Conquest Knight XV berhenti di reruntuhan kota di dekat Kota Perlindungan Angin.
Fan Chen dan Fu Shen menaiki reruntuhan setinggi bangunan dua lantai, mereka mengamati Kota Perlindungan Angin dengan teropong jarak jauh.
Dari tempat ini, Fan Chen melihat asap mengepul di berbagai sudut kota, dan itu terus berlanjut. Mobil-mobil keluar dari kota, menembus barisan zombie yang menghalangi.
"Baru setengah hari, tempat ini sudah sangat kacau. Aku ke sini bukan hanya untuk membunuh zombie dan mendapatkan uang, aku juga ingin membunuh Mu Yanzi."
Kebenciannya terhadap Mu Yanzi benar-benar meningkat dan tidak bisa lagi didamaikan. Dia sangat ingin membunuhnya saat mengetahui kalau Mu Yanzi bekerja sama dengan Keluarga Fan, dan berkeinginan untuk mengambil adiknya sebagai budak.
Fu Shen menunduk melihat Fu Shen yang berlutut saat memegang DX-5 Ravager. "Fu Shen, menurutmu seberapa banyak orang yang selamat setelah setengah hari?"
Fu Shen merenung sejenak, kemudian menjawab, "Dengan jumlah penduduk dan luas kota, berbagai hewan yang menambah kerusakan. Kemudian manusia yang mencoba menyelamatkan diri sendiri, mendorong manusia lain, kemungkinan hanya dua per lima yang selamat."
Fan Chen mengangguk kecil, hanya 24.000 dari 60.000 orang yang selamat. Korban yang jatuh dalam setengah hari sudah sangat banyak, ini adalah kasus kematian terbanyak, bahkan di Bencana Pertama, tidak separah ini.
"Apakah ada Binatang Mutan tingkat Dua di dekat sini?"
"Tidak ada." Fu Shen menggelengkan kepalanya.
Tingkat Binatang Mutan ini telah didiskusikan dengan Fu Shen dan Fu Shan. Level 20 (Tingkat 1), Level 40 (Tingkat 2), Level 60 (Tingkat 3), Level 80 (Tingkat 4).
Sejauh ini, menurut berita pemerintah satu tahun lalu, ada Binatang Mutan yang tahan dengan peluru dari senjata api. Ada kemungkinan besar itu adalah Binatang Mutan tingkat 4, tapi meski begitu tetap tidak mampu menahan peluncur roket.
