NovelToon NovelToon
Naik Ranjang Dengan Mantan

Naik Ranjang Dengan Mantan

Status: tamat
Genre:Angst / Menikah Karena Anak / CEO / Menikah dengan Musuhku / Ibu Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:371.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Imamah Nur

Takdir seakan mempermainkan kehidupan Lintang Arjuna, ia yang dulu harus merelakan Danuar Anggara, kekasihnya untuk menikahi Libra, sang kakak, kini ia harus terlibat hubungan kembali dengan pria di masa lalunya.

Awalnya Lintang pikir Danuar datang menawarkan sejuta harapan dan cinta terpendam. Namun, siapa sangka Danuar justru kembali dengan misi membalas dendam atas rasa sakit yang Lintang torehkan di masa lampau.

Hari-hari bersama Danuar begitu menyesakkan. Dia bukan sekadar istri di atas kertas, dia adalah pengasuh kedua anak kembar Danuar yang harus selalu menuruti perintahnya tanpa dihargai sedikitpun.

Hingga akhirnya Lintang begitu sakit hati dan tidak tahan oleh perbuatan Danuar yang telah membuatnya kehilangan pekerjaan serta merasa seperti istri murahan, ia memutuskan untuk diam-diam pergi dari kehidupan Danuar, saat itulah Danuar menyadari kesalahannya terhadap sang istri.

Bagaimana Kehidupan mereka ke depannya? Apakah ada kata damai atau justru perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imamah Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Menikah dengan Mantan

Semesta seakan mempunyai cara tersendiri untuk menarik kembali diriku yang hampir keluar dari garis takdir-Nya. Dia yang pernah menjadi mantan kekasihku, harus kembali bersama dalam ikatan sakral pernikahan penuh keterpaksaan.

Argh! Entah aku harus bagaimana? Rasanya, aku ingin berteriak saja melihat ekspresinya yang masam di sepanjang acara pernikahan kami, bahkan tak ada sepatah katapun yang meluncur dari bibirnya kecuali hanya kalimat ijab di depan penghulu.

"Apakah kau senang dengan pernikahan ini?" tanyanya setelah kami diantar ke kamar pengantin. Kalimatnya lebih ke arah satire dibandingkan kalimat tanya. Senyum yang terukir bukan lagi senyum manis, tapi pahit yang kurasakan.

Aku diam, tidak tahu harus menjawab apa. Jika dikatakan senang, tidak dapat aku pungkiri rasa itu memang ada karena sejujurnya aku masih sangat mencintainya. Namun, rasa senang ini tidak melebihi rasa sedih yang kurasakan.

Senang karena bisa memenuhi amanat terakhir kakak perempuanku untuk menjaga kedua putri kembarnya pasca ia tidak bisa lagi menatap indahnya dunia. Sedih karena telah kehilangan kakak tercinta yang meninggalkan kedua putri kembar untuk selamanya. Apalagi jika melihat tatapan Mas Danu yang penuh kebencian terhadapku, hati ini bagaikan tersayat sembilu.

"Jangan kau pikir kau bisa menggantikan posisi kakakmu di hatiku! Kau salah jika berpikiran seperti itu." Dia tersenyum lagi, senyum yang seakan menghujam jantungku.

Aku tahu pernah salah padanya, tapi pantaskah dia dendam seperti itu? Bukankah seharusnya dia bersyukur karena aku memberikan waktu baginya untuk mengecap bahagia dengan kakakku meskipun pada akhirnya dia meninggalkan Mas Danu juga? Ah Mas Danu, tidakkah kau tahu bahwa setiap malam aku menangis melihat kalian tertawa bersama?

Hingga pada suatu ketika, aku tidak tahan dan meninggalkan rumah dengan alasan ingin tinggal di kontrakan yang dekat dengan kantorku bekerja. Padahal aku sakit melihat kemesraan keduanya.

"Aku tidur di sofa, kau tidurlah di sini." Mas Danu meraih selimut dan membawanya ke arah sofa. Aku menghela napas berat, kecewa bukan karena dia tidak mau menyentuhku di malam pertama kami, tapi dia bahkan tidak mau berbagi ranjang denganku. Apakah tubuhku begitu menjijikkan baginya? Ah, sudahlah, terserah dia.

"Mas Danu tidak perlu tidur di sana. Mas tidur di ranjang saja, biar aku yang keluar." Aku ingin dia tidak merasa bahwa aku sedih dengan semua ini. Aku paham dia memang sengaja melakukan hal ini untuk menyakitiku, dan aku harus berpura-pura baik-baik saja.

Aku turun ke lantai bawah. Di sana, sanak saudara masih berkumpul, termasuk teman-temanku semasa sekolah.

