Iveline yang menderita setelah ayahnya menikahi selingkuhannya, ternyata mendapatkan keajaiban dari kalung yang diwariskan oleh ibunya yang telah meninggal.
”Apakah aku sudah mati?“
”Anda belum mati, anda saat ini telah berada di ruang ajaib yang berada di dalam kalung anda!“
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee hwang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1. Kalung warisan ibu
Helai demi helai rambut indah milik Iveline, terjatuh begitu saja dibawah kakinya.
Iveline hanya bisa menangis dalam diam. Jika dia melawan, dia akan dipukuli lagi oleh saudara tirinya, Alea.
“Gini kan bagus! Pas sama wajah jelekmu itu, lagian buat apa sih orang jelek punya rambut panjang sebagus itu? Nggak guna, kamu tetep aja jelek! Lihat aja wajahmu di kaca sana, lihat betapa jeleknya dirimu!” Alea mendorong Iveline hingga tubuh ringkihnya menabrak meja rias yang telah kosong dan berdebu tersebut.
Sambil masih menahan tangisnya, Iveline melihat pantulan dirinya sendiri.
Betapa menyedihkannya dirinya.
Iveline Hazelle Dirga adalah putri dari Johnathan Dirga, yang merupakan tukang selingkuh yang tampan dan kaya raya.
Awalnya, hidup Iveline bahagia bersama adiknya, Zayne. Namun semuanya berubah sejak ibu mereka sakit-sakitan, kemudian seorang wanita datang bersama seorang anak perempuan yang seumuran dengan Iveline.
Wanita bernama Alya itu mengaku merupakan selingkuhan dari John, dan putrinya, Alea merupakan putri kandung dari John.
Betapa terkejutnya ibu Iveline dan Zayne, hingga terkena serangan jantung saat itu dan meninggal setelahnya.
Anehnya, keluarga Dirga, atau keluarga ayah Iveline sangat mendukung Alya untuk menikah dengan John dan kemudian tinggal di rumah utama keluarga Dirga.
Itu adalah cerita sekitar lima tahun yang lalu. Kini, semuanya telah direnggut oleh Alea.
Ayahnya yang baik, ibunya, bahkan adiknya juga… yah, Zayne tetap peduli pada Iveline, namun jika ketahuan Zayne menolong Iveline, maka dia akan mendapatkan hukuman.
Bukan hanya itu, semua barang-barang Iveline direbut, hanya disisakan barang yang jelek. Saat Alea melihat Iveline banyak mendapat pujian atas kecantikannya, dia pun merebutnya juga dari Iveline.
Dengan merusak wajahnya. Dia menyiram wajah Iveline dengan air keras, hingga sebagian wajah Iveline rusak. Iveline juga dilarang untuk memperbaiki wajahnya sama sekali.
Ayahnya? Dia hanya diam dan mengatakan pada Iveline untuk bersabar. Ayahnya elah berubah.
Jika dulu ayahnya selingkuh sembunyi-sembunyi, kini dia melakukannya dengan terang-terangan. John sering pergi bersama wanita-wanita muda yang dia bayar. Dan setiap ketahuan, Alya akan melampiaskan amarahnya pada Iveline dengan memukulinya dengan apapun.
Saat John melihat Iveline dipukuli, dia hanya diam dan pergi begitu saja.
Ibu tiri hanya menyayangi Zayne, karena Zayne sangat mirip dengan John. Alasan Alya membenci Iveline, tentu saja karena Mirip dengan ibunya.
Setiap hari, Iveline hanya diperbolehkan untuk makan saat malam saja. Bahkan, kadang Zayne harus sembunyi-sembunyi untuk memberikan kakaknya makan atau uang untuk membeli makan di luar.
Iveline juga tidak diberi uang sama sekali. Saat dia meminta pada ayahnya, dia meminta Iveline untuk meminta pada Alya.
Sementara keluarga ayahnya memang sejak awal tidak terlalu menyukai Iveline dan ibunya, mereka hanya menyayangi Zayne.
Apakah Iveline iri pada Zayne? Tentu saja tidak. Zayne adalah adik kecilnya yang paling dia sayangi. Tidak apa Iveline menderita asalkan Zayne baik-baik saja.
Pintu kamar Iveline ditutup dengan kasar oleh Alea, setelah puas karena telah memotong rambut Iveline menjadi sangat jelek.
Iveline masih menangis di depan cermin, meratapi nasib malangnya. Dia terlihat seperti orang gila sekarang. Wajahnya rusak, rambutnya yang dia rawat dengan teratur setiap harinya juga telah rusak.
Tidak ada yang tersisa untuk Iveline saat ini.
Namun, Iveline segera menyeka air matanya saat mendengar teriakan dari luar kamarnya, yang telah dipindahkan ke gudang.
