"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 01 Di Hina calon mertua
Kenalkan nama ku Anisa Ardianti hari ini aku di bawa sama mas Kaffa ya aku akan di kenalkan sama ibunya atau calon mertua karena mas Kaffa sudah selesai pendidikan dan sudah pelantikan jadi angota polisi dan sementara ini dia dinas di Polda.
Aku pacaran sama mas Kaffa sejak aku sekolah SMK di kota kami tetapi dia SMA dan di kakak kelas ku. Sekolah kami memang berdekatan kami berkenalan ketika ada pertandingan voly dia pemain voly badannya atletis aku yang melihat di depan aku terkena smash dan aku jatuh di tolong sama dia dan kami kenalan
Setelah kenalan kita bertemu lagi saat aku ikut lomba uji kompetensi kejuruan di kabupaten aku menang lomba juara satu sekabupaten. Kami para pemenang lomba dapat bonus dari bapak bupati dan aku ketemu mas Kaffa di sini dia sebagai regu pemenang voly dan kenalan kami lanjut dia menyatakan cinta dan aku mau jadi pacaran kami pacaran seperti anak muda lainnya tapi aku selalu menjaga diri Sampai mas Kaffa lulus dia berusaha masuk TNI tap gagal dan di tahun kedua dia bisa masuk kepolisian sedangkan aku lulus dari SMK langsung dapat undangan di universitas terkenal di Surabaya dan aku kuliah dengan jurusan TI dan aku mendapat bea siswa dengan jalur prestasi karena aku menang uji kompetensi kejuaran tingkat provinsi tentu dengan mudah aku bisa masuk ke universitas favorit dengan bea siswa pula
Sejak kau SMK sebenarnya aku sudah bisa mencari uang sendiri dari hobiku main game ya aku adalah pembuat game yang bisa menghasilkan uang dari kecil aku memang suka main game sampai aku masuk SMK jurusan rekayasa perangkat lunak walaupun tidak banyak tapi kalau buat jajan atau kebutuhan ku cukup
Saat ini aku sudah semester akhir dan siap ujian skripsi aku layangkan waktu sehari karena di ajak mas Kaffa untuk bertemu calon ketua akhirnya setelah lima tahun pacaran aku akan di kenalkan sama calon mertua aku di ajak kerumah nya aku yang baru beli mobil aku bawa walaupun mobil second ini sebenarnya uang kiriman Kakaku aku belikan mobil selain itu uang pemberian kakak Ku selalu aku catat dan aku tabung biar kalau kakak ku pulang kerja dari korea bisa buat usaha sama dia
Pagi aku di di jemput mas Kaffa di kos dia aku suruh naik ojek saja jadi nanti pulang bersama kebetulan rumah kami satu kecamatan walaupun lain desa
" Mas kita bawa mobil kamu yang mengemudi ya" kata ku
" Mobil siapa kamu pinjam" tanya dia
" Mas Bayu ( kakak laki laki ku ) ingin beli mobil jadi ini aku belikan kan berapa bulan lagi dia mau pulang dari Korea habis kontrak dia" jawabku
Aku memasukan baju ku juga oleh oleh buat calon mertua dan juga buat ibuku roti lapis khas Surabaya juga ada dua stel gamis satu untuk ibuku dan satu nya untuk calon mertua namanya bu Sarmi aku belum pernah bertemu langsung hanya kenal namanya dari cerita mas Kaffa.
Setelah tiga jam perjalanan kami Sampai di rumah mas Kaffa rumah desa yang mempunyai halaman luas dan termasuk bangunan paling baik di sekitarnya
" Ayo dek turun ini sudah sampai di rumah mas" kata mas Kaffa
Dia membukakan pintu mobil untuk ku aku mengambil dua paper bag sebagai oleh oleh dan aku di gandeng mas Kaffa di ajak masuk rumah aku di suruh di duduk di kursi ruang tamu oleh oleh ku letakkan di meja ibunya datang menyambutku dan aku menyalami beliau ku cium pungung tangan nya tetapi dia kelihatan ketus
" Bentar dek mas ke toilet dulu ya" kaya dia aku mengangguk.tiba tiba ibunya bilang
"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu bagi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Aku diam dan merasa speechless dengan apa yang di katakan ibunya mas Kaffa
" Maaf Bu kalau aku calon istri yang tidak ibu harap kan aku pulang saja dan aku juga nggak mau punya mertua seperti ibu ketus, cerewet dan jahat" jawabku
" Mas mana kunci mobilku aku mau pulang " kata ku kepada mas Kaffa yang baru masuk ke ruang tamu, akupun menyambar kunci mobil dari tangan mas kaffa kemudian tanpa pamit aku keluar dan oleh oleh aku bawa lagi aku membuka kunci mobil dan mengambil tas mas Kaffa yang masih ada di mobil dan ku berikan pada dia yang berusa menahan dan menghalangiku agar aku tidak pulang.
