NovelToon NovelToon
Dad, I Can See The Ghost

Dad, I Can See The Ghost

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Horor / Indigo / Matabatin
Popularitas:243.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Pratiwi Devyara

Kala Wisnu Ganendra Bimantara sering melihat sosok gaib sedari kecil, namun tak ada seorangpun yang percaya padanya.

Suatu ketika Kala, dipertemukan dengan ayah kandungnya yang ternyata seorang dokter spesialis kejiwaan dari sebuah klinik psikiatri.

Kala bersikukuh ia bisa melihat hantu, namun sang ayah lebih percaya jika Kala mengalami kondisi medis dan psikis tertentu.

Dua pendapat pun berseberangan, Kala bertekad membuktikan pada sang ayah jika ia benar. Sementara sang ayah berusaha menyadarkan Kala, jika yang sering Kala lihat itu bukanlah hantu. Melainkan refleksi dari trauma masa kecilnya yang begitu banyak.

SIAPAKAH YANG BENAR DIANTARA KEDUANYA? Ikuti saja cerita menarik ini, jangan lupa like, share dan komen.

Instagram @oh_ya_ra
tiktok : dev_yara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pratiwi Devyara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kala Wisnu

Tak mudah menjadi seorang Kalawisnu Ganendra Bimantara, yang terlahir dengan kemampuan istimewa.

Sejak kecil, ia kerap histeris saat menatap sebuah rumah kosong, pohon besar, atau tempat-tempat yang gelap. Begitu pula ketika ia diajak melintas di kawasan yang konon terkenal angker.

Kala, begitu ia akrab disapa selalu mengatakan bahwa ia sering melihat sosok-sosok yang mengerikan.

Namun sejak bayi ia diasuh oleh keluarga mendiang ibunya yang realistis, serta berpijak penuh pada logika.

Bagi mereka dunia hanya berisi hal-hal yang bisa disentuh, dihitung, dan dibuktikan. Tidak ada ruang bagi arwah, bayangan, ataupun makhluk tak kasatmata.

Meskipun keluarga tersebut berasal dari daerah yang masih kental dengan logika mistis, namun mereka tidak demikian.

Sejak pertama Kala sering berteriak ketakutan, keluarga ibunya yang terpelajar itu selalu membawa Kala ke pengobatan medis. Mereka curiga jika ia hanya sedang demam dan berhalusinasi.

Namun setiap kali mendatangi rumah sakit, Kala selalu dinyatakan tidak mengalami apa-apa. Untuk selanjutnya ia dianggap oleh keluarga ibunya sebagai anak yang hanya suka cari perhatian.

Malam itu, ketika jam menunjukkan pukul dua dini hari, teriakan Kala kembali mengguncang seisi rumah.

Suara remaja itu melengking dan serak, seperti seseorang yang sedang berusaha kabur dari mimpi buruk yang mencekam. Sudah lima belas tahun usianya kini, namun kebiasaan itu tak jua berubah.

"Aaaaaaaa."

"Aaaaaaaa."

Ia terdengar sangat ketakutan. Tak lama kemudian hadir suara langkah-langkah berat dan tergesa-gesa di tangga. Lampu-lampu di koridor menyala satu per satu, menyingkap wajah-wajah lelah yang sama sekali tidak terkejut. Hanya ada kekesalan yang siap meledak di wajah mereka.

"Aaaaaaaa."

"Aaaaaaaa."

"Kalawisnu, Kala."

Terdengar suara nenek, om, dan tantenya yang memanggil.

"Aaaaaaaa."

"Aaaaaaaa."

Kala terus saja histeris, sampai kemudian.

"Buuuk."

"Plaaak."

"Plaaak."

Sebuah pukulan dan tamparan bertubi-tubi mendarat di wajahnya, hingga remaja laki-laki itu mendadak terdiam diantara orang-orang tersebut.

"Apalagi yang kamu liat hari ini, hah?"

Om atau suami dari tantenya kini bertanya dengan nada yang penuh kekesalan. Tatap matanya yang tajam menghujam, seolah hendak menelan Kala hidup-hidup.

"Itu Ganesha bangun gara-gara kamu."

Sang tante ikut menimpali, seraya menoyor kepala Kala dengan kasar.

"Kamu tau nggak susahnya menidurkan anak bayi?. Udah remaja juga, masih aja suka teriak-teriak nggak jelas." lanjut sang tante lagi.

Kala yang masih syok tersebut, terus melihat ke arah belakang sang nenek. Matanya membelalak ke arah jendela yang gordennya terbuka.

Ada sesuatu yang tak terlihat oleh siapa pun kecuali dirinya. Nafas remaja itu terdengar memburu, dan bibirnya bergetar.

"Di belakang oma, ada cewek rambut panjang. Mukanya hancur." ujarnya penuh ketakutan.

