NovelToon NovelToon
Ku Cium Wanita Bercadar Itu

Ku Cium Wanita Bercadar Itu

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:34.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Unchi

menceritakan tentang pengalaman seorang Mustafa yang nekat mencium seorang wanita baik-baik dan bahkan bercadar.

Hingga kebejatannya itu membuatnya harus menikahi sang wanita bercadar.


Baca kisahnya di sini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unchi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1

#Ku_Cium_Wanita_Bercadar_itu

By:Unchi

***

Aku adalah seorang laki-laki yang hampir kepala 3. Namaku adalah Mustafa. Hidup sendiri tanpa bapak dan ibuku. Mereka telah bercerai meninggalkanku dan sampai sekarang aku tidak pernah tahu akan kabarnya. Mungkin ke-2 orang tuaku sudah pergi dari muka bumi.

Dari kecil aku hanya hidup bersama dengan nenekku. Kini nenekku sudah dipanggil oleh yang Maha Kuasa.

Sejak kepergian nenek, aku batal kuliah. Aku terlantar ke sana ke mari. Pergaulan tak karu-karuan. Tapi aku adalah seorang muslim. Meski aku sedikit berandalan, tapi aku masih bersujud kepada-Nya. Meski sering bolong-bolong ya,,,,.

Karena kerja kerasku. Kini aku menjadi seorang BOS. Bos di sebuah toko sepatu yang cukup besar. Karyawanku berjumlah 7 orang.

Wajahku tidak terlalu tampan, tidak juga jelek. Biasa saja, tidak ada yang menarik. Kulit hitam. Tapi semua wanita banyak yang tergila-gila padaku.

Aku memang kaya, jadi aku sangatlah mudah untuk mendekati wanita-wanita yang butuh akan ekonomi. Aku sering bergonta-ganti wanita sesukaku. Tapi aku tak pernah menganggapnya serius. Sampai sekarang aku masih lajang. Soal cinta... Entahlah, aku malas membahasnya. Karena sampai sekarang aku belum pernah merasakan jatuh cinta.

Selain itu, aku sudah punya rumah sendiri. Rumahku sederhana. Terdiri 1 ruang tamu. 1 kamar tidur. 2 kamar mandi. Satu untuk mandi dan satunya untuk tempat mesin cuci. Ada dapur yang kini mungkin sudah berantakan. Aku jarang memasak. Karena aku banyak menghabiskan waktuku di luar rumah.

***

Hari ini aku berada di toko. Mengawasi cara kerja karyawanku. Aku mendekati kasir Maya yang mulai ramai. Tapi Maya seperti kebingungan dan menahan sesuatu entah apa itu aku tidak tahu. Maklumlah, toko ku ini selalu ramai di setiap harinya. Omsetku hampir 20 sampai 25 juta per hari. Bahkan bila pengunjung membeludak di hari sabtu dan minggu. Rata-rata omsetku hampir mendekati 50 juta perhari. Jadi wanita mana pun akan terpincut padaku tanpa aku harus bersusah payah mencari.

"Maya, kamu kenapa???" Selidikku pada Maya yang wajahnya terlihat gusar.

"Pak, tolong gantikan kasir sebentar. Saya ijin ke toilet. Sebentar pak. Saya tidak tahan!" jawab Maya wajahnya sedikit memerah dan ia bergegas meninggalkanku. Aku sebenarnya kesal sekali. Berani-beraninya si Maya itu menyuruhku menggantikannya menjadi kasir.

Karena aku seorang bos, aku harus profesional. Ku layani customerku satu persatu. Suasana mulai sedikit sepi di kasir yang Maya tempati ini. Sosok wanita bercadar mulai mendekati tempatku berdiri. Wanita itu menggunakan Syari yang lebar berwarna hitam. Cadarnya juga hitam. Tak ada sedikitpun lekukan tubuhnya yang terlihat. Hanya sepasang bola mata dan sedikit jari-jarinya.

"Berapa ya kak?"

