NovelToon NovelToon
Rahasia Dua Tubuh

Rahasia Dua Tubuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Rachmat Rachimullah

Bagaimana rasanya terbangun di pagi hari dan mendapati dirimu memiliki dua kehidupan yang sepenuhnya berbeda?
Selama ini, hidup 'Bara' adalah sebuah komedi pahit. Bertubuh gemuk, pendek, dan selalu dilingkupi rasa tidak percaya diri, ia menjadi sosok tak kasat mata yang selalu diremehkan di lingkungan sosialnya. "Aku ini siapa?" menjadi pertanyaan retoris yang terus menghantui hari-harinya di kamar yang berantakan.
Namun, takdir memainkan lelucon yang teramat gila.

Tanpa ada penjelasan ilmiah maupun magis, Bara mendadak terbangun dengan dua tubuh yang terhubung pada satu jiwa yang sama.

Saat tubuh aslinya tertidur, kesadarannya berpindah ke tubuh seorang pria lain: sosok yang sempurna, tinggi, tampan, atletis, dan berbalut setelan jas mewah dengan latar belakang gemerlap kota metropolitan. Di satu sisi, ia adalah pria malang yang terpinggirkan; di sisi lain, ia adalah pangeran sempurna yang dipuja semua orang.

"ketika takdir memberikan mu dua tubuh, mana yg akan kamu pilih?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachmat Rachimullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari yang buruk

"ahh sial sudah pagi saja" gerutu bara

Pagi hari yang cerah Bara Pratama terbangun dari ranjang tidurnya tepat pada pukul 06.30 Akbar yang saat ini adalah seorang siswa di salah satu sekolah negeri terbilang cukup terkenal di desa nya, pagi itu terasa berat untuknya karna dimana ketika ia pergi ke sekolah hari-hari yang ia lewati begitu berat untuknya. hampir setiap hari Akbar mendapatkan bul*y ketika berada di sekolah.

pada saat yang bersamaan Mila lestari yaitu ibu dari Akbar. seorang wanita single parent yang membesarkan Akbar seorang diri karna pada saat Akbar masih berumur 3 tahun ayahnya meninggal karna kecelakaan.

Mila memilih untuk tidak menikah lagi ia memilih untuk fokus membesarkan Akbar. Mila setiap hari bekerja serabutan mulai dari buruh cuci, mengumpulkan kardus bekas, menjadi tukang cuci piring. apapun ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan anaknya.

Pagi itu Mila masak sup kesukaan Bara

"Baraaa ayo bangun!!. ini sudah waktunya kamu pergi ke sekolah nak, ibu sudah masak sup favorit mu untuk kita sarapan" sambil mengetok-ketok pintu kamar Bara

Bara yang baru membuka matanya "iyaa bu, Bara baru bangun sebentar lagi aku akan mandi"

mendengar bahwa anaknya sudah bangun Mila pun bergegas menyiapkan seragam sekolah Bara serta menyiapkan sarapan untuk mereka berdua "yauda ibu siapkan seragam untukmu dan sarapan untuk kita berdua"

Bara yang sudah siap dengan seragamnya menghampiri ibunya. "ibu masak sup favorit ku yaa?"

ibunya yang tengah sibuk menyiapkan sarapan menjawab pertanyaan anaknya

"iyaa ibu masak sup kesukaan kamu nak. ayoo kamu ambil piring sana kita sarapan bareng sebelum kamu berangkat ke sekolah"

"baiklah bu, aku ambil 2 piring" ucap Bara

ibu dan anak itu nampak sangat menikmati hidangan yang sederhana itu. sejauh ini Bara tidak pernah menceritakan sedikitpun permasalahannya di sekolah tentang dia yang di bul*y oleh teman-temannya.

Dia memilih untuk diam karna tidak ingin ibunya khawatir, sejujurnya Bara sudah muak akan sikap teman-temannya di sekolah namun Bara tidak punya pilihan lain selain bertahan di sekolah itu. melihat betapa susah ibunya mencari nafkah Bara tidak tega untuk meminta ke Mila untuk pindak sekolah.

