendalam saat melihat sosok Guan Shiqing. Ia tahu bahwa inilah saatnya untuk memulai balas dendamnya.
Dalam hitungan detik, senyum iblis terbit di wajah Lulu. 'Jalang ini sedang mengantarkan nyawanya.'
Thor aku stop baca critanya ya..
diawal crita seru, sekarang SDH seperti crita Indosiar yg terus bersambung..
udah bosan dgn drama guan shiqing..
kok ceritanya ne guan shiqing yg jadi pemeran utama...?
kmana nih momo....... gunakan sistem dong.....
sistem apa? greget bgt.. masalah nya cuma berputar2 di sini aja ga selesai- selesai. trs kelebihan putri cangle apa? masa lemah bgt. mudah di tindas, mau di skip tp penasaran. wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
bagusan pemeran perempuan pas novel perempuan beracun kesayangan pangeran lebih cerdas & keren😄
semangat nulisnya😍😍😍