NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Presma (Presiden Mahasiswa)

Istri Rahasia Presma (Presiden Mahasiswa)

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pengantin Pengganti / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:7.3M
Nilai: 5
Nama Author: Desy Puspita

Maksud hati merayakan bridal shower sebagai pelepasan masa lajang bersama teman-temannya menjelang hari pernikahan, Aruni justru terjebak dalam jurang petaka.

Cita-citanya untuk menjalani mahligai impian bersama pria mapan dan dewasa yang telah dipilihkan kedua orang tuanya musnah pasca melewati malam panjang bersama Rajendra, calon adik ipar sekaligus presiden mahasiswa yang tak lebih dari sampah di matanya.

.

.

"Kamu boleh meminta apapun, kecuali perceraian, Aruni." ~ Rajendra Baihaqi

Follow Ig : desh_puspita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 02 - Kompensasi

"Eungh ...."

Suara lirih itu lolos dari bibir Aruni, seiring kesadarannya yang perlahan kembali. Kelopak matanya terasa berat seolah ada beban yang menahannya untuk terbuka.

Dengan susah payah, dia mencoba mengangkat tubuhnya dari pembaringan, namun gagal. Kepalanya berdenyut hebat, seperti baru saja tertimpa palu besar.

Setelah beberapa detik berjuang menenangkan diri, dia berhasil membuka matanya dan mendapati dirinya berada di sebuah ruangan yang asing.

Pandangannya menyapu pelan ke seluruh penjuru kamar. Dindingnya bersih, berwarna putih tulang, tanpa hiasan apa pun. Tak ada lukisan, tak ada gantungan, bahkan tidak ada aroma khas pengharum ruangan yang biasa ia gunakan. Kamar itu terlalu rapi, terlalu dingin, dan terlalu sunyi, jauh berbeda dengan kamarnya.

Aruni mengerutkan kening. Keningnya kini ia pijat pelan, berusaha mengusir sisa pusing yang belum juga reda.

Dia menoleh ke sisi kanan, sekadar ingin memastikan keberadaan seseorang, atau mungkin mencari jawaban atas apa yang terjadi. Namun apa yang dilihatnya justru membuat matanya membulat sempurna.

Seorang pria tidur membelakanginya. Punggungnya bidang, kokoh, dengan guratan otot yang tergambar jelas oleh cahaya pagi yang menerobos dari sela tirai.

Namun yang paling mencolok adalah tato bintang kecil di sisi kanan lehernya. Tanda itu membuat Aruni tercekat. Dia mengenali tato itu, dah karena itu tubuhnya bereaksi spontan dengan rasa takut.

Jantungnya mulai berdebar tak karuan. Keringat dingin merembes di pelipisnya meski udara di kamar begitu sejuk.

Dengan gerakan sangat hati-hati, dia menggeser selimut yang menutupi tubuhnya, dan seketika darahnya serasa berhenti mengalir.

"Ya Tuhan?"

Tubuhnya polos, tak ada sehelai benang pun menempel di kulitnya.

Selimut tebal berwarna putih menjadi satu-satunya penghalang antara tubuhnya dan dunia luar.

Napas gadis itu tercekat, dan tenggorokannya kering. Untuk beberapa detik, dia merasa seperti akan pingsan. "Tidak, ini tidak mungkin. Apa yang sebenarnya terjadi semalam?"

Pikiran buruk menjalari benaknya dengan liar. Dia menatap punggung pria itu sekali lagi, penuh tanda tanya, panik, dan rasa takut yang bergemuruh dalam dada.

"Rajendra?" Nama itu lolos seketika, Aruni ingat betul karena bukan sekali dua kali dia melihat seseorang dengan ciri khas yang sangat mudah dikenali itu.

Selang beberapa saat, yang punya nama seolah berbalik dan benar saja, dugaan Aruni benar. Pria di sampingnya adalah Rajendra, presiden mahasiswa yang dijuluki sebagai donatur kampus oleh beberapa karena tak kunjung lulus juga.

Bukan itu masalahnya, status Rajendra di kampus sama sekali tidak penting. Akan tetapi, yang jadi masalah dan cukup dianggap miris ialah, Rajendra adalah calon adik iparnya.

Ya, fakta itu membuat Aruni bergetar hebat. Dia bingung sampai tidak bisa berpikir jernih tentang apa yang harus dia lakukan.

Haruskah menghindar perlahan dan pura-pura tidak terjadi apapun nantinya? Atau, perlukan klarifikasi tentang apa yang terjadi semalam?

