Seratus tahun silam, seorang pendekar mengguncang langit lalu lenyap meninggalkan pesan legendaris.
Kini, Yuse Yattama yang bercita-cita jadi pendekar menemukan buku misterius Janma Manunggal. Tanpa sadar ia menyerahkannya kepada Cindy Gulla dari Kerajaan Paripurna, dan hal itu menjadi awal petualangan besar.
Bersama Yamaika Brisa, mereka harus menghadapi kekuatan langit dan rahasia kuno yang bangkit kembali. Akankah Yuse mampu mengikuti jejak sang legenda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A. S. Rane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Badai meguncang langit
Seratus tahun yang lalu, ada seorang pendekar yang mengguncang langit.
Namanya kini hanya tersisa sebagai bisikan di antara lembaran-lembaran sejarah, diceritakan dari mulut ke mulut, di dekat api unggun atau di teras rumah saat malam tiba. Tidak ada yang tahu dari mana ia berasal, tidak ada yang tahu ke mana ia pergi setelah kekuatannya meluluhlantakkan segala batasan yang selama ini dianggap mutlak.
Konon, saat ia melangkah ke medan pertempuran, langit yang tinggi dan sunyi seketika bergemuruh dahsyat. Dengan satu ayunan tangannya, ribuan kilat menyambar dan awan hitam terbelah dua sampai ke ujung cakrawala. Ia melesat menembus angin, meninggalkan jejak cahaya yang membakar udara, setiap hentakan kakinya membuat gunung-gunung besar berguncang hebat, batu-batu raksasa meluncur jatuh, dan sungai-sungai besar berbalik arah mengalir mundur. Angin yang sepoi berubah menjadi badai maut yang menderu kencang, menyapu bersih segala yang menghalangi jalannya.
Ia bukan sekadar manusia biasa—ia adalah badai yang berjalan di atas bumi, cahaya yang membakar kegelapan, dan legenda yang melampaui waktu. Ia terbang melayang di antara awan, bertarung melawan kekuatan surga yang tak terhitung jumlahnya. Setiap serangannya memecah langit biru menjadi ribuan kepingan cahaya, setiap benturan tenaganya membuat tanah retak luas hingga ke dasar bumi, dan ombak samudra meluap tinggi seolah ingin menelan daratan. Pasukan yang tak terhitung jumlahnya, senjata tajam yang berkilau, dan sihir dahsyat yang dilontarkan ke arahnya, semuanya hancur lebur hanya dengan satu lambaian tangannya. Ia menendang udara hingga gempa berkobar, memukul ruang dan waktu hingga retak, dan memaksa hukum alam tunduk di bawah kekuasaannya. Tidak ada yang sanggup berdiri tegak di hadapannya, tidak ada pertahanan yang mampu menahan kekuatannya—ia meluluhlantakkan segala halangan, menaklukkan apa yang dianggap mustahil, hingga langit sendiri gemetar ketakutan di hadapannya.
Ia tidak berperang demi kekuasaan, tidak bertarung demi harta atau tahta. Ia hanya berdiri untuk apa yang benar, dan dengan kekuatannya yang luar biasa, ia mengubah takdir dunia selamanya. Setelah semua musuh tumbang dan kedamaian kembali terjalin, ia menghilang seolah ditelan oleh angin, meninggalkan hanya satu pesan yang terus bergema di seluruh penjuru dunia: “Langit bukanlah batasan. Ia hanyalah permulaan.”
Seratus tahun telah berlalu. Dunia kini tampak damai, namun diam-diam kekuatan lama yang pernah ia tumpas mulai bangkit kembali, kegelapan perlahan menyelimuti, dan tanda-tanda pertempuran besar mulai terlihat di langit. Dan legenda itu—kisah tentang pendekar yang mengguncang langit—kini bukan lagi sekadar cerita masa lalu. Ia menjadi pertanda, bahwa takdir besar sedang menanti untuk bangkit kembali, menunggu pewaris selanjutnya yang mampu meneruskan jejaknya, dan sekali lagi membuat langit berguncang hebat.