Aku yang sudah marah dengan hinaan calon ibu mertua langsung mengemudi mobilku dan pulang kerumah ibu ku sendiri.Tidak Samapi satu jam aku sudah Sampai ku parkirkan mobil ku di halaman aku mengucapkan salam pada ibuku
" eh nis kamu datang sendiri mana calon suami mu kata nya kamu mau pulang sama kaffa" tanya ibu
" Putus ! aku nggak mau lagi sama kaffa oh ya Bu ini mobilnya baut mas Bayu bagus kan" kata ku mengalihkan perhatian
" Kamu mengalihkan perhatian nis emang kamu beneran putus sama kaffa besok nyambung lagi" kata ibu sambil terkekeh
" Iya Bu kalau yang ini beneran kok sekarang aku lapar ibu masak apa" tanya ku biar ibu nggak tanya tanya terus kasian kalau dia tahu anaknya ini di hina bahkan di katakan benalu padahal sejak SMk sudah bisa menghasilkan uang kalau miskin memang masih miskin sebantar lagi juga kaya
Ibu mengambilkan aku makan kemarin aku telephon mau pulang bawa mobil yang baru aku beli dan di antar mas Kaffa yang katanya akan segera meminangku tapi sekarang aku nggak mau jadi calon istri nya ibunya seperti itu aku jadi ingat perlakuan nenek dari ayah yang menghina ibuku walaupun sudah punya dua cucu tetap saja ibu di hina akhirnya ayahku selingkuh pun ibu yang di salah kan dan ibuku pun di cerai malah mereka tasyakuran karena dapat menantu sepadan
" Eh kamu kok melamun ini di makan makanan kesukaan mu" kata ibu sambil menyodorkan semangkok nasi soto ayam kampung buatan beliau
" Bu aku sudah ujian skripsi lulus dan insya Alloh cumlaude nanti kalau wisuda ibu datang ya nanti kalau dipangil di atas panggung ibu naik ya" kata ku
Ibuku menangis terharu dia yang seorang janda membesarkan kami berdua dengan Kakakku hanya dengan menerima jahitan tetangga saat ibu di ceraikan ayah aku kelas dua SMP dan kakakku kelas dua SMA kami harus pulang ke rumah peninggalan nenek dari ibu kerena rumah yang kita tempati di minta oleh nenek yaitu ibunya papa dan untungnya ibu masih punya sawah yang di garap oleh suaminya bude( kakaknya ibu) dan selalu di bagi hasilnya
Setelah pulang ke desa keluarga kami terpuruk ibu mencoba untuk menjahit pakaian itu adalah profesi ibu sebelum menikah sama ayah yang di tekuni lagi oleh ibu dan hasilnya ya cukup buat kami menyambung hidup
" Bu aku sudah kerja dan game buatanku bisa menghasilkan banyak ibu nggak usah jahit lagi cape kan setiap bulan aku kirimi dan mas Bayu juga kirimkan" kata ku
" uang kirimkan kalian ibu simpan nanti kalau Bayu pulang biar bisa buat bengkel atau kalau mau biar dia kuliah lagi jurusan tehnik seperti cita cita nya" kata ibu
" Tapi ya dari nisa buat ibu senang senang ya beli baju atau makanan yang ibu suka" kata ku
" Ibu dapat jatah beras dari bude sering berlebih dan ibu jual saja ibu pelihara ayam telornya dan ayamnya ini konsumsi sendiri ibu tanam sayur dan lainya kalau buat makan mana pernah ibu kurang apalagi kamu sama Bayu selalu kirim uang pada ibu" kata ibu bangga
Aku berbincang sama ibu sambil makan soto buatan ibu yang sangat lezat aku tambah lagi soto tanpa nasi
" Enak masakan ibu tidak ada duanya pokoknya restoran kalah" kata ku. Ibu tersenyum ada tersirat wajah bahagia di sana semakin usia tua dari semakin bersinar ada sisa sisa kencantikan di wajah putihnya
Bersambung .......