Dua-duanya sama sekali bukan pilihan, tapi Aruni masih berusaha mempertimbangkan. Kelamaan berpikir, sebelum keputusan berhasil dia ambil mata tajam Rajendra sudah lebih dulu terjaga.

Beberapa saat terdiam, dia juga tampak kebingungan dan sontak menyingkap selimut seolah memastikan keadaannya juga.

Begitu dia mendapati keadaannya, Rajendra menggigit bibir dan mengacak rambutnya. "A-apa yang terjadi? Kamu kenapa bisa di sini?"

"Harusnya aku yang bertanya, apa yang terjadi dan kenapa kamu bisa bersamaku di sini? Hah?" Sembari menahan selimut yang membalut tubuhnya agar tidak jatuh, Aruni melayangkan tatapan tajam disertai pertanyaan beruntun dengan suara gemetarnya.

Bahkan, mata Aruni berkaca-kaca dan berusaha menjaga jarak dari Rajendra.

"Aku, aku tidak bisa mengingat apapun, Aruni cuma ...." Dia tak melanjutkan perkataannya, tapi dari permulaan yang dia utarakan sudah cukup jelas ke mana arahnya.

"Cuma apa? Jangan setengah-setengah aku butuh kejelasannya!!" Suara Aruni meninggi, dan ini adalah kali pertama dia berani berucap tanpa menjaga sikap di hadapan pria itu.

Selama ini, di kampus dia harus menjaga sikap karena kedudukan Rajendra memang cukup di segani.

Sementara beberapa bulan terakhir, dia baru mengetahui fakta bahwa Rajendra adalah adik kandung calon suaminya. Jelas saja mereka harus bersikap layaknya keluarga dekat walau cukup sulit bagi Aruni sebenarnya.

.

.

"Aku tidak tahu ... aku butuh waktu untuk mengingatnya dan ... aku siap memberikan kompensasi atas-"

PLAK!!

Tamparan keras itu menggema di ruangan. Suara telapak tangan yang membentur pipi laki-laki itu terdengar begitu nyaring, menusuk keheningan pagi yang menyesakkan.

"Tutup mulutmu, Rajendra!!" seru Aruni dengan suara bergetar penuh amarah dan jijik.

Wajah pria itu tersentak ke samping. Bekas telapak tangan Aruni langsung tampak jelas di pipinya, merah, panas, menyala. Tapi yang membuat Aruni makin muak adalah betapa datarnya ekspresi Rajendra. Seolah tamparan itu hanyalah hembusan angin yang tak berarti.

Aruni menggigil, bukan karena dingin, tapi karena kemarahan yang mendidih di setiap inci tubuhnya. Matanya berkaca-kaca, bukan oleh rasa takut, tapi oleh rasa hina. Perasaan tercabik, diinjak-injak, dilukai tanpa bisa membela diri.

Dia tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Kompensasi? Apa dia pikir harga dirinya bisa dibayar dengan uang?

Beberapa detik hening. Lalu pria itu menatap balik, dan di wajahnya tergambar sesuatu yang bahkan lebih menusuk dari perkataannya, ketenangan yang dingin, kosong.

"Lalu apa?" tanya Rajendra pelan, nada suaranya datar, tanpa rasa bersalah. "Kamu berharap apa selain kompensasi? Pernikahan?"

"Dasar badjingan!!" Aruni berteriak sekencang-kencangnya, sampai suaranya serak dan napasnya terputus-putus.

Tangannya mengepal kuat-kuat, kukunya sampai menusuk ke telapak tangannya sendiri. Tak peduli lagi dengan tubuhnya yang hanya dilindungi selimut, Aruni menerjang Rajendra seperti singa yang terluka parah, liar, marah, dan dipenuhi rasa tak berdaya yang menyesakkan.

Aruni memukul dadanya, mencakar bahu dan menampar wajahnya berulang kali. Tangisnya pecah di tengah amarah yang menggelegak, membuat tiap serangannya seolah bertenaga dari dalam luka yang tak kasat mata.

Rajendra sempat tak melakukan perlawanan. Dia hanya diam, menerima hujan pukulan dan cakaran itu dalam diam. Tapi saat Aruni tak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti, ia mulai geram.

Dia mengangkat tangannya, lalu menggenggam pergelangan Aruni dengan kasar, menahan gerakan wanita itu dengan paksa.

"Cukup!" bentaknya, kemudian mendorong tubuh Aruni kembali ke tempat tidur.

Aruni berontak, menjerit, meronta sekuat tenaga, tapi Rajendra terlalu kuat. Dia menahan kedua tangan Aruni dan menguncinya di atas kepala, membuat gadis itu tak bisa bergerak.