Mila yang sedang menikmati makanan didepannya akhirnya mengajak Bara untuk berbicara "sekolah mu gimana nak? lancar?"

Bara pun menanggapinya sembari masih banyak makanan yang ada di mulutnya "baik- baik saja Bu, aku senang dengan lingkungan haha". Bara yang berbicara sambil makan tiba- tiba tersedak

"uhukkk uhukkkk" Bara tersedak oleh makanan yang dikunyah mulutnya

sontak Mila pun bergegas memberikan Bara segelas air putih "yaampun nakk pelan-pelan, makanya jangan sambil bicara kalo makan itu"

Bara langsung menyambar gelas yang diberikan oleh ibunya "glekkk glekkk glekkk"

"kan ibu yang mengajak aku ngobrol pas aku lagi makan" protes Bara kepada ibunya

Mila yang melihat Bara protes dia pun mengerti

"iyaa ibu minta maaf, maksud ibu lain kali di telen dulu makanannya habis itu baru bicara"

kemudian Mila melanjutkan pembicaraan yang tadi "baguslah kalo kamu senang dengan lingkungan disekolah mu, ibu ikut senang nak mendengarnya"

namun yang tidak di ketahui Mila dalam hati Bara berkata 'sekolah sangat tidak menyenangkan bu, andai aku bisa untuk pindah sekolah aku memilih untuk pergi dari sekolah neraka itu'.

Bara termenung cukup lama pikiran mencari solusi supaya dia bisa pindah sekolah namun dengan bentuk fisiknya yang gemuk ia minder mencari pekerjaan karna sebenarnya ia juga takut akan di bul*y oleh orang-orang ketika orang lain melihat fisiknya.

waktu sudah menunjukan pukul 06.45 Bara pun bergegas berangkat ke sekolah dan berpamitan ke ibunya

"ibu aku berangkat dulu ke sekolah" namun muka Bara terlihat sangat lesu karna hari ini akan sama seperti hari-hari sebelumnya hari yang berat untuknya.

Mila yang sedang membereskan piring-piring sisa makan tadi menyambut Bara yang berpamitan

"kamu hati-hati yaa nakk, ibu berharap nanti anak ibu bisa menjadi orang besar dan sukses. aamiin"

kemudian Bara mencium punggung tangan ibunya lalu ia segera menuju ke sekolah.

Bara berjalan kaki tiap ingin pergi atau pulang jika ia ke sekolah. jarak nya memang lumayan jauh tapi dia juga tidak punya kendaraan atau sepeda angin untuk pergi ke sekolah yaa wajar saja ekonomi keluarga nya sangat jauh dari cukup.

"bagaimana ini gue takut untuk pergi ke sekolah, pasti nanti si brengsek Andy itu terus membul*y ku"

Bara merasa takut dan enggan untuk berangkat ke sekolah karna dia pasti akan menjadi target bul*y temannya yang bernama Andy. namun ia tak punya pilihan lain ia tetap melangkahkan kakinya menuju sekolah.

pukul 07.10 Bara sampai di gerbang sekolah. para siswa siswi juga sudah mulai ramai. tak disangka di depan gerbang sekolah sudah ada Andy bersama gengnya, ia melihat Bara yang datang dengan berjalan kaki hendak memasuki sekolah. "woyyy b*bi gendut sini"

Andy terbiasa memanggil Bara dengan sebutan b*bi gendut karna postur tubuh Bara yang tidaklah tinggi dan gemuk walaupun Andy sendiri juga gemuk namun ia memiliki tinggi badan yang selisih jauh dengan Bara.

