NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cahaya jingga yang terlarang

Pukul 16.50.

Ravion Arshaka tidak butuh melihat jam untuk tahu bahwa waktu hampir habis. Perasaan sesak itu mulai merayap di dadanya, sebuah alarm alami yang sudah tertanam selama lima belas tahun. Ia berdiri dari kursi kulitnya, melangkah cepat menuju jendela kaca raksasa yang mendominasi ruang kerjanya di lantai 45.

Sret.

Ia menarik gorden beludru abu-abu itu dengan sentakan kasar hingga tertutup rapat. Tidak boleh ada satu celah pun. Ia benci warna itu. Ia benci bagaimana langit perlahan berubah menjadi semburat jingga dan ungu. Baginya, senja bukan pemandangan indah; senja adalah bau aspal basah, suara sirene ambulans, dan jemari ibunya yang mendingin tepat saat matahari tenggelam.

"Masuk," suara Ravion terdengar tajam saat pintu diketuk.

Sekretaris lamanya, Pak Gunawan, masuk dengan napas tertahan. "Ini laporan pengadaan alat berat untuk proyek di Kalimantan, Pak. Ada selisih anggaran sekitar lima persen."

Ravion tidak menoleh. Ia menatap dinding yang kini gelap, hanya diterangi lampu meja yang dingin. "Cari tahu siapa yang bermain. Kalau dalam dua puluh empat jam tidak ada nama, kamu yang saya pecat."

"Tapi, Pak—"

"Keluar. Jangan biarkan siapa pun masuk sampai matahari benar-benar hilang."

Di tempat lain, suasana jauh berbeda.

Elfesya Arawinda baru saja keluar dari toko buku bekas dengan napas terengah. Ia harus segera sampai di rumah sebelum adiknya, Elric, pulang sekolah untuk memasak makan malam. Namun, langkahnya terhenti di sebuah persimpangan jalan yang padat.

Di sana, seorang wanita tua dengan pakaian yang tampak mahal namun terlihat linglung sedang berdiri di tepi jalan. Sebuah motor melaju kencang, tidak memedulikan sang nenek yang mulai melangkah ragu.

"Nenek! Awas!"

Elfesya menjatuhkan tas belanjanya, berlari secepat kilat dan menarik lengan wanita tua itu tepat saat motor tersebut melesat hanya beberapa sentimeter dari mereka. Elfesya membawa sang nenek ke trotoar, jantungnya berdegup kencang.

"Nenek tidak apa-apa? Aduh, hampir saja," ucap Elfesya sambil memeriksa lengan wanita itu. Aroma jeruk nipis dari parfum Elfesya menenangkan suasana.

Wanita tua itu—Nenek Lastri—menatap Elfesya dengan mata berbinar. Ia tidak takut, ia justru terpesona. "Kamu... kamu menyelamatkan aku, Nak."

"Hanya membantu, Nek. Kenapa menyeberang sendirian? Bahaya sekali," omel Elfesya dengan nada ceria yang alami. Ia membantu mengambilkan payung sang nenek yang terjatuh.

"Supirku sedang memutar balik. Aku tadi melihat kucing lucu jadi turun begitu saja," jawab Nenek Lastri santai. Ia menggenggam tangan Elfesya. "Kamu cantik sekali. Namamu siapa? Sudah punya pacar? Mau tidak jadi cucu menantuku?"

Elfesya tertawa kecil, menganggap itu hanya bualan orang tua yang sedang syok. "Nama saya Elfesya, Nek. Soal itu... iya deh, boleh, asal Nenek jangan menyeberang sembarangan lagi ya?"

Elfesya menjawab 'iya' hanya agar sang nenek tenang dan mau menurut saat supirnya datang. Ia tidak tahu bahwa bagi Nenek Lastri, kata 'iya' adalah sebuah kontrak suci.

Malam harinya, di kediaman megah keluarga Arshaka.

Ravion sedang duduk makan malam bersama ayahnya yang baru pulang dari luar negeri dan sang nenek. Suasana meja makan itu sedingin es. Ayah Ravion, pria yang jarang bicara, hanya sibuk dengan ponselnya.

"Ravion," panggil Nenek Lastri tiba-tiba, memecah kesunyian.

Ravion mendongak datar. "Ya, Nek?"

"Tadi sore Nenek hampir mati. Dan Nenek sudah menemukan calon istri untukmu. Dia menyelamatkan nyawa Nenek. Namanya Elfesya."

Ravion meletakkan sendoknya dengan denting logam yang nyaring. "Nek, aku sedang tidak ingin bercanda. Aku punya banyak urusan di kantor."

"Nenek tidak bercanda! Dia sudah setuju. Dia bilang 'iya'. Dia gadis yang tulus, ceria, dan tidak materialistis. Besok dia akan datang ke kantor untuk melamar posisi sekretaris pribadimu. Nenek yang menyuruhnya."

Ravion menyipitkan mata. "Aku baru saja memecat sekretarisku sore ini. Dan Nenek mengirim orang asing untuk masuk ke perusahaanku?"

"Dia bukan orang asing, dia calon istrimu!" Nenek Lastri menggebrak meja dengan pelan tapi tegas. "Kalau kamu menolaknya, Nenek akan mogok makan dan tidak mau minum obat lagi. Biar saja Nenek cepat menyusul ibumu."

Ravion mengepalkan tangan di bawah meja. Ancaman itu selalu berhasil. Ia melirik gorden ruang makan yang tertutup rapat, membayangkan gadis bernama Elfesya itu. Pasti hanya gadis oportunis yang memanfaatkan keramahan nenek-nenek.

"Baik," sahut Ravion dingin. "Dia boleh datang. Tapi kalau dalam satu minggu dia menangis karena pekerjaannya, jangan salahkan aku jika dia aku usir dari kantor."

Nenek Lastri tersenyum penuh kemenangan. Ia tahu, cucunya yang kaku seperti batu itu butuh seseorang yang bisa membawa sinar matahari ke dalam hidupnya—bahkan jika Ravion Arshaka adalah pria yang paling membenci cahaya.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!