Gita mati karena penghianatan, ia didorong oleh keluarga dan sahabatnya sendiri ke tengah zombie demi menyelamatkan diri mereka. namun, Gita kembali ke masa satu bulan sebelum wabah mematikan menghancurkan dunia. dengan ingatan masa depan dan sebuah kalung Dimensi misterius, Gita bersiap menghadapi kiamat sebelum menjauh dari orang - orang yang pernah membunuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1
Akhhhh....
Jerit Gita menggema di apartemennya dengan suara kencang.
Hah... Hah.....
Nafas Gita terengah engah, dia seperti bermimpi sesuatu yang sangat menyeramkan.
"Gu... gue hidup lagi!!" kaget Gita
Gita melirik ke kanan dan kek kiri, kamar yang sangat dia rindukan, sayangi dan penuh perjuangan untuk memiliki apartemen ini.
Gita perlahan bangkit dari ranjangnya, berjalan ke arah pintu apartemen nya dan membuka pintu apartemen, dan berjalan ke balkon.
apartemen Gita berada di lantai paling atas, jadi dia bisa memiliki balkon yang luas untuk dirinya sendiri, lantai apartemen ini hanya di miliki oleh Gita jadi tidak akan ada sembarang orang yang bisa masuk ke dalam apartemennya, karena harus memiliki card akses.
Dia melirik ke bawah di mana semua orang sudah melakukan aktivitas nya, ada yang bekerja, sekolah dan joging.
Melihat hiruk pikuk kota yang terlihat damai, namun Gita tau akan ada waktu di mana semua pemandangan yang dia lihat hari ini akan lenyap seketika.
Tanpa terasa Gita meneteskan air mata, dia sangat sangat merindukan suasana pagi hari seperti ini.
Di masa depan, tidak ada hari damai hanya ada hari dimana kita mempertahankan hidup.
Jika bukan kita yang membunuh kita yang akan terbunuh.
Saat Gita sedang melihat pemandangan kota yang damai, namun ada beberapa kali kebisingan klakson yang terdengar namun itu lah yang membuat dia sangat merindukan suasana pagi hari sebelum terjadinya bencana alam dan serangan zombie.
Kruk....
Tiba - tiba perut Gita berbunyi, Gita langsung melihat ke arah kulkas dia langsung berjalan menuju kulkas dan melihat tumpukan makanan Yang ada di lemari dan di lemari lain pun ada banyak mie instan yang sangat dia inginkan, di masa depan mie instan Akan menjadi primadona.
Wanita akan menawarkan diri untuk mendapatkan satu buah mie instan saja, di masa depan wanita sangat tidak punya harga diri karena para lelaki melihat jika wanita itu lemah, merepotkan dan pantas untuk di permainkan jadi di masa depan wanita sangat sangat di perlakukan buruk oleh para lelaki.
"Gue harus makan yang mana dulu ya?" bingung Gita
Dia melihat tumpukan makan, namun ada rasa sayang ingin memakan.
Di masa depan Gita mendedikasikan hidupnya kepada orang tua dan saudaranya, agar dia di terima di keluarganya.
Dia berani menerobos banjir untuk mencari makanan untuk kelurganya, dia juga berani melawan para zombie untuk mencari makanan untuk keluarganya namun pengorbanannya di bayar 0 oleh mereka.
Gita mati karena mereka mendorong nya saat para zombie masuk ke dalam ruang persembunyian mereka dan dengan tega mereka langsung mendorong Gita untuk menyelamatkan diri mereka dan melupakan pengorbanan Gita.
Karena itu lah Gita merasa mengingat dimasa dimana dia berjuang mencari makanan dengan susah payah, namun bukan dia yang menikmatinya tapi orang orang yang tidak tau diri yang malah menikmati nya.
Dengan tangan gemetar Gita membawa mie instan rasa daging sapi, dia langsung membukanya dan memasak nya dengan cepat.
"Ini tanggal berapa?" ucap Gita lupa melihat kalender
Gita pun langsung mencari kalender dan melihat tanggal berapa hari ini.
"Hari ini tanggal 13 April 2035!! 30 hari sebelum cuaca ekstrem datang!!" kaget Gita
"Oh iya kalung dari bibi" ujar Gita lupa
Gita langsung mencari kalung yang di berikan pembantunya dulu yang selalu menjaga Gita, dia adalah bi Imas. Dia yang selalu menjaga Gita sejak kecil, namun saat Gita berada di usia 12 tahun bi Imas meninggal saat dirinya pulang kampung namun sebelum pulang kampung bi Imas memberikan kalung mutiara hijau dan ini lah kalung keajaiban yang baru Gita tau.
Gita mencari kalung itu di semua laci kamarnya.