Suara itu mengejutkanku. Darahku berdesir. Kak,, dia memanggilku kak. Bahkan semua karyawanku memanggil pak dari pria maupun wanita. Ku amati wajahnya yang tertutup dengan kain hitam itu. Ku tatap matanya. Tapi aku kecewa. Wanita itu seraya menghindari tatapanku.

"125ribu," jawabku singkat. Ku masukkan sepatu ket yg ia beli itu ke dalam kantong kertas yang sudah bertuliskan akan nama tokoku yang pasti.

Dari kulit tangannya yang menyodorkan beberapa uang kertas. Aku yakin dia masih anak 18 tahun fikirku.

Wanita bercadar itu berlalu. Entah kenapa suaranya begitu menggetarkan desiran darahku. Ku awasi dia dari CCTV. Dia memakai honda matic berwarna hitam senada dengan bajunya. Ku lihat plat motornya. Dengan sekejap. Aku sudah hapal dan ku simpan dalam memori otakku.

"Pak, saya sudah selesai." Maya mendekat ke arah kasirnya.

Aku bernafas kasar dan kutinggalkan Maya.

Sekarang aku berada di ruangan kerjaku yg kecil ini. Aku duduk di atas kursi. Rasa penat melanda. Ku pejamkan sebentar mataku. Tiba-tiba suara wanita bercadar tadi mengiang-ngiang di telingaku. Aku berdesah sebal. Ku lihat jam tangan ku. Hampir jam 4 sore. Ku tinggalkan toko ku dan ku pasrahkan kepada Ridwan yang selaku kepala toko.

###

Ku lajukan mobilku pelan. Ku lihat di depanku dengan nomor plat yang sudah ku hafalkan. Ya itu milik wanita bercadar itu. Aku makin penasaran. Ku buntuti dia pelan-pelan agar tidak ketahuan. Wanita itu membelokkan sepedanya dan berhenti di sebuah bangunan agung yang tak asing lagi bagiku, Masjid. Ya masjid adalah tempat beribadah para kaum muslimin dan muslimat atau yang memeluk agama islam. Kebetulan sekali, aku belum sholat 'ashar hari ini.

Ku parkirkan mobilku di halaman masjid. Wanita itu sudah tidak terlihat. Aku mengambil air wudhu. Setelah wudhu bukannya langsung sholat, aku malah mengikuti kata hatiku yang ingin melihat wanita tadi. Sungguh gila otakku ini. Aku memang tidak akan puas bila apa yg ku inginkan belum tercapai.

Pelan-pelan ku langkahkan kaki ku menuju ke tempat wudhu para wanita. Betapa terperangahnya aku.

Ku lihat seorang wanita berpakaian gelap membasuh mukanya. Wajah itu tidak tertutup cadar lagi. Dari kejauhan wajahnya begitu mulus, mungkin selembut kulit bayi jika disentuhnya.

Seperti mendapat bisikan, aku terus menatapnya hingga wanita itu mengakhiri wudhunya. Ternyata wanita itu tidak menyadari kalau aku sudah mengintipnya.

###

Sholat 'ashar telah usai. Ku lanjutkan aksi ku yang ingin membuntuti wanita itu yg telah membuatku penasaran. Salah siapa coba sudah buat aku penasaran. Jadi ya beginilah jadinya.

Tak berselang lama, wanita itu masuk ke dalam halaman sebuah rumah. Rumahnya lumayan luas. Terkesan mewah, ternyata wanita itu dari keluarga yang cukup berada fikirku. Di halaman rumahnya terparkir sebuah mobil dan sebuah sepeda motor yang baru dinaiki oleh wanita bercadar itu. Maklum lah, aku belum tahu namanya. Jadi ku gunakan sebutan wanita bercadar.

Aku melajukan pelan, dari kaca mobilku wanita itu menyalimi tangan seorang bapak-bapak berjenggot. Mungkin itu bapaknya kali ya.

Rasa penasaranku makin menjadi-jadi. Akhirnya ku berhentikan mobilku di depan warung yang tak jauh dari rumah itu.