Baru saja Iveline membuka pintunya untuk melihat apa yang terjadi, tiba-tiba saja Alya sudah berada di depan pintu kamarnya.
Alya menarik rambut Iveline yang dipotong asal-asalan tersebut, menyeretnya keluar dari rumah tersebut.
“Pergi kamu dari sini, anak sialan!”
Iveline pun membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
“Apa— tapi kenapa—”
PLAK!
Iveline terjatuh saat Alya tiba-tiba menamparnya.
“Aku tahu kau yang mencuri perhiasan ku, kan? Perhiasan berlian satu set yang baru ku beli itu! Dasar sialan! Mati saja kau!“
Iveline hanya pasrah saat Alya kalap dan memukulinya dengan balok kayu yang entah dia ambil darimana.
Alya memukulinya sambil terus memaki-makinya.
John datang dengan mobil mewahnya. Dia hanya melewati keduanya seolah tidak ada yang terjadi.
Iveline telah capek, dia merasa lelah, tidak bisakah dia mati saja dan mengakhiri semuanya?
Hanya gelap dan rasa sakit yang Iveline rasakan saat itu. Kebetulan hujan tiba-tiba turun dengan derasnya.
Alya melemparkan balik kayunya karena telah puas melihat Iveline yang pingsan. Dia pun pergi tanpa merasa perlu memindahkan tubuh ringkih gadis berusia 18 tahun tersebut.
Sebenarnya, Iveline masih sadar, tapi dia tidak mau membuka matanya.
Dia berharap, seandainya ada tempat aman untuknya sembunyi dan lari dari kenyataan yang pahit tersebut.
Dia juga berharap, dia bisa hidup jauh dari mereka, tanpa perlu menganggap mereka keluarganya.
Darah Iveline yang menetes dari kepalanya, terus turun menuju leher, kemudian menetes pada kalung berbentuk kunci. Satu-satunya benda berharga yang dia miliki dari ibunya.
Ibunya bilang, itu adalah benda yang turun temurun dari keluarga ibunya untuk diturunkan pada anak pertama perempuan di keluarganya.
Karena bentuknya jelek, Alea dan ibunya tidak peduli pada kalung itu sama sekali.
Cahaya menyilaukan muncul saat kesadaran Iveline hampir menghilang.
Dia berusaha membuka matanya, lalu melihat kunci dari kalungnya melayang di depannya. Ternyata cahaya itu berasal dari kalung berbentuk kunci tersebut.
Dengan tenaga yang tersisa, Iveline mengulurkan tangannya untuk menarik kunci tersebut.
Saat dia akhirnya berhasil, tubuhnya pun tersedot ke dalam cahaya yang dihasilkan kalungnya.
Iveline terperangah melihat ruangan putih tersebut. Dia merasa bingung dan juga penasaran.
”Apakah aku sudah mati?“ Tanya Iveline, tentu saja pada dirinya sendiri, karena dia tidak melihat siapapun disana.
Namun ternyata, ada suara lain yang menyahutinya.
”Anda belum mati, anda saat ini telah berada di ruang ajaib yang berada di dalam kalung anda!“
Iveline tidak percaya, saat peri yang cantik seperti boneka dengan sayap kupu-kupu melayang di depannya.
”Kau siapa?“ Tanya Iveline.
”Aku adalah Keyra! Peri yang menjaga kalung anda selama ini. Maaf, karena kalung baru bisa aktif sekarang. Ada kesalahan teknis, hehe.“
Iveline masih melongo, tidak percaya dengan penglihatan dan pendengarannya. Dia pun mulai memejamkan matanya dan menepuk-nepuk pipinya.
”Tidak tidak, ini pasti mimpi, aku harus bangun dan kabur dari rumah! Cepat bangun Ivy!“
Keyra pun menarik tangan Iveline yang menepuk-nepuk pipinya sendiri.
”Hentikan! Anda bisa melukai wajah cantik anda!“
Mendengar itu, Iveline pun tertawa miris.
”Cantik? Keyra, wajahku sudah rusak parah, apa kau tahu, di kelas, aku disebut monster? Hahaha.“
Keyra terlihat kasihan melihat Iveline yang tertawa canggung dan terlihat bisa menangis kapan saja tersebut— oh, dia menangis.
Iveline pun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menangis keras.
Mengeluarkan semua kesedihannya, penderitaannya yang seakan tidak ada hentinya.
”Ratu Ivy, tenanglah.“
Mendengar ucapan Keyra barusan, Iveline pun berhenti menangis, dan menatap Keyra dengan tatapan bingung.
”Kau… memanggilku apa barusan?“
Mampir dan dukung karyaku, yuk!
- TRUST ME
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