NovelToon NovelToon
Maduku Teman Kerjaku

Maduku Teman Kerjaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Bismillah ....

14 tahun menikah tanpa dikarunia anak dan hari ini aku mendengar kabar jika suamiku menikah siri dengan selingkuhannya yang sudah memiliki anak darinya

Seluruh tubuhku mendadak bergetar nyaris limbung ke tanah. Entah apa yang harus aku lakukan setelah ini.

Namun yang membuat dadaku lebih sakit lagi ternyata wanita yang dinikahi suamiku merupakan rekan kerjaku, perempuan yang dulunya selalu usil dengan kondisiku yang sudah puluhan tahun tidak bisa memberikan anak.
Di saat semua orang menuntutku menerima keadaan, aku memilih bertahan. Bukan untuk mengalah… tapi untuk membuktikan bahwa aku tidak selemah yang mereka kira.
Namun tanpa kusadari, perlahan ada hal lain yang mulai mengusik pikiranku. Mimpi-mimpi aneh, perasaan kehilangan yang tak bisa dijelaskan, hingga sebuah pertemuan tak terduga dengan seorang anak kecil yang memanggilku “Mama”.
Seolah… ada bagian dari hidupku yang selama ini disembunyikan.
Dan semakin aku bertahan di rumah itu, semakin banyak rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Pagi ini Adinda menyiapkan sarapan seperti biasa. Dua piring nasi sudah tersaji rapi di atas meja makan, lengkap dengan lauk pauk dan dua gelas air putih hangat. Namun ia tidak tahu… hari ini adalah hari di mana suaminya menikah dengan wanita lain.

Hari itu seharusnya menjadi pagi yang biasa. Tapi entah kenapa, sejak bangun tidur tadi, hati Adinda terasa tidak tenang. Ada sesuatu yang mengganjal di dadanya, seolah akan terjadi sesuatu yang buruk.

Perasaannya semakin aneh ketika melihat tingkah suaminya. Arya terlihat sangat terburu-buru, bahkan tidak sempat menyentuh makanan yang sudah ia siapkan dengan penuh perhatian.

"Mas, mau kemana?" tanya Adinda heran.

"Sayang, maaf ya, kali ini Mas, harus pergi cepat, ada tugas mendadak dari kantor," sahutnya seolah ada sesuatu yang disembunyikan.

"Iya tapi makan dulu, kasihan perutmu dibiarkan kosong seperti itu," cegah istrinya itu.

  "Sayang ... ini sangat orgen banget jadi aku mohon pengertian mu ya," jelas Arya.

Dinda pun mengangguk pelan, namun dalam hatinya ada kecemasan yang tidak bisa ia ungkapkan, entah kenapa hatinya merasa sesak mendadak.

  "Astaghfirullah ... semoga tidak terjadi apa-apa.

Adinda pun mulai duduk mencoba menenangkan hatinya agar sedikit tenang, wanita itu sengaja meneguk air putih, namun ketika ingin mengambil beberapa lauk tiba-tiba saja saja handphonenya bergetar pelan.

Sebuah pesan masuk dari rekan kantornya.

“Dinda… kamu di mana?”

Adinda mengerutkan kening. Ia mengetik balasan singkat.

“Aku di rumah. Kenapa?”

Pesan berikutnya datang cepat sekali, seolah pengirimnya menulis dengan tangan gemetar.

“Kamu sudah tahu belum?”

Adinda semakin bingung.

“Tahu apa?”

Beberapa detik tidak ada balasan. Lalu muncul lagi pesan yang membuat jantungnya seakan berhenti berdetak.

“Maaf kalau aku yang harus bilang… tapi hari ini Mas Arya menikah.”

Cangkir yang dipegang Adinda terlepas dari tangannya. Bunyi pecahan kaca terdengar keras di lantai dapur. Adinda tidak bergerak.

Matanya terpaku pada layar ponsel. Ia membaca kalimat itu berulang kali, seolah berharap huruf-hurufnya berubah menjadi sesuatu yang lain.

Hari ini Mas Arya menikah? Hal yang tak pernah terbayangkan dalam benaknya selama ini. Dadanya terasa sesak. Tangannya gemetar saat mengetik balasan.

“Kamu bercanda, kan?”

Namun balasan yang datang justru seperti pisau yang semakin dalam menancap di hatinya.

“Aku tidak bercanda. Aku dapat undangan dari teman kantor. Akadnya pagi ini," ucap pesan yang terkirim itu. "Dan sebelum menikah ternyata mereka sudah mempunyai anak laki-laki berusia 7 bulan barulah keduanya memutuskan untuk menikah," lanjut pesan itu.

Ponsel itu hampir jatuh dari tangan Adinda.Ia berdiri dengan tubuh lemas. Langkahnya goyah saat berjalan menuju ruang tamu. Kepalanya penuh dengan dua pertanyaan yang terus berputar.