Keluarga itu menghela nafas hampir berbarengan.

"Itu terus yang kamu bicarakan selama bertahun-tahun, capek tau nggak."

Suami sang tante ikut menoyor kepala Kala.

"Awas kalau kamu teriak lagi, oma akan pasung kamu di gudang." Kali ini sang nenek mengeluarkan suara.

Tak lama mereka semua pun keluar dari kamar Kala, dan meninggalkannya sendirian. Tak ada pelukan bagi remaja itu, belum pernah sekalipun seumur hidupnya ia merasakan lembutnya perlakuan. Hanya pukulan demi pukulan yang ia terima selama ini.

Sejatinya ia bisa saja membalas, karena di sekolah ia pun sangat jago berkelahi. Ia sengaja ikut kelas privat beladiri secara diam-diam dengan menyisihkan uang jajan, lantaran selama ini dirinya selalu dianggap aneh dan di bully.

Ada beberapa siswa di sekolahnya yang pernah babak belur ia hajar, kemudian kasusnya senyap. Tak ada yang berani melaporkan Kala. Karena rata-rata dari mereka mengakui jika saat sedang mengamuk, Kala seperti orang yang kerasukan.

Dan tidak menutup kemungkinan, saat ini ia juga bisa menghajar om, tante, serta neneknya dengan tangan kosong.

Namun ia enggan melakukan hal itu, karena ia merasa jika mereka semua adalah keluarganya. Kala hanya memiliki mereka, dan merekalah yang telah membesarkan Kala sejak ibunya meninggal dunia.

Rasanya tak pantas jika ia membalas mereka dengan kekerasan, meskipun kadang terpikir demikian. Kala memandang kebaikan keluarganya yang masih memberi tempat tinggal, makan, serta uang saku padanya setiap hari.

Ia tak pernah mengetahui bahwa kebaikan itu hanyalah kedok semata. Sebab mendiang sang kakek mewariskan sebagian besar hartanya kepada Gayatri ibu Kala, jauh disaat Gayatri masih kecil. Dan Kala adalah pewaris tunggal yang sah dari Gayatri.

Mereka berniat menyingkirkan Kala suatu saat dan menguasai seluruh harta warisan yang ditinggalkan.

***

"Ini udah saatnya bu, Galuh udah nggak tahan sama anak itu."

Adik mendiang ibu Kala yang bernama Galuh, yang tadi ikut memukul sang keponakan, kini berujar pada ibunya. Mereka tengah rapat di ruang makan.

"Ibu harus memberikan Kala ke bapaknya. Toh Galuh pernah dengar kalau keluarga bapaknya itu kaya raya, mereka pasti mampu merawat anak itu. Kenapa harus kita terus yang disusahkan?." ujar Galuh lagi.

"Ibu sih dari awal anak itu lahir dan dititipkan ke kita saja, ibu sudah ndak setuju. Anak itu aib, mbakmu Gayatri itu tidak bisa menjaga kehormatan keluarga. Hamil di luar nikah dengan laki-laki yang bahkan keyakinannya saja beda dengan kita. Kita saja belum pernah bertatap muka secara langsung dengan laki-laki itu maupun keluarganya. Siapa dia, seperti apa rupanya." ucap sang ibu.

"Tapi bapakmu bilang, kasihan. Bapakmu yang mengampuni Gayatri, saat Gayatri mengaku kalau dia hamil. Bapakmu itu terlalu lembek jadi laki-laki, harusnya Gayatri dihapus namanya dari daftar penerima warisan." lanjut wanita tersebut.

"Tapi kan sekarang bapak sudah ndak ada bu, kasih saja anak itu ke keluarga bapak kandungnya. Saya sama mas Sasono mau hidup tenang, Ghandi sama Gita juga mau damai. Kami bertiga bersaudara ndak mau nanggung dosanya mbak Gayatri."

"Ya sudah, kalian cari tau lah dimana sekarang bapak dari anak itu. Terus kirim saja dia kesana." ucap sang ibu.

"Di buku catatan mbak Gayatri, masih ada alamat laki-laki itu. Galuh menemukan catatan itu di kamar mbak Gayatri." jawab Galuh.

"Ya sudah, kamu cari informasi apa dia masih disana atau ndak. Kalau iya, segera kirimkan Kala kesana."

"Baik bu." jawab Galuh lagi.

***

Di suatu tempat.

Seorang dokter spesialis kejiwaan atau psikiater baru saja selesai menangani pasien. Ini telah masuk jam makan siang, maka ia pun beristirahat sejenak dan mendapatkan makan siangnya di kantin rumah sakit.

"Bro."

Enrico, rekan sesama dokter sekaligus sahabat sejak jaman sekolah, terlihat menghampiri sang dokter spesialis kejiwaan tersebut.