Ku korek informasi tentang penghuni yang ada di dalamnya. Akhirnya aku mendapatkan jawabannya. Wanita itu 3 bersaudara. Ia anak sulung, namanya Azzahra. Mendengar namanya saja sudah membuat jantungku berdebar-debar mau copot.

###

Hari ke hari ku lalui dengan kehampaan. Padahal sekarang aku sudah masuk ke dalam bar. Banyak wanita-wanita seksi menggodaku. Sebagai pria normal, aku juga tergoda. Ada yang langsung ku cium, ada yang ku remas bokongnya. Aku tidak munafik. Aku memang berandalan. Bahkan aku juga pernah minum barang haram itu. Alkohol. Tapi tak sampai mabuk. Cukup satu gelas saja. Aku datang ke tempat ini hanya ingin menghibur diriku sendiri.

Aku pulang dengan kepala yang berat. Padahal malam ini aku hanya minum setengah gelas saja.

Akhirnya aku tertidur.

###

Sholat subuhku terlewati begitu saja hari ini. Hatiku berjalan tidak normal setelah melihat jelas wanita bercadar itu. Wajahnya bagaikan bidadari surga.

Drrrrretttt drrrrettt..

Hp ku bergetar dan berdering-dering.

"Bos,,, rumah itu lagi sepi. Keluarganya mudik. Di rumah itu tinggal wanita itu sendiri,"ucap orang itu yang tak lain adalah mata-mataku. Aku memang sengaja menyuruhnya untuk memata-matai Azzahra.

Tanpa babibu, aku segera mandi. Setelah itu ku lajukan mobilku dengan kencang menuju TKP.

Aku telah sampai di depan rumahnya. Kepalaku masih sedikit pusing. Mungkin efek dari minuman beralkohol tadi malam.

"Assalamu'alaikum," ucapku salam sambil menggedor-gedor pintunya. Aku sangat tak sabar.

"Wa'alaikumussalam." Suara seseorang yang membuat ku lebih bergairah.

Sedetik kemudian terlihat Azzahra dibalik pintu dengan baju syari bewarna biru tua. Lebih tepatnya biru malam lengkap dengan cadarnya.

Tanpa basa-basi ku dorong tubuh wanita bercadar itu hingga menabrak tembok. Entah dorongan dari setan mana ku cengkeram ke-2 lengan Azzahra. Dia meronta-meronta kesakitan minta dilepaskan. Seperti orang kesetanan. Ku tarik paksa cadarnya. Kepalaku masih sedikit pusing. Efek alkohol itu belum sepenuhnya hilang.

Ku tatap lekat-lekat wajahnya. Masya Allah.... dia begitu cantik bagai bidadari.

Azzahra terus meronta-ronta. Bahkan dia berteriak-teriak minta tolong. Jalanan begitu ramainya dengan kendaraan yang berlalu lalang. Mungkin tetangganya juga tidak akan dengar. Ini kota yang cukup disibukkan dengan pekerjaan. Dimana tetangga yg satu dengan tetangga lainnya saling cuek tak perduli.

Tak ku perdulikan teriakannya. Air matanya terus membanjiri. Otakku sudah dikuasai oleh hawa nafsuku. Ku cium pipinya. Darahku semakin panas. Pipinya begitu lembut. Ku cium lagi pipinya. Ia terus meronta-ronta melawan. Tapi siapalah dia. Dia adalah seorang wanita. Tenaganya tak akan sebanding dengan tenagaku. Kakinya sudah ku kunci dengan kakiku rapat-rapat.

Aku tergoda. Sungguh-sungguh tergoda. Aku mencium bibirnya dengan ganas. Suara dan tangisnya tak terdengar lagi. Aku telah mencium wanita bercadar itu.

Air matanya terus mengalir begitu derasnya. Aku merasakan rasa asin. DEG!!!