Menikah?

Mereka sudah mempunyai anak?

Bagaimana mungkin?

Hati siapa yang tidak hancur membaca satu persatu kata yang tersusun dalam tulisan tersebut. Empat belas tahun mereka mengarungi rumah tangga. Bahkan suaminya itu selalu berucap akan tetap setia meskipun diantara keduanya tidak dikaruniai anak.

Tapi hari ini ... semua pengkhianat itu terbongkar, melalui rekan kerjanya yang lain.

  "Ka-mu menikah dan sudah punya anak," ucapnya dengan gugup.

  Adinda tidak bisa marah meskipun hatinya hancur, bahkan air matanya tidak bisa keluar saat mendengar kabar menyakitkan itu.

Wanita itu mencoba mendudukan bokongnya diatas kursi, namun lututnya tidak bisa diam sangking kuatnya goncangan dari dalam yang membuat tubuhnya beraksi.

 "Tidak ... ini tidak mungkin Mas Arya suami yang baik, dan tidak pernah neko-neko tidak mungkin ia berkhianat dibelakang aku," ucapnya seolah meyakinkan diri sendiri kalau berita tadi tidak benar.

 Tapi semakin ia mencoba untuk yakin bukti kedua seolah datang dengan begitu cepat tanpa dipinta. Sebuah gambar terkirim langsung di dalam pesan WA-nya.

"Din, aku harap kamu mempertimbangkan hal ini," ucap pesan itu sambil mengirim beberapa foto pernikahan mereka.

Adinda tersenyum pahit saat melihat wajah yang mengenakan gaun putih disampingnya Arya, terlihat gagah mengenakan setelan jas putih, nampak begitu bahagia, namun dibalik semua itu ada sesuatu yang mencuri pandangan Adinda.

Yaitu kedatangan mertua dan juga adik iparnya yang selama ini terlihat begitu baik dihadapannya.

"Mereka ....," mulut Adinda tercekat hanya sekedar menyebut dua nama itu.

"Ibu, Namira... kalian tahu tapi menyembunyikan ini semuanya."

Untuk saat ini air mata Adinda benar-benar tidak bisa ditahan lagi, tidak hanya suami yang mengkhianati tapi keluarganya juga ikut andil bahkan ikut mendukung perselingkuhan itu.

"Ya Allah... apa aku seburuk itu dihadapan mereka, sehingga mereka dengan gampangnya merendahkan aku seperti ini," ucapnya penuh dengan air mata.

Air mata Adinda terus mengalir membasahi pipinya, handphonenya masih ia genggam, bahkan foto akad itu masih ia pandangi satu persatu.

  Mereka semua terlihat bahagia seolah sudah lama menunggu momen seperti ini, Tampa mereka sadari di dalam rumah ini ada seorang wanita yang sedang berjuang selama empat belas tahun memperjuangkan rumah tangganya, memasakkan suami dan keluarganya, mempersiapkan semua kebutuhan suami dan menahan cibiran orang-orang yang menganggapnya wanita mandul.

  "Jika sudah seperti ini, maka orang-orang dengan mudah akan mengira aku mandul, dan suamiku sendiri dengan tidak langsung memperlihatkan itu semua pada semua orang jika aku memang istri yang mandul!"

Haaaaaah!

Teriakan itu menggema di ruang tamu Adinda memegangi dadanya yang bergetar hebat, rasanya ia tidak ada guna menangis di sini sendirian tanpa memastikan sendiri kejadian di sana seperti apa.

Dengan air mata yang masih menetes dan langkah yang sedikit goyah wanita itu akhirnya keluar meninggalkan rumahnya.

Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, tanpa ada kata ragu ia mendatangi alamat yang sudah dikasih oleh temannya tadi. Dan beberapa menit kemudian mobilnya sudah berhenti di depan jalan rumah Luna.

  Langkahnya sedikit tergesa tanpa peduli dengan air mata yang terus mengalir. Ia melewati gang kecil untuk menuju ke tempat dimana sang suami hari ini tengah melangsungkan adat tanpa meminta ijin terlebih dahulu pada dirinya.

Dan saat kakinya sampai di depan rumah yang nampak lebih ramai dari pada rumah lainnya, tatapan orang-orang sekitar serasa aneh saat melihat kedatangan Adinda.

  Lalu salah satu tetangga datang menghampiri dan bertanya.

  "Maaf Mbak mau cari siapa?" tanya wanita paruh baya itu.

"Aku cari Mas Arya Bu," sahut Adinda.

Wanita paruh baya itu mengerutkan dahinya. "Arya, yang kamu maksud suami dari Luna.."

Deg

Sejenak dunia Adinda serasa berhenti berputar, namun wanita itu berusaha untuk menjawab dengan tenang dan tegas.