"Wah pengantin baru masih belum tidur nih, jangan lupa minum jamu di malam pertama." Rafael, tetangga sekaligus teman kecilku terkekeh di akhir kalimatnya. Aku hanya tersenyum tipis. Lalu mendekat ke arah para temanku yang bermain domino.

Rafael nampak mengerutkan kening dan menatapku heran. "Kenapa kamu duduk bersama kami para kaum lelaki?"

"Biarkan saja, aku ingin melihat kalian bermain. Sudah lama kita tidak bertemu, bukan?" Sebenarnya aku hanya ingin melupakan kesedihan dengan cara melihat tingkah mereka yang konyol.

"Iya juga, besok pasti kamu akan diboyong ke kota oleh Mas Danu," ujar Rafael lagi.

"Mungkin," kataku. Aku juga tidak tahu sebenarnya dia akan membawaku ke kota atau tidak. Tidak ada perjanjian sebelumnya. Jadi, ya lihat saja nanti.

"Eh, tapi apa kamu nggak dicari suamimu?" tanya Supri seraya menatapku dengan ekspresi tidak nyaman. Mungkin dia takut Mas Danu marah jika lebih memilih menemani para teman masa kecilku dibandingkan suamiku sendiri.

"Dia sudah tidur, mana mungkin mencariku?" Aku menatap Fahmi yang duduk berjongkok seperti orang ingin buang air besar. Wajahnya pun putih cemong karena diolesi bedak tabur bayi.

"Fahmi, kamu seperti topeng monyet, hahaha!" Aku tertawa renyah. Tawa ini sedikit melupakan beban kesedihan di hatiku.

"Biasa, dia sedang latihan, ingin konser di pasar, makanya kalah terus." Rafael menimpali dan Fahmi terlihat bersungut-sungut. "Aku nggak kalah tapi kalian curang," sanggah Fahmi tak terima.

Aku menatap semua teman-temanku dengan ekspresi tidak suka. "Kalian sudah sama-sama dewasa, jangan suka merundung sahabat sendiri. Sudah tahu kan mana yang baik dan tidak?" Sejak kecil Fahmi selalu dikerjai oleh teman-teman dan sekarang masih sama? Dia juga manusia yang ingin dihargai sama halnya dengan orang lain.

"Alah kamu jangan percaya dia, dia itu lebay," ucap Supri.

"Iya be-"

Kata-kata Rafael terhenti dan semua temanku menatap ke arah tangga dengan bibir terkatup rapat. Aku mengikuti arah pandangan mereka dan melihat Mas Danu menuruni tangga. Dia menatapku sekilas lalu tatapannya datar dan seolah tidak peduli padaku. Ya sudah, siapa juga yang peduli? Aku tersenyum kecut.

"Sebaiknya kamu kembali ke kamar, aku tidak mau Mas Danu salah paham pada kami," ujar Rafael.

"Iya, aku tidak mau dia seperti dulu memutuskan hubungan denganmu dan memilih kakakmu." Fahmi melirihkan ucapannya. Saat aku menatap, wajahnya nampak pucat.

"Maaf, bukan maksudku mengingatkanmu pada masa lalu." Raut bersalah nampak kentara di matanya.

"Never mind," ucapku seolah hatiku biasa saja.

Aku beranjak ke arah para wanita yang sedang membawakan makanan dan camilan pada orang-orang yang masih berkumpul di rumahku setelah acara pernikahan dan resepsinya selesai.

"Aku bantu Mbak," ucapku pada Mbak Naya seraya mengambil nampan. Sayangnya, dia dan yang lain tidak mengizinkanku.

"Pengantin baru nggak boleh ikut begadang, boleh begadang dengan suamimu di kamar. Sana kembali!"

"Tuh suamimu udah kembali ke atas."

Mereka mengusirku, aku cemberut dan akhirnya terpaksa kembali ke kamar. Saat ingin masuk ke kamar, ibuku menarik tangan dan membawaku ke kamar pengantin kami.

"Apa kamu lupa sudah menikah? Kamar pengantinmu di sini." Aku mendengus kesal dalam hati. Dengan langkah berat aku membuka pintu sedangkan ibuku sudah menuruni tangga dan sesekali masih melirik ke arahku.

"Kenapa kembali? Katanya mau tidur di luar, di kamar lain? Apa kamu mengharapkan malam pertama kita?" Saat sampai di pintu, nada suara dingin itu menyentuh pendengaranku.

Untuk sesaat aku terpaku, langkah kaki terasa semakin berat.

"Jangan harap!" tegasnya. Aku hanya tersenyum kecut.