Seperti tersadar. Cengkeramanku pada Azzahra semakin melemah. Azzahra yang sepertinya menyadari hal itu langsung mendorongku menjauh beberapa langkah darinya. Tubuh Azzahra merosot ke lantai sambil menggunakan cadarnya. Ia terus menangis dan mengusirku. Aku tak bergeming. Aku juga masih tak memperdulikan tangisan dan kata-kata yang terus menerus menyuruhku pergi. Jiwaku melayang, aku pergi meninggalkan wanita itu dengan isak tangisnya.

Sebersit rasa bersalah bersarang di dadaku. Sebelumnya aku tidak pernah seperti ini. Ciuman seperti itu sudah biasa kulakukan dengan para wanita penggoda. Tapi kenapa setelah mencium Azzahra dadaku serasa sesak.

Ku lajukan mobilku dengan tatapan kosong. Tujuan utamaku hanya ke toko milikku. Aku langkahkan kaki ini dengan gontai ke ruangan kerjaku. Banyak karyawanku yang mengucapkan selamat pagi. Tapi tak kuhiraukan. Pikiran ku sangat kacau. Bukan senang yang ku dapatkan. Tapi penyesalan.

Aku terus melamun. Tubuhku memang ada di sini. Tapi tidak dengan jiwaku. Seseorang memasuki ruanganku. Membawakan secangkir kopi. Entah sudah berapa lama aku melamun. Hingga adzan 'ashar berkumandang. Aku telah melewatkan sholat dhuhur ku. Subuh telah ku tinggalkan dhuhur ku lewatkan. Aku bangkit dari tempat dudukku. Ku ambil air wudhu.

Aku laksanakan kewajibanku sholat 'ashar. Tak terasa air mataku jatuh di atas sujudku. Rasa menyesal serasa mendarah daging.

###

2 hari setelah kejadian itu membuatku khawatir. Pikiran yang tidak-tidak menghantui otakku. Bagaimana jika aku dipenjara?? Bagaimana kalau aku dilaporkan ke polisi?. Setiap hari terus seperti bayangan-bayangan di otakku.

Kalau itu terjadi. Celakalah aku. Usahaku yg telah ku rintis selama ini akan hancur. Perjuanganku yang susah payah akan pupus karna kebejatanku ini.

Aku masih ingat betapa susahnya aku. Berjalan ke sana kemari mencari pekerjaan. Hidup tanpa makan dan minum. Hingga akhirnya aku bertemu seseorang. Karna kemahiranku dalam berniaga. Aku pun diterimanya bekerja. Hingga menjadi sekarang ini. Dengan hasil jerih payahku aku bisa jadi orang sukses. Aku takut, takut kalau tiba-tiba polisi datang menjemputku. Tapi apalah daya. Ku pasrahkan semua masalah ini kepada Allah sang Maha Kuasa. Jika aku berakhir di balik jeruji besi, aku akan ikhlas. Karna memang ini balasan yg setimpal atas perbuatanku yg melecehkan seorang wanita.

###

1
cut Meutia
awas aja klo mustafa lengah
cut Meutia
lah diterima
Nana
next
Putri💗
lama gak up thor
cut Meutia
jangan mau maya, bisa2 ngrusak rt mu nanti
Juniya Ar
up
✰͜͡w⃠JENINA༄㉿ᶻ⋆
next
✰͜͡w⃠JENINA༄㉿ᶻ⋆
thor, lanjut jangan lama
Nana
bagus
Juwitha Arianty Ibrahim
ini kapan lagi up thor
cut Meutia
bagus thor
Juwitha Arianty Ibrahim
bagus crita nya update lagi domg thor
💜Balqish H😻
😍penasaran
Bella༄㉿ᶻ⋆
sabar ya mus🤭
💜Balqish H😻
next
💜Balqish H😻
gantengnya ma xioyu
Jack
next
Mia Ijaya
ya allah bneran ini tamat????????
Jack: belum
total 1 replies
Mia Ijaya
wow kerennnn....
Ana Riana
seru ni lanjut dong thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!