NovelToon NovelToon
Enam Tahun Berlalu,Kau Masih Di Sana

Enam Tahun Berlalu,Kau Masih Di Sana

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Ketos / Teen Angst
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

Sinopsis:

Enam tahun lalu, Azzalia sengaja mendorong Danendra pergi karena merasa dirinya terlalu dingin untuk cinta setulus itu. Ia menghilang tanpa jejak, berharap luka laki-laki itu sembuh.

Namun di kota ini, semesta mempertemukan mereka kembali. Saat Azzalia masih membeku dalam rasa bersalah, Danendra justru masih berdiri di titik yang sama.

"Azzalia, kalau kamu sudah capek berkelana, tolong menoleh ke belakang. Aku masih di sini, menunggu kamu."

Masihkah ada ruang untuk cinta yang pernah dibuang, atau pertemuan ini hanya untuk membuka luka lama yang belum benar-benar kering?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Siluet di Balik Langit Jingga

Minggu pagi di taman kota seharusnya menjadi pelarian yang tenang. Namun, bagi Azzalia Casseline, udara segar dan hiruk pikuk orang berolahraga justru terasa menyesakkan.

"Tumben Minggu pagi ngajak ke taman, Zal? Mau cari cowok baru ya?" celetuk Danesha Maheswari, sahabatku, sambil memarkirkan motornya di depan gerbang taman.

Aku hanya menghela napas kasar. Alih-alih menjawab, aku memilih melangkah masuk lebih dulu, meninggalkan Danesha yang masih sibuk dengan helmnya.

"Yee, malah gue ditinggalin!" Nesha menyusul, berjalan di sampingku dengan napas sedikit tersengal.

Sudah menjadi rutinitas kami jika magang sedang terasa mencekik, taman kota adalah tempat pelarian. Tapi jujur, hari ini kepalaku bukan hanya penuh oleh urusan kantor, melainkan oleh rasa penat yang sulit kujelaskan asalnya.

"Lagi pusing ya, Zal? Kalau mau cerita, gue siap dengerin," ucap Nesha lembut, seolah bisa membaca mendungnya raut wajahku.

"Nggak apa-apa, Nesh. Pengin lihat orang olahraga aja, biar seger," jawabku singkat, mencoba mengukir senyum tipis yang dipaksakan.

"Duduk di situ yuk, Zal," Nesha menunjuk sebuah bangku kayu di bawah pohon rindang, tak jauh dari sekelompok pemuda yang sedang memetik gitar.

Aku mengikuti langkah Nesha, namun tiba-tiba langkahku terkunci. Detak jantungku berhenti sedetik sebelum akhirnya berpacu liar. Di antara kerumunan itu, ada satu siluet yang sangat kukenal. Sosok yang selama enam tahun ini kucoba hapus dari memori, namun bayangannya justru semakin mengakar.

"Orang itu..." batinku bergetar.

Laki-laki itu menoleh. Matanya yang jernih menangkap sosokku. Sedetik kemudian, sebuah senyum berseri yang selalu kurindukan sekaligus kutakuti itu muncul. Ia melangkah menghampiriku.

"Hai, Azzalia Casseline. Kamu... apa kabar?"

Deg.

Duniaku serasa berhenti berputar. Aku mematung, menatap laki-laki dari masa lalu yang berdiri tepat di depanku. Seseorang yang dulu kusuruh pergi sejauh mungkin agar aku tak terus menyakitinya. Agar ia bisa hidup bahagia dengan orang yang lebih layak daripada aku—si gadis dingin yang tak tahu cara mencintai.

"Azzalia?" panggilnya lagi, kini jaraknya hanya terpaut beberapa langkah.

"Aku baik," jawabku pendek. Suaraku tercekat. Refleks, kakiku melangkah mundur.

Nesha menatapku bingung, lalu beralih menatap laki-laki itu dengan penuh tanda tanya.

"Aku pikir kita nggak akan pernah ketemu lagi, Zal," ucap laki-laki itu lirih. Tatapannya masih selembut dulu. "Setelah keputusan terakhirmu menyuruhku pergi... kenyataannya aku nggak pernah benar-benar pergi. Aku masih di sana, tertinggal di tempat di mana kamu memintaku menjauh."

Ia menarik napas dalam, seolah menahan sesak. "Kamu menghilang tanpa jejak. Aku coba cari tahu ke teman-temanmu, tapi nggak ada yang tahu kabarmu. Aku seneng banget bisa lihat kamu lagi hari ini, Zal. Aku seneng kamu baik-baik aja."

Dia Danendra Aditama. Seseorang yang enam tahun lalu menjadi bagian dari pendewasaanku, sekaligus penyesalan terbesarku.

Puing-puing kenangan itu kembali muncul. Bagaimana dulu ia selalu berusaha membuatku bahagia, meyakinkanku akan ketulusannya, sementara aku terus mendorongnya hingga jatuh. Aku pikir cinta bisa datang karena terbiasa, tapi nyatanya bagiku, cinta adalah tentang ketertarikan yang tak pernah bisa kupaksakan padanya dulu.