"Aku menikahimu hanya karena ingin pengasuh anakku." Dia tersenyum menyeringai.

"Ayah dan ibu tidak mengizinkan aku membawa anak-anak pergi dari rumah ini. Jadi satu-satunya cara adalah menikahimu."

Jantungku seakan ingin meledak mendengarnya. Namun, aku berusaha bersikap setenang mungkin.

"Tenang saja, tujuan kita sama," ucapku. Aku tidak ingin dia melihatku seperti seorang pengemis cinta. Aku punya harga diri sebagai perempuan. Aku tidak ingin menjadi wanita hina hanya karena sebuah cinta.

Buktinya sudah lebih dari setahun dia meninggalkanku dan memilih kakakku, aku masih hidup dan baik-baik saja sampai saat ini. Memang dia pikir aku tidak bisa hidup tanpa dia?

"Kenapa masih berdiri di situ? Kau ingin mempraktekkan

kepiawaianmu dalam menggoda pria?" Suaranya bagar petir yang menyambar di siang terik. Sungguh tidak kusangka, dia tega menilaiku seperti itu.

"Maaf aku tidak tertarik merayu lelaki sepertimu," balasku,

kemudian terkekeh. Dia pikir dia siapa? Mau mempermalukanku? Jangan harap!

1
ayu cantik
bagus
Imamah Nur: Terima kasih. Yuk lanjut baca novelku yang berjudul "Paket Cinta".
total 1 replies
Qiano Alfarizqi
visual nya dong
Ririn Nursisminingsih
ndak jelass critanya maless jdinya
Eva Karmita
aamiin ya rabbal allamin doa yang sama untuk otor semoga rejekinya lancar dan sukses selalu untuk karya"nya 🤲🤗❤️
Imamah Nur: Aamiin
total 1 replies
Iges Satria
akhirnya /Heart//Heart/
Rahma Inayah
ending yg bahagia
Rahma Inayah
selamat lintang dpt dunuar junior twins.selamt JD ibu muda
Eva Karmita
masyaalloh bahagia adem bacanya ngak ada huru hara yang ada cuma kebahagiaan ❤️🥰
Iges Satria
senangnya pada akur /Heart//Good/
Rahma Inayah
ya GK jg BS menyalakan dokter sangkin byk pasien nya BS slah mendiagnosa pasien dktr jg manusia.tp lain kli hrs hati2 dok Krn pasti pasien dan Kel merasa takut dan khawatir .tp alhamdulilah baby junior Danuarta sehat
Eva Karmita
Alhamdulillah selamat ya atas kelahiran si kembar
Eva Karmita
semangat lintang
Eva Karmita
semoga ada keajaiban si kembar 😭😭
Rahma Inayah
bukannya BS ya di oprasi dini utk mengambil baby yg meninggal aja tp yg hdp NNT pas sdh ckp br di keluarin yg mn NNT nya akan 2 kali operasi yg akan lintang lewati .apa km nyaman. lintang saat bersendawa akn keluar bau dr mulut mu spt bau busuk .yaitu bangkai dr baby td .spt teman ku Krn nikah muda dan merantau jauh dr Kel pas hamil GK tau klu baby nya sdh LM meninggal dlm perut tapi bersendawa pasti keluar bau busuk awal nya dia pikr biasa lama kelamaan ternyata baby ny sdh LM meninggal dlm perut mau GK mau hrs operasi
Imamah Nur: Beresiko operasi 2 kali dalam jarak beberapa bulan aja. Kan bayinya dalam satu rahim.
total 1 replies
Rahma Inayah
apa.gk bahaya dok nyimpen baby yg GK bernayawa dlm perutibunya .bknya hrs dikeluarkan .semoga ada keajaiban baby yg di nyatakan meninggal ternyata hdp lagi
Imamah Nur: Kalau cuma satu bisa langsung dikeluarkan tapi yang satunya belum cukup kondisinya. Masalah bahaya yang penting tetap dalam pantauan dokter
total 1 replies
Eva Karmita
lanjut thoooorr 🔥💪🥰
Rahma Inayah
akhirnya kabr yg mmg dinantikan Danu akan kehamilan lintang.semoga debay nya sehat sampai lahiran .
Eva Karmita
sabar ya pa harap di maklumi mulut anakmu memang pedas kaya bon cabe tapi aslinya mas Danu sayang banget sama papa 🥰😁
Rahma Inayah
Danu GK SDR dia bcr spt tu padhl dia dl yg nuduh lintang selingkuh tp TDK terbukti
Eva Karmita
ya ampun mas Danu kamu kenapa kok sepertinya takut sama buah rambutan ada trauma kah ...???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!