"Jangan berlagak sebagai korban sendirian, bisa jadi kita sama-sama korban di sini."

"Se-tan!! Jangan berusaha cuci tangan, pasti semua ini kamu yang merencanakan!!"

"Cih, kamu kira aku akan tertarik sama cewek style kampungan sepertimu? Hah?"

Diam, tidak ada tanggapan dari Aruni. Keduanya hanya beradu pandang dengan menyimpan sejuta kebencian di dalamnya.

"Dengar ya, aku sudah cukup baik dengan menawarkan kompensasi ataupun pernikahan kita memang dibutuhkan, tapi sikapmu justru begini dan membuatku sepertinya berubah pikiran."

"Baik kamu bilang? Dengar!! Aku masuk ke sini, dalam keadaan semua terasa gelap dan aku kehilangan kesadaran ... esok harinya, aku bangun dalam keadaan sehina ini bersamamu, coba jelaskan di mana letak kebaikanmu, Rajen-"

Brak!!

Belum selesai Aruni menuntaskan pertanyaannya, suara pintu dibuka secara paksa terdengar seketika.

Beberapa saat setelahnya, suara berat dari seorang pria bertubuh tegap dan rahang tegas itu juga turut menyelinap di indra pendengaran Aruni.

"Oh, jadi ini bridal shower yang kamu maksud, Aruni?"

.

.

- To Be Continued -

1
Sandisalbiah
LUAR BIASA
Sandisalbiah
yg bikin gak habis fikir itu.. biasanya seorang ibu mati² an pontang panting buat hidup anknya agar lebih baik tp ini ibu Rajendra org bukan ya?? malah ngorbanin hidup ank² nya agar dia biar bisa hidup enak...
Sandisalbiah
ulah Edo atau papa tiri Rajendra..
Sandisalbiah
prediksi opa Evan emang benar krn ayah tiri Rajendra emang sebulan itu kan..
Sandisalbiah
kasus ini bisa di manfaat kan keluarga Segini a buat menekan keluarga Aruni.. terutama soal perusahaan mereka yg lagi di ujung kebangkrutan.. bakal cari keuntungan buat dukungan perusahaan mereka takutnya..
Sandisalbiah
wess.. bakal murka itu bapak tiri Rajendra.. Aruni kudu ngomong ke deddy dan opa nya ini...
Sandisalbiah
nah loh.. kode keras itu Jend.. cewek tipe Mahen itu Aruni banget.. fix.. binik lu jd target Mahen itu Jend.. hati hati lho..
Sandisalbiah
sejak jd suami Aruni.. Rajendra terjangkit virus Aruni yg absurd
Sandisalbiah
intinya Bagas mengakui bahwa dia sengaja menjadikan Rajendra sebagai suami utk Aruni, bukan krn dia punya wanita lain tp krn dia tau Rajendra mencintai tunangannya itu dan dia sengaja mengalah demi kebahagian Rajendra walau dgn drama ciptaanya
Sandisalbiah
jd alasan Rajendra sengaja molor buat lulus krn gak mau kerja di perusahaan ayah tirinya.. hem.. 🤔
Sandisalbiah
mungkin Bagaskara sudah punya istri di pulau Sumatra itu.. makanya berbagai cara dia lakukan utk membatalkan pernikahannya dgn Aruni.. tp kasihan Rajendra yg jd kambing hitam
Sandisalbiah
emang sih yg namanya jodoh itu tdk pernah salah alamat.. kalaupun sempat nyasar itu hanya sesaat krn dia bakal pulang kerumah asli yg sudah ditetapkan utk nya..
Sandisalbiah
tuh.. Bagaskara menolak dgn alasan Aruni telah terjamah, semangkin besar bukti dia yg menjebak Rajendra agar dia bisa menolak utk menikahi Aruni...
Sandisalbiah
nanti calon suaminya yg sengaja menjebak Aruni biar pernikahan mereka batal.. krn ada yg janggal dgn kondisi Aruni dan Rajendra yg sama² linglung.. alias gak mengingat apapun..
Mahara Ika
knapa Arumi nya terlalu lebay ka🙏
Desy Puspita: *baca pas aku lagi nulis
total 2 replies
sweetpurple
keren!
Siti Aisyah
sdh mulai ada perhatian nih..😍
Siti Aisyah
lain di bibir lain dipikiran ...lain ucapan lain tindakan...🤣🤣🤣
Siti Aisyah
kok latihan jambak.jambakan..mending latihan bikin debay...🤭😂
Siti Aisyah
takut diketahui rahasia besar nya...eeh malah meluk orang nya..🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!