NovelToon NovelToon
Elang Samudra

Elang Samudra

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: Andira

Elang Samudra seorang cowok berandal yang hobi balapan liar. Baginya, kehidupan malam lebih indah di banding kehidupan nya yang berantakan.

Walaupun Elang terlahir dari keluarga kaya raya namun Elang selalu merasa kesepian. Sang ayah terlalu sibuk dengan kerjaan nya. kakak nya yang bernama Revan juga sibuk mengajar di kampus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 4

Setelah berunding dengan beberapa anggota OSIS dan guru, akhirnya Elang mau jadi Ketua OSIS sedangkan Ryan jadi wakil ketua OSIS walaupun dengan sangat terpaksa.

Dan saat berunding tadi, akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan masa observasi pada siswa baru setelah ujian nasional berakhir dan penerimaan siswa baru.

"Selesai ujian kalian mau kemana?" tanya Reno pada Elang dan Ryan yang masih sibuk bermain game di pojokan kelas.

"Gimana kalau kita touring ke kampung gue" jawab Zein dengan penuh semangat.

"Gue sih ngikut aja, lo gimana lang?" tanya Reno pada Elang dan Ryan yang masih sibuk bermain game.

"Apa sih, jangan ganggu gue" kesal Lang sembari menepis tangan Lang yang memegang pundak nya.

"Akhhh.. Tuhh kan jadi kalah gara-gara lo" kesal Ryan pada Reno yang sedari tadi terus menganggu konsentrasi mereka karena terus bicara omong kosong.

"Kalian tuh yang ngak bisa main, malah nyalahin gue"

"Udah stop kembali ke topik awal, kalian mau ngak touring ke kampung gue"? tanya Zein lagi.

"Boleh" kata Ryan.

"Gue juga ikut" ucap Elang.

"Yaudah, minggu depan kita berangkat"

"Siapp"

Setelah berunding mereka pun pulang ke rumah masing-masing karena jam pelajaran sudah selesai.

*****

Elang adalah tipe orang yang sangat susah untuk di bangun kan, bahkan alarm berbunyi tepat di samping nya pun tidak dia dengar apalagi hanya teriakan dari balik pintu kamar nya.

Kini jam sudah menunjukan pukul 08.00 pagi namun Elang belum juga keluar dari kamar nya, padahal sudah beberapa kali bunda nya membangun kan nya.

Tringggggg

Suara ponsel yang sedari tadi berdering menggangu tidur nyenyak Elang dan dengan malas mengangkat panggilan masuk dari teman gestrek nya yang bernama Ryan. "Apaan sih!! Ganggu aja orang lagi tidur" jawab Elang dengan kesal.

"Njir lo tidur mulu!! Lo ingat ngak hari ini kita ada rapat Osis, buruan datang atau lo bakal dapat surat cinta dari kepsek"

"Gue lupa, astaga" pekik Elang membuat Ryan sontak menjauh kan ponsel nya dari telinga karena suara Elang yang hampir saja merusak indra pendengaran nya. "gue otw sekarang" Elang melempar ponsel nya ke samping lalu dengan cepat berlari menuju kamar mandi untuk bersiap.

Tidak butuh waktu lama bagi Elang untuk bersiap lalu berangkat ke sekolah. Kali ini Elang mengabaikan perdebatan orang tua nya yg hampir tiap hari Elang dengar.

Elang melajukan motor nya dengan kecepatan di atas rata-rata melambung semua kendaraan yang berada di depan nya.

Karena kurang fokus alhasil Elang hampir menabrak seorang gadis yang sedang ingin menyebrang jalan menghampiri kakak nya di sebrang jalan.

"Akhh"

Mendengar suara pekikan gadis itu akhirnya dengan terpaksa Elang membanting motor nya ke sebelah kanan hingga menabrak trotoar jalanan.

"Alin" teriak Vano dari sebrang jalan saat melihat adek kesayangan nya hampir saja tertabrak motor.

"Akhh" ringis Elang sembari berusaha berdiri.

"Kamu ngak apa apa kan sayang" Vano terlihat sangat khawatir.

"I'm fine"

Setelah memastikan Alin tidak terluka, Vano pun menghampiri Elang lalu dengan barbar nya menendang motor sport milik Elang. "Lo bisa bawa motor ngak!" Elang menatap Vano dengan kesal sembari menahan amarah nya.

"Apa lo!" Vano mendorong bahu Elang sementara Elang hanya menatap Vano dengan tatapan dingin.