Bara yang melihat Andy bersama geng nya di depan matanya langsung merasa ketakutan

"astagaa kenapa si Andy bisa sampai di sekolah se pagi ini si, biasanya dia juga telat sampainya, aduhhh matilahh akuu". kaki nya gemetar ketika mendengar Andy memanggilnya

"heyy b*bi kamu tau apa yang membuat ku senang hari ini ?, karna aku sudah melihat budak kesayanganku di pagi hari"

teman-teman Andy seketika langsung terbawa terbahak-bahak mendengar apa yang di ucapkan Andy. " ahahaha ahahahah".

sofyan salah satu diantara mereka ikut menghina Bara. "ahahaha budak kesayangan. menurut ku lebih cocok di bilang peliharaan kesayangan si. karna dia kan di panggil b*bi. hahaha".

"sudah-sudah ayo kita masuk ke kelas. ohh yaa babi karna kamu adalah budak ku kamu harus menurut kepadaku" Andy yang semena-mena itu meminta Bara untuk menuruti perintah yang dia berikan

Bara semakin takut mendengar apa yang di ucapkan Andy.

"maaf Andy aku mohon untuk hari ini jangan siksa aku dulu" dia memohon kepada Andy sampai hampir menitihkan air mata

namun Andy tidak peduli dengan permohonan Bara.

Mendengar Bara memohon Andy sangat ingin menghajar wajahnya yang tembem itu.

"heii b*bi tolol, gausa sok menyedihkan gitu lo, inget yaa lo itu budak gue jadi harus nurut apa yang gue suruh ngerti ga Lo!!" Andy yang sedari tadi  mengcengkram Krah baju Bara akhirnya pun melepaskan nya.

"sekarang lo bersikap layaknya anjing dan lo lari sampai ke depan kelas sekarang!!" bentak Andy

Bara pun tak berdaya dia langsung menuruti apa yang di perintahkan Andy. Bara mengambil ancang-ancang dan bersikap seperti anj*ng

"mana suaranya?, ayoo dong menggonggong kayak anj*ng!!"

"gukkk gukkk gukkk" suara Bara yang berusaha menyerupai anj*ng

Andy dan semua geng nya pun tertawa melihat Bara benar-benar menuruti perkataan Andy.

"ahahaha ahahaha" "dia sangat lucu. ingin sekali aku mendang bokong nya itu hahaha"

kemudian Andy kembali menyuruh Bara untuk berlari menuju kelas

"anj*ng ku yang maniss.. sekarang lo lari yang kenceng ke kelas, kalo sampe dalam 5 menit lo belom sampe kelas. Lo akan dapet hukuman dari gue, pahamm?!".

"gukk gukk gukk" Bara hanya membalas dengan jenggongan nya.

"anj*ng yang pintarrr hihi" balas Andy sambil mengelus-elus rambut Bara

kemudian Andy menyuruh salah satu anggota gengnya untuk lomba lari dengan Bara yang sekarang ini cosplay menjadi anj*ng.

"Asep Lo gue tugas in buat lomba lari sama si anj*ng kesayangan gue ini, kalo sampe dia kalah gue bakal kasih pelajaran ke dia, tapi kalo sampe lo yang kalah siap-siap lo harus traktir kita semua"

Asep pun tak rela jika dia harus kalah dari Bara yang sekarang cosplay menjadi anj*ng.

"wahh kalo kek gini yaa gue harus menang. woyy anj*ng gendutt siap-siap lo yaa bakal gue habisin lo kalo sampe gue kalah"

salah satu anggota geng Andy yang bernama Arini langsung berinisiatif untuk menghitung mundur tanda perlombaan antara Bara dan Asep akan di mulai.

"okeyy gue itung yaaa..."

" 1....."

" 2....."

" 3...... mulaii"

Bara serta Asep pun langsung berlari sekencang mungkin untuk sampai garis finish yaitu ruang kelas

1
Ilham Rachmatullah
ahaha pika pikaa🤣
Jian Fitriana
jangan lama’ thor update nya 🤭
rey
semangat thor 🔥🔥
RR
halo teman-teman sekalian. tolong bantu berikan ulasan yaa agar saya lebih semangat untuk memberikan tulisan-tulisan terbaik. jangan lupa like nya terimakasih
rey: semangat thor 🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!