"Zal..."

"Kita pulang sekarang, Nesh," potongku cepat. Sebelum air mataku jatuh atau pertahananku runtuh, aku menarik tangan Nesha dan berbalik arah.

Aku mempercepat langkah, nyaris berlari menuju parkiran. Aku takut jika aku diam di sana lebih lama, lidahku akan kelu dan aku akan tenggelam dalam lubang luka yang sama.

"Azzalia! Kalau kamu udah capek berkelana, please noleh ke belakang! Aku masih di sini nungguin kamu berbalik arah!" teriak Danendra dari kejauhan.

Suaranya menggelegar di antara kebisingan taman, menghantam ulu hatiku. Aku tidak menoleh. Aku terus melaju, meninggalkan laki-laki yang selama enam tahun ini ternyata masih menungguku di titik yang sama—titik di mana aku mematahkan hatinya dengan sadar.

Sepanjang perjalanan pulang, angin yang menerpa wajahku tidak sanggup mendinginkan panas yang merambat di dadaku. Di belakangku, aku tahu Nesha melaju dengan sejuta pertanyaan, namun dia cukup bijak untuk tidak memacu motornya sejajar denganku dan berteriak menanyakan apa yang terjadi.

Pikiranku penuh. Suara Danendra yang berteriak di taman tadi terus menggema, memantul di dinding kepalaku seperti kaset rusak. “Aku masih di sini nungguin kamu berbalik arah!”

Kalimat itu bukan sekadar kata-kata. Itu adalah sebuah tuntutan yang tidak mampu kupenuhi.

Sesampainya di parkiran kost, aku mematikan mesin motor dengan tangan gemetar. Aku tidak segera turun. Aku hanya menatap kosong ke arah dinding semen di depanku, mencoba mengatur napas yang terasa patah-patah.

"Zal..." suara Nesha terdengar hati-hati saat dia turun dari motornya. "Lo oke?"

Aku memaksakan diri untuk menoleh dan mengangguk pelan. "Gue aman, Nesh. Cuma... butuh waktu sendiri sebentar."

Nesha menatapku lama, ada guratan khawatir di wajahnya. Dia mendekat, menepuk bahuku pelan. "Gue nggak tahu siapa cowok tadi, tapi kalau dia yang bikin lo seberantakan ini, lo berhak buat nggak ketemu dia lagi. Tapi kalau dia masa lalu yang belum selesai... jangan lari terus, Zal. Capek."

Aku hanya tersenyum kecut. Bukan dia yang membuatku berantakan, Nesh. Tapi caraku memperlakukannya dulu yang membuatku hancur sekarang.

"Gue masuk duluan ya," pamitku lirih.

Aku melangkah menaiki tangga menuju kamarku di lantai dua. Setiap anak tangga terasa seperti beban berton-ton. Begitu pintu kamar tertutup dan kunci kuklik, pertahananku runtuh. Aku menyandarkan punggung di balik pintu, merosot pelan hingga terduduk di lantai yang dingin.

Kusentuh dadaku yang berdenyut nyeri. Bayangan wajah Danendra yang berseri berganti dengan wajah sendunya saat aku melangkah mundur tadi. Enam tahun. Selama itu dia bertahan di "titik itu"? Di titik di mana aku memperlakukannya seperti sampah?

"Kenapa kamu harus muncul lagi, Nen?" bisikku pada kesunyian kamar.

Ponselku bergetar. Satu pesan masuk dari Nesha: “Gue siap dengerin kapan pun lo mau cerita. Semangat, Azzalia Casseline.”

Aku memejamkan mata erat. Aku ingin bercerita, tapi bagaimana aku bisa menjelaskan pada Nesha bahwa aku adalah orang jahat dalam cerita ini? Bahwa aku adalah gadis yang dengan sadar mematahkan hati laki-laki paling tulus hanya karena aku tidak bisa membalas perasaannya?

Malam itu, aku tidak bisa memejamkan mata. Kamar kostku yang biasanya menjadi tempat paling nyaman, kini terasa seperti penjara yang penuh dengan bayang-bayang Danendra. Dan di antara sunyi, aku mulai menyadari satu hal yang menakutkan: kota ini tidak lagi seluas dulu sekarang karena dia ada di sini.

1
kokita
ihhb kok jahat banget yang nyebarin🥺 nanti azzalia ngilang lagi thorr😭
kokita
semangat ngejar azzalia🤭
kokita
jangan kaku-kaku zal,
kokita
pepet terus nen🤣
kokita
makan siang bareng mantan🤭
kokita
keren torrr
kokita
kalau saling cinta kenapa pergi zal🤭
kokita
aku malah yang deg-degan thor😄
kokita
balikan zal
langit buku
si Danendra setia banget
Kembang Lombok
kenapa ak yg dek dekan yaaa🤭
falea sezi
zalia ini aneh di. tolak tp kepikiran ywda napa dlu g di. trima jalanin aneh bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!