"Maju lo kalau berani" Vano meninju wajah Elang lebih dulu karena mengira Elang hanya pria cupu namun Vano salah besar ternyata Elang diam karena mengingat ucapan ayah nya dan Elang juga tidak punya banyak waktu untuk meladeni Vano saat ini.

Elang pun berjalan menuju motor kesayangan nya namun lagi lagi Vano menendang motor Elang hingga akhirnya kesabaran Elang pun habis dan meninju wajah Vano berkali kali hingga terjadi lah perkelahian antara Vano dan Elang.

Sementara Alin yang melihat kakak nya adu mekanik dengan panik berteriak meminta tolong. "Tolong, tolong" teriak Alin sembari berusaha menghentikan perkelahian Elang dan Vano.

"Sudah, hentikan" ucap Alin namun mereka berdua tidak memperdulikan teriakan gadis cantik itu malah terlihat mereka semakin semangat untuk adu mekanik.

Tidak lama kemudian datang beberapa warga untuk memisahkan mereka berdua namun karena mereka keras kepala dan tidak ada yang ingin mengalah akhirnya mereka berdua pun di bawa ke kantor polisi oleh warga.

Setelah sampai di kantor polisi kedua orang tua mereka di panggil untuk datang menjemput anak nya.

"Sudah berapa kali ayah katakan untuk tidak berkelahi lagi, Elang!!" kata sang ayah setelah berada di luar kantor polisi.

Elang hanya diam. "Kenapa kamu tidak bisa mendengar ucapan ayah!! Ayah hanya ingin yang terbaik buat kamu dan ingin melihat kamu sukses bukan jadi berandalan begini!!"

"Bukan Elang yang mulai duluan yah tapi dia yang lebih dulu ganggu Elang" Kata Elang berusaha membela diri nya sendiri.

"Pokok nya ayah tidak ingin kamu membuat masalah lagi atau ayah akan mengirim mu ke asrama"

"Terserah apa mau ayah" Kata Elang lalu berjalan menuju motor kesayangan nya dan kembali melajukan motor nya ke sekolah dengan perasaan kesal.

1
Pemulung Ellit
haduh... walaupun terkesan egois, tapi kayaknya aku lebih memilih anakku tinggal sama aku dulu. anak segitu loh...
Pemulung Ellit
itulah yang aku kecewa kan darimu. orang lain udah jadi korban malah gak peduli
Pemulung Ellit
haduh.. Elang itu gimana sih...
Pemulung Ellit
haduh... cari masalah lagi kamu bang. seenggaknya tengok dulu lah tuh istrimu
Pemulung Ellit
tapi nikah usia segitu emang dibolehin ama negara? harus nua in umur dulu gak sih?
Pemulung Ellit
mas kawin nya waw juga ya😅😅
Pemulung Ellit
ya Allah... kasian sekali anak ini. dia masih umur 15 tahun loh..
Pemulung Ellit
sebenarnya aku agak gedek juga sih ama nih bapak. tapi mungkin ya sikapnya dia karena kekhawatiran nya sama anaknya
Pemulung Ellit
karena jujur pun mereka gak percaya jadi sekalian aja lang. biar jantungan tuh pak Eddy
Pemulung Ellit
ternyata diam-diam perhatian juga si abang.
Pemulung Ellit
hayo loh.. gara-gara kamu sih maen nyelonong aja ngumpet di kamar anak gadis orang...
Pemulung Ellit
idih... minta ditempeleng gak nih orang. seenaknya banget. udah dibiarin ngumpet juga🙄
Pemulung Ellit
numpang ngumpet sampe segitunya bang? 🙄🙄 ngapain buka baju segala
Pemulung Ellit
waduh.. jangan diapa-apain itu anak gadis orang
Pemulung Ellit
aduh aduh... udah main curang malah kalah. dapat bonus jatuh pula... kasian
Pemulung Ellit
kapok tu yg ngetawain. malah jadi jongos kan lu😂😂😂
Pemulung Ellit
vano menantang sih.... bisa-bisa pingsan ntar vano nya. salah lawan sih kamu
Pemulung Ellit
ngakak bayangin ekspresi nya. mereka gak bersalah sekali ya kamu
Pemulung Ellit
ya. mereka sama-sama egois
Pemulung Ellit
nyesek banget dah...walaupun terkesan berandalan tapi kasian sekali berada di posisi anak ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!