"Di mana ya, gue lupa lagi" gerutu Gita
"Ah iya. Di kamar mandi" ingat Gita
Gita langsung pergi ke kamar mandi untuk mencari kalung pemberian dari bibi kesayangannya itu.
Gita masuk ke kamar mandi dan dia melihat kalung itu ada di gantung di samping cermin.
"Syukurlah kalungnya masih ada" gumam Gita
Gita langsung membawa kalung ke dapur, dia langsung melukai telapak tangannya dengan pisau dan kalung itu langsung di simpan di atas luka yang digores sengaja oleh Gita.
Tangannya langsung dia kepalkan, dan tiba - tiba keluar cahaya dari sela sela jari tangannya.
"Berhasil berhasil" gumam Gita
Dengan cahaya kilat Gita langsung berada di sebuah Padang rumput kosong, hanya ada padang rumput membentang luas.
"Gue harus secepat nya nimbun Makanan, waktu gue gak lama lagi cuma 30 hari lagi" gumam Gita dengan wajah gembira.
"eh iya. Tapi ini gue gak tau gimana cara keluar dari sini?" ucap Gita
Dengan waktu per sekian detik tiba - tiba Gita sudah keluar dari dalam ruangan dimensi dan pindah ke kamarnya lagi..
"Oh. Gue ngerti, masuk!" mencobanya lagi
Gita pun langsung masuk lagi ke dalam ruang dimensi lagi.
Dan sebaliknya jika Gita mengucapkan keluar dia juga akan keluar dari ruang dimensi.
"Wah keren banget, makasih bi bibi udah bantu aku sampe sekarang. Maaf dulu kalung bibi aku gak jaga dengan baik" gumam Gita
Gita tau tentang kekuatan kalung ini karena Livy yang memberitahu kan keajaiban ini saat dirinya ada di ambang akhir hidupnya, membuat Gita tau semuanya dan di kehidupan ini dia yang akan memiliki ruang dimensi ini dan hidup dengan damai tanpa gangguan keluarga dan sahabatnya yang merepotkan itu.
Dulu dia dengan terpaksa memberikan kalung ini karena Livy sangat menginginkan nya walupun git tau jika Livy tidak suka dengan kalung milik nya.
Namun karena Gita sangat menyayangi kalinya jadi dia mau merebut semua yang dia punya dengan berakting sebagai teman sejati.
"Coba gue pindahin satu mie instan, jadi apa kalo di pindahin ke ruang dimensi" gumam Gita
Gita menyentuh mie instan itu dan dengan cepat mie instan pun langsung menghilang dengan sekejap.
Gita pun masuk ke dalam ruang dimensi dan alangkah terkejutnya, saat dirinya melihat rak dengan tumpukan mie instan yang banyak.
"Berarti apapun makanan yang gue bawa masuk ke ruang dimensi bisa dikalikan" gumam Gita
Gita pun tersenyum bahagia, dia keluar lagi dari ruang dimensi.
"Kalung ini kalo hilang berabe nih, coba aja kalo bisa nyatu gitu sama badan gue. Ngilang di badan gue gitu" ucap asal Gita
Dengan sekejap mata, tiba - tiba kalung menghilang tanpa jejek.
"Kalungnya mana?" kaget Gita
"Muncul" ucap asal Gita
Kalung itu pun terlihat kembali di leher Gita
"Wah emang ajaib. Semua yang gue mau di lakuin sama kalung ini, thanks banget bibi. Kalo bisa ilang kaya gini, gue yakin gak akan ada yang rebut" gumam Gita
"Menghilang" ucap Gita
Tiba - tiba ada suara yang terdengar.
Ding - Sistem Penguasa Di Aktifkan
Ding - Barang Apapun Yang Di Masukan Ke Dalam Ruang Dimensi Akan Di kalikan menjadi 100 barang, Jika Memasukan Barang Berharga Barang Antik Kami Akan Memberikan Hadiah Tambahan.
Ding - Dalam Waktu 3 Hari, Kamu Harus Menghabiskan 1 Miliar Untuk Menimbun Makanan.
Ding - Black Card Senilai 20 Miliar
Ucap sistem membuat Gita terkejut
Tiba - tiba black card itu muncul di saku Gita, membuat Gita semakin semangat.
"Wah kalo gini caranya, gue bisa hidup aman ratusan tahun" gerutu Gita
Gita dengan cekatan langsung memasukan beras, daging sapi, daging ayam, sosis, naget minuman manis, air mineral, beer, es cream, cemilan, perlengkapan mandi, baju santai, baju tidur, baju musim dingin, baju musim panas, laptop, dan alat masak ke dalam ruang dimensi dengan cepat.
Saat dirinya sedang sibuk memasukan barang - barang ke dalam ruang dimensi, tiba - tiba pintu di ketuk dengan keras dari luar apartemen nya.
Brak! Brak!
"Gita buka, ini gue Livy" teriak Livy dari luar apartemen.