"Ketika undangan wisuda ku tak kamu hadiri, maka ku harap undangan pernikahan ku nanti akan kamu hadiri bersama keluargamu."
Kalimat yang begitu membekas di hati dan pikiran Rizal kala ia melakukan kesalahan karena lagi dan lagi ia membohongi Claudia.
Perempuan yang kerap kali iya bohongi dalam keseharian nya, memberikan perhatian, ungkapan cinta, dan harapan untuk kedepannya.
Nyatanya hal itu adalah sebuah kebohongan yang menjadi kebiasaan Rizal selama ini. Namun, semua berubah setelah Claudia menyadari bahwa selama ini ia melakukan kesalahan terbesar karena terpengaruh dengan setiap kata yang Rizal ucapan kepadanya.
Hal tak terduga kini terjadi pada Rizal pelaku utama yang memerankan peran kebohongan yang begitu dalam sampai dua tahun lamanya seorang Claudia baru sadar bahwa selama ini ia hanya dijadikan mainan oleh Rizal.
Yuk ikuti ceritanya, jika kalian penasaran tentang yang akan terjadi pada Rizal dan Claudia selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alrumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berharap Banyak
Dua tahun memang bukan waktu yang sebentar, namun akhirnya Claudia sadar bahwa ia harus berhenti.
"Kenapa hal ini terjadi kepada ku, apa salah ku. Hingga semua hancur." ucap Claudia kala ia sadar selama ini ia begitu bodohnya percaya pada Rizal.
"Apa aku salah berharap banyak sama dia? aku kira selama ini dia benar tulus pada ku, ternyata itu hanyalah kebohongan yang kerap kali aku rasakan dan yang paling bodoh, aku bertahan selama dua tahun." ucap Claudia dengan mencoba menahan agar air matanya tidak menetes.
Namun ternyata hal tersebut tak bisa ia hindari, karena air mata itu kini lolos di pipinya yang mulus.
"Hiks... hiks... rasanya benar-benar sakit, lebih sakit dari apa yang aku rasakan dulu. Hiks... hiks..."
Ya, Claudia memang bukan pertama kali merasakan kecewa, namun ini adalah kala ke dua ia mengalami kekecewaan.
Luka yang sama itu seperti terbuka kembali, bahkan waktunya pun juga sama. Dua tahun ia kenal dan sempat berharap banyak juga. Namun ternyata masa lalu laki-laki itu kembali menjadi pemenang membuat Claudia mundur secara perlahan.
Hingga tanpa sengaja ia dipertemukan dengan Rizal, orang yang tak sengaja ia kenal di aplikasi biru.
Kala itu Claudia penasaran dengan aplikasi biru tersebut karena kerap sekali muncul di aplikasi baca yang sering ia kunjungi.
Rasa penasaran pun terus muncul karena iklan aplikasi biru itu sering muncul dan Claudia pun akhirnya memutuskan untuk mendownload aplikasi biru.
Disana ia belum bertemu Rizal, namun ia bertemu beberapa orang random. Bahkan di luar daerah sekali pun.
Namun anehnya ntah ini kebetulan atau memang takdir, akhirnya Claudia bertemu dengan Rizal di aplikasi biru tersebut.
Karena sering chat dan sebagainya, barulah mereka pindah ke aplikasi pink, di sana chat terus berlanjut.
Sementara posisi Claudia belum berpikir akan mengenal Rizal begitu jauh. Karena kala itu ia pun juga kenal dengan seseorang yang beda daerah dengannya.
Mereka berdua pun juga merupakan kenalan Claudia di aplikasi biru. Baik itu Rizal ataupun Tono.
Tono adalah seorang mahasiswa baru di sebuah universitas, sementara Rizal dia sudah lama tak kuliah karena berhenti kuliah, sehingga posisi Rizal kala itu bekerja di sebuah perusahaan.
Singkat cerita Tono sering sekali minta Claudia untuk telpon. Namun sering Claudia tolak.
Sementara Rizal juga sama sering minta telpon dengan alasan takut jika Claudia ini adalah seorang laki-laki.
Sehingga karena ego dan rasa takut yang Claudia lawan, akhirnya ia pun memutuskan untuk menerima ajakan Tono dan Rizal.
Orang pertama yang mendengar suaranya adalah Rizal. Setelah Rizal tau bahwa Claudia ini adalah seorang perempuan akhirnya Rizal pun percaya.
Keesokan harinya Tono pun meminta Claudia untuk telpon. Claudia yang sudah berani akhirnya menerima telpon Tono. Kala itu, Tono akhirnya percaya bahwa Claudia adalah perempuan.
Perbedaan n sifat membuat Claudia mempertimbangkan mereka berdua.
Tono yang kerap kali memberikan chat dengan panggilan sayang pun akhirnya membuat Claudia ilfil secara perlahan kepada Tono.