"Lo udah kelar, gue pikir masih operasi." sang dokter spesialis kejiwaan berujar pada dokter Enrico.

"Udah kelar dan gue laper banget, sumpah." jawab Enrico lalu duduk di kursi yang berseberangan.

"Siang dokter Philip, dokter Enrico."

Seorang perawat melintas dan menyapa keduanya.

"Siang sus." jawab keduanya serentak.

Sementara suster itu berlalu, tak lama kemudian seorang dokter wanita melintas dan sempat menoleh serta tersenyum pada mereka.

"Gimana Phil?" tanya Enrico pada Philip.

"Gimana apanya?" Philip balik bertanya dengan nada heran.

"Itu, dokter Zara." ujar Enrico lagi.

"Ya apa?. Lo berharap gue jawab apa?" lagi-lagi Philip bertanya.

"Lo bener-bener nggak ngeh, kalau dokter Zara itu suka sama lo?" tanya Enrico.

"Hhhhh." Philip menghela nafas agak dalam.

"Tau." jawabnya kemudian.

"Tapi ya udahlah, mau diapain?" lanjutnya lagi.

"Emang lo nggak ada perasaan sama dia?" Lagi dan lagi Enrico bertanya. Philip menggeleng sambil melahap makanannya.

"Jangan-jangan, lo masih inget sama Gayatri."

Philip kembali menghela nafas agak dalam dan menjatuhkan pandangannya ke piring makan.

"Udah enam belas tahun, bro. Mungkin dia udah menikah dan punya anak tiga." ujar Enrico sambil bercanda.

Sementara Philip masih diam.

"Lo sama dia itu beda keyakinan. Orang tua lo nggak ngasih, orang tua dia juga nggak bakal merestui. Mending lo udahin aja perasaan Lo ke dia dan mulai hidup baru." ujar Enrico.

"Liat gue, walaupun gue gagal dalam membina rumah tangga, tapi setidaknya gue pernah menikah. Lo belum pernah sama sekali, padahal yang suka sama lo banyak." lanjutnya lagi.

"Nggak mudah buat gue, Ric." Philip akhirnya kembali bersuara.

"Gue tau udah enam belas tahun berlalu, tapi rasanya kayak baru kemaren."

Philip menjatuhkan pandangan matanya jauh ke depan. Kini pria berusia 38 tahun itu seakan tak memiliki gairah lagi untuk melanjutkan makannya.

***

1
Faziana
Alhamdulillah ... terimakasih Othor udah up. Semangat yaaaa /Smile/
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terima kasih
total 1 replies
Imran Kalimanjaro
mbak e, aku udah bolak balik cek, blm juga ada update, Alhamdulillah sekarang nongol...👍👍
Faziana
Thor di tunggu upnya yaaa
Devyara (IG : oh_ya_ra): Iya 😍😍
total 1 replies
Zainuri Zaira
masih tak percaya hantu padahal udh nglamin
Zainuri Zaira
merinding bcax walaupun msih sore
Zainuri Zaira
mkin kala ad kembaran
Zainuri Zaira
buat kala bisa gebukan hantu jgn takut terus kan kala pandai karate..lagian kala kok ngk pernah baca ayat alguuran
Devyara (IG : oh_ya_ra): Dia bukan Islam
total 1 replies
Musri
lma GK up2 thor,ditunggu kelanjutannya y👍
Devyara (IG : oh_ya_ra): Masih koq kak, cuma emang jarang
total 1 replies
Imran Kalimanjaro
makin seru dan penasaran
Devyara (IG : oh_ya_ra): thank you 😍
total 1 replies
Eliya Firdaus y
bagus jangan lama2 updatenya thor
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terima kasih 😍
total 1 replies
Jenk Sry
Luar biasa
Devyara (IG : oh_ya_ra): Thank you
total 1 replies
yonahaku
ditunggu lanjutannya
Devyara (IG : oh_ya_ra): Sudah ya kak,
total 1 replies
yonahaku
kalau jujur buat nakutin papa sama oom Philip tapi malah ketakutan sendiri karena salah masuk rumah sakit terbengkalai
Lina Yuliana
thor mana lanjutannya
Devyara (IG : oh_ya_ra): Ada kak, cek aja
total 1 replies
Halimatun Ahliyah
asli ngakak aku baca part ini
mana malem2 lagi bacanya
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Ayla Anindiyafarisa
ditunggu up selanjutnya kak, semangat kak
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Ayla Anindiyafarisa
Oala kasiannya kamu kala kok banyak keluarganya yg g suka
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terima kasih
total 1 replies
Ayla Anindiyafarisa
lah malah mereka yg dikerjain 😅😅
Ayla Anindiyafarisa
saatnya kamu bahagia kala nikmati uang ayahmu
Ayla Anindiyafarisa
samalah aku juga bingung🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!