"Iya, dan suami Luna itu adalah suamiku," sahut Adinda dengan lantang.

Beberapa ibu-ibu langsung menoleh ke arah Anisa mereka seolah tidak percaya jika seorang pria yang diantar oleh ibu dan adiknya untuk menikahi seorang gadis di tempatnya ternyata sudah mempunyai istri.

  "Hah! Luna menikah dengan suami orang, gak kaget sih, dari dulu anak itu memang kelihatan badung dan sering jalan dengan om-om," timpal yang lainnya.

"Iya emang anaknya seperti itu, dari dulu memang gak bener makanya hamil duluan," imbuh yang lainnya.

Tanpa terasa ucapan yang keluar dari ibu-ibu itu terdengar oleh kedua orang tua Luna, dan mereka merasa malu dengan gosip yang beredar mengenai anaknya.

"Ibu kenapa bilang seperti itu mengenai anakku, anakku bukan seperti itu," banta ibu Luna.

Namun salah satu dari ibu-ibu tersebut menunjuk ke arah Adinda. "Tuh lihat sendiri wanita itu," sahutnya. "Dia mengaku sebagai istri dari Arya, pria yang sekarang menikahi anakmu."

Deg!

Wajah ibu Luna memucat, bibirnya gemetar tak mampu menyangkal. Sementara Adinda berdiri tegak, air matanya jatuh perlahan, menunggu kebenaran itu diakui di hadapan semua orang.

Bersambung ....

Buku baru semoga banyak yang suka ya.

1
cinta semu
penasaran yg ngasih info sm Bu Sintia sapa ya🤔mg bkn Naya saja ...Krn hampir mirip kode ny
Sugiharti Rusli
ah semakin degdeg an gatuh menunggu ke mana Adinda akan bergerak dan gimana dia mencegah usaha musuh" nya nanti
Sugiharti Rusli
sepertinya Adinda juga harus bersikao waspada yah, apalagi dia memiliki ibu mertua yang disinyalir bagian dari orang yang turut mencelakainya dulu
Sugiharti Rusli
tapi Adinda sekarang juga tidak aman dalam penyelidikannya, bahkan mungkin itu saudara tirinya juga sudah menebar ancaman dengan mengikuti pergerakannya
Sugiharti Rusli
makanya dia membuat pertahanan demi kebaikan sang putri dan juga cucunya sih, meski belum tahu apa yang direncanakan oleh istrinya,,,
Sugiharti Rusli
ternyata sang ayah sudah tahu kelemahan putrinya yang mudah dikendalikan yah ini
Oma Gavin
ternyata hidup adinda dilingkungan toxic dan haus harta semoga semua dilancarkan sampai semua hak adinda didapatkan
Suanti
apa jgn2 naya sekongkol dgn mereka 🤭
Sugiharti Rusli
ah penasaran sama berkas yang ditunjukan oleh asisten ayahnya itu, kira" tentang apa yah kalo bukan tentang perusahaan,,,
Sugiharti Rusli
jadi penasaran apa yah maksud ayah Adinda agar dia dijauhkan sementara dari semuanya saat dia tidak ingat masa itu🙄
Sugiharti Rusli
kalo si Sintia sampai pura" mendekati Adinda, itu malah bagus kan bagi Adinda bergerak tanpa dia sadari,,,
Sugiharti Rusli
memang bisa dilihat perubahan strategi yang Adinda lakukan sih terhadap suami dan keluarganya, meski mereka juga ada curiga tapi tidak tahu apa
Sugiharti Rusli
karena sepertinya ibunya si Sinta belum sekali buka mulut ke putranya,,,
Sugiharti Rusli
si Arya tidak/belum berubah karena memang dia tidak tahu sama sekali atau menyembunyikan sesuatu yah,,,
Nar Sih
kira,,apa isi dlm map itu yaa ,lanjutt kak
Nar Sih
lsnjutt kakk👍
Nana Geulise
jangan yang telp sama sintia adalah naya..🤔🤔🤔.jadi naya juga terlibat cuma naya mau tahu dinda simpan hartanya sama siapa🤔...kalau naya terlibat hancurkan srmuanya dinda jangan kasih ampum/Panic/
Ayumarhumah: bukan Kak ...
total 1 replies
Sugiharti Rusli
apalagi si Arya juga tidak tahu kalo istrinya pernah hamil dan melahirkan anaknya, yang di sana warisan itu sangat besar kalo dia tahu,,,
Sugiharti Rusli
dan dia malah ikut menjadi orang yang membiarkan menantunya tidak ingat periode dia hamil dan melahirkan
Sugiharti Rusli
logikanya yah dia membuat si Dinda tidak ingat pernah hamil dan melahirkan cucunya, yang notabene itu jalan tol kalo dia tahu,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!