Kenapa demikian? karena menurut Claudia hal tersebut tak seharusnya ia dapatkan. Apalagi mereka baru kenal, rasanya benar-benar tak enak untuk di dengar.
Terkesan percaya diri nggak sih? jika bertemu dengan cowok yang langsung bilang sayang baru satu Minggu kenal.
Kalau menurut Claudia kala itu, Tono terkesan seperti itu. Inilah salah satu alasan yang sering kali membuat Claudia berpikir dua kali untuk sering chat dengan Tono.
Berbeda hal dengan Rizal, dia cenderung banyak tanya. Sebagai mana layaknya seseorang yang penasaran ingin tau lebih tentang seseorang. Itulah yang Rizal berikan pada Claudia.
Namun anehnya Claudia tak berpikiran buruk kala itu, hanya sekedar memberi tahu apa yang Rizal tanyakan.
Sampai pada akhir nya ia kecewa akan pilihannya kala itu.
Pengen memutar waktu, namun semua sudah terjadi dan yang harus ia lakukan saat ini adalah menerima kenyataan bahwa hidupnya harus dipertemukan dengan Rizal sang pembohong.
"Claudia ingat, kamu sekarang bukan orang yang lemah lagi. Ayo bangkit, kamu bisa melupakan nya." ucap Claudia selalu menyemangati dirinya sendiri.
Rasanya memang berat, tapi lama kelamaan akhirnya ia bertahan dengan berdiri di atas kaki sendiri tanpa harus mengemis lagi perhatian dari Rizal.
Baginya Pengabaian yang Rizal berikan sudah membuat ia terluka sekaligus sadar bahwa ini adalah waktunya ia pergi dan tak berharap lagi.
"Terimakasih atas waktu yang sudah kamu berikan selama dua tahun ini. Aku ucapkan terimakasih dengan tulus pada mu Rizal."
"Sekarang aku putuskan aku akan pergi dalam hidup mu. Ini buka candaan lagi, bahkan aku benar-benar akan pergi. Karena kehadiran mu ketika undangan wisuda ku tak kamu hadiri, maka ku harap undangan pernikahan ku nanti kamu bisa hadiri bersama keluargamu."
Itulah kata-kata terakhir yang Claudia berikan pada Rizal. Ia memberikan chat tersebut di aplikasi pink. Lalu semua berakhir, kini tak ada komunikasi apapun lagi antara ia dan Rizal.
Walau hari-hari Claudia berjalan dengan baik ketika keputusannya untuk menjauh adalah pilihannya. Namun nyatanya bayangan dan kenangan masa-masa bersama Rizal kerap kali ia rasakan.
Dan anehnya ia selalu menangis kala mengingat akan hal itu. Mungkin inilah yang dinamakan rindu, tapi Claudia harus sadar mau sampai kapan ia bertahan. Jika setiap kata yang keluar dari Rizal hanyalah kebohongan semata.
Maka Claudia berusaha kuat agar rindu itu tak terus ia rasakan.
Semakin hari, bukannya mereda rasa itu. Justru semakin kuat, ditambah lagi kata-kata yang sering muncul di media sosial miliknya.
'Jika kamu adalah wanita yang dia inginkan, maka dia tak akan berpikir terlalu lama untuk meyakinkan kamu bahwa kamu yang dia inginkan.'
'Laki-laki itu nekat, maka ketika dia berusaha menemui kamu walau dia tak tahu arahnya. Tapi dia akan berusaha sampai dia menemukan kamu. Jika laki-laki mu tak melakukan hal itu. Maka pergilah selagi kamu punya kesempatan untuk tidak terlalu jauh mengenal nya.'
'Laki-laki yang menjadikan mu tujuan, dia akan bergegas menemui mu. Namun, jika dia tak bergegas. Kamu harusnya mengerti, siapa kamu sebenarnya dimata dia.'
'Kebohongan sekali yang dia lakukan jika ia mampu memperbaikinya. Maka berilah ia kesempatan, namun jika ia tak mampu maka lepaskanlah. Karena laki-laki akan merubah sifat bohongnya jika kamu tujuannya.'
'Hidup ini pilihan, jika kamu bertahan dengan laki-laki pengecut maka bersiaplah kamu akan kecewa setiap harinya.'
'Laki-laki akan merubah sikap buruknya jika kamu merupakan tujuan akhir dari pencariannya selama ini.'
'Laki-laki serius adalah laki-laki yang datang kehadapan kedua orang tua mu. Lalu meminta kamu menjadi bagian dalam hidupnya dimasa depan.'
Kata-kata itu bukan hanya sekali muncul dalam sosial media Claudia melainkan terus menerus muncul di kala ia bertengkar dengan Rizal waktu itu.
Bersambung...