NovelToon NovelToon
Derit Ranjang Adikku

Derit Ranjang Adikku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:17.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Siapa sangka, kedatangan Mona di kediaman Risa adalah awal kehancuran rumah tangga yang baru beberapa tahun dibangun oleh Risa dan Arga.

Hampir setiap malam Risa mendengar suara derit ranjang dari dalam kamar yang ditempati oleh Mona.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Mona di dalam kamarnya?

Penasaran? Yukkk, ikuti kisah mereka 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam Bersama Mona

Malam pun menjelang.

Risa masih sibuk di dalam kamarnya, mencoba menidurkan bayi Lily. Sementara Arga bersiap menuju dapur. Ia sudah lapar dan ingin makan sesuatu.

"Sayang, aku sudah lapar. Aku makan duluan, ya," ucap Arga kepada Risa.

"Ya, Mas duluan aja."

"Baiklah." Arga pun melangkah ke luar kamar.

Baru saja ia menutup pintu kamarnya, tiba-tiba pintu kamar Mona terbuka. Gadis itu keluar dari kamar kemudian menyapa Arga yang sedang terpana melihatnya.

Bagaimana tidak, saat itu Mona tengah mengenakan lingerie tipis berwarna merah. Bahkan pakaian dallam gadis itu terlihat dengan sempurna di depan mata Arga.

"Eh, Mas Arga."

"Kamu mau ke mana, Mona?" tanya Arga tanpa bisa melepaskan pandangannya ke arah dua buah bulatan kenyal milik Mona.

"Mbak Risa ada? Mau gantiin Mbak Risa jagain Lily, Mas," jawabnya sambil tersenyum manis.

"Ehm, sebaiknya tidak usah. Lily sudah mau tidur juga, kok. Oh ya, ngomong-ngomong aku mau makan malam. Apa kamu mau ikut? Aku tau, kamu pasti sudah lapar," ajak Arga.

Mona kembali melebarkan senyumnya. "Ah, Mas Arga pengertian sekali. Tahu aja kalau aku sudah lapar," sahut Mona sambil mengelus perutnya yang rata.

"Ya, sudah. Yuk, kita ke dapur," ajak Arga sembari meminta Mona untuk jalan lebih dulu menuju dapur.

Mona melenggang lenggok seperti seorang model di depan Arga dan membuat Arga begitu terpesona. Apalagi bokong padat berisi itu tampak menari-nari di hadapannya. Tangan Arga terasa gatal. Ingin sekali ia menyentuh, meremass serta memukul bokong itu.

"Gila bener, kenapa Mona semakin menggairahkan saja," celetuk Arga dalam hati sambil menelan salivanya.

Setibanya di dapur, Arga segera meraih sebuah kursi untuk Mona dan memilih kursi dengan jaraknya yang sangat dekat dengan adik iparnya tersebut.

"Makan malamnya nasi goreng favoritku. Semoga kamu suka," ucap Arga kepada Mona.

"Wah, kenapa bisa kompakan ya, Mas. Makanan favoritku juga nasi goreng dan dari aromanya aku yakin nasi goreng ini pasti enak," sahut Mona dengan sangat antusias.

"Tentu saja, ini masakan Bi Surti. Apa pun yang dia masak pasti enak. Pokoknya tidak rugi gaji Bi Surti kerja di sini. Ya 'kan, Bi?" Arga melirik Bi Surti yang masih berada di ruangan itu.

"Ah, Tuan bisa saja," sahut Bi Surti yang tampak malu-malu.

Makan malam pun dimulai dan Arga tidak hentinya melirik bagian dada Mona yang sedikit terbuka. Kedua buah bulatan kenyal yang masih tertutup braa berwarna senada dengan lingerie itu benar-benar menyita perhatian Arga. Bahkan tanpa ia sadari juniornya bangkit lagi dan perutnya yang tadi kelaparan tiba-tiba terasa kenyang.

"Aku sudah selesai," ucap Arga setelah menghabiskan satu porsi nasi goreng kesukaannya. Padahal biasanya tidak cukup satu porsi.

"Aku juga, Mas. Terima kasih nasi gorengnya," sahut Mona dengan manja.

"Ehm, Mona. Boleh Mas tanya sesuatu?" Arga masih memperhatikan penampilan gadis cantik itu.

"Ya, Mas. Tentu saja boleh," jawabnya sambil mengangguk pelan.

"Kamu sudah punya kekasih belum?" tanya Arga sambil menggoda Mona.

"Dulu sih punya, Mas. Tapi sekarang udah enggak. Aku jomblo! Miris, ya?" sahutnya sambil tertawa pelan.

"Masa, sih? Ah, Mas gak percaya. Secara kamu itu masih muda, cantik, dan juga seksi. Siapa yang tidak mau coba," goda Arga.

Mona tampak tersipu malu. "Kalau Mas Arga mau gak sama Mona? Ya, jika seandainya Mas Arga masih single gitu," tanya Mona sambil tertunduk malu.

"Wah, kamu ini, ya!" Arga bangkit dari posisi duduknya. "Mas mau ke kamar dulu, udah capek," lanjut Arga.

Mona mengerucutkan bibirnya. Ia sedikit kesal karena Arga tidak mau menjawab pertanyaannya. Padahal ia ingin sekali mendengar jawaban langsung dari bibir lelaki tampan itu.

"Ya, sudah. Aku juga ingin beristirahat."

Mona kembali melangkah di depan Arga dan setibanya di depan kamarnya, ia pun pamit.

"Selamat malam, Mas Arga," ucap Mona sambil tersenyum kepada Arga.

"Malam." Arga membalas senyuman Mona.

Mona melenggang masuk ke dalam kamar dan lupa mengunci pintunya. Arga masih bisa melihat apa yang dilakukan oleh Mona di dalam sana di balik sisi pintu yang terbuka.

Sebenarnya Arga berniat masuk ke dalam kamarnya. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti tatkala melihat Mona mulai melepaskan lingerie-nya. Ia melemparkan baju haram itu ke lantai dekat ranjang kemudian menjatuhkan dirinya di atas ranjang dengan posisi terlentang.

Arga terus memperhatikan Mona hingga sesuatu mulai terjadi di ruangan itu. Mona tampak menggeliatkan tubuh sambil meremass kedua bulatan kenyal miliknya sendiri. Mona mendesahh dan terdengar begitu indah di telinga Arga.

"Aakhhh, eummm ...."

Arga menelan salivanya. Juniornya sudah bangkit dan tak terkendali. Dadanya berdebar kencang dan setan di kepalanya mulai menggoda dirinya untuk masuk ke dalam ruangan itu dan membantu Mona meremass bulatan kenyal nan besar.

"Ah, bodoh!" umpat Arga pelan setelah sadar apa yang sudah ia lakukan di depan kamar Mona.

Dari pada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Arga pun memilih masuk ke dalam kamarnya. Ia melihat Risa masih berbaring di samping bayi Lily yang sudah terlelap. Wanita yang sudah menemani dirinya selama dua tahun itu pun tampaknya sudah tertidur karena kelelahan.

Arga memperhatikan Risa yang tampak kucel. Rambut tak terurus, wajah yang apa adanya, serta daster yang selalu setia menemani istrinya itu baik siang maupun malam.

Tiba-tiba ia teringat akan Mona yang selalu tampil cantik dengan balutan baju seksi, terlebih ketika gadis itu mengenakan lingerie-nya.

"Kenapa semakin hari, Risa semakin kucel, ya? Beda sama adiknya, Mona. Dia benar-benar bisa merawat diri," gumam Arga dalam hati.

Arga menyentuh junior-nya yang masih dalam kondisi on dan siap diajak bertempur. Ia melepaskan piyama tidurnya kemudian menghampiri Risa yang sudah terlelap di samping bayi Lily. Lelaki itu menggoyang-goyangkan tubuh Risa pelan sembari berbisik lembut.

"Risa sayang, bangunlah!"

Risa tersentak kaget. Ia membuka matanya secara perlahan kemudian tersenyum kepada Arga yang sudah bertelanjang dada di hadapannya.

"Ada apa ya, Mas?" tanya Risa sambil mengucek matanya.

"Mas sudah kepengen ini, sudah gak tahan. Coba sentuh ini!" Arga meraih tangan Risa kemudian meletakkannya di atas junior yang masih menegang.

Risa memasang wajah sedih sembari menarik tangannya kembali. "Maafkan Risa, Mas. Risa tidak bisa melayani Mas karena Risa baru saja melahirkan. Mas tahu sendiri 'kan kalau orang yang baru melahirkan itu—"

"Hahh! Sudah-sudah. Baiklah, tidak jadi," kesal Arga sembari membalikkan badannya dan berbaring membelakangi Risa.

Risa berbalik kemudian menatap punggung Arga yang tengah membelakanginya dengan wajah sedih. "Maafkan aku, Mas ...." lirih Risa.

...***...

1
evi carolin
buka videonya kenapa harus takut mona ,lucu deh kamu kaya perempuan paling bener aja kelakuanmu mu
evi carolin
hambar ni yeee....
evi carolin
sekali melangkah keluar pantang utk kembali tapi nikmatilah nnt hasil dr perbuatan mu 🫤
Jhon Kuni Wong
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Surati
bagus
Zia Zee
pelakor yang sok suci, wkwkwkwk lucuk
Zia Zee
uda penyakitan, cacat pulaak
Zia Zee
mampus!
Nur Halima
Luar biasa
Yuni Ngsih
Thor baru nongol pelakor muncul ,itu pakta ada klwrga bawa adik perempuannya yg blm kerja eh dimakan sm suami kakaknya sampai ,jadi veriyramu sm dengan kehidupan nyata,mknya klw sudah berumah tangga jangan bw adik perempuan satu rumah maaf ko curhat ....lanjut ceritramu yg bgs ini Author ....semangat....ok
Sri Wahyuni
jng berharap risa akan kembali kepadamu Arga
Ifah Ifah
Luar biasa
Ifah Ifah
bagus risa lwn aj si arga
guntur 1609
siapa yg mau ngurus sampah biadab sprtimu
guntur 1609
rasain loe
guntur 1609
brti rena bukan anak kandung mereka. pas lah brti jodohnya aden anaknya guntur
guntur 1609
mampus kau Abdi. gak tahu ja kau klu mona di siksa sm si biadab arga
guntur 1609
mampus kau Arga.. hahahaha
guntur 1609
kena aids
guntur 1609
mantap ay... dampingi dan lindungi terus risa. agar dia merasa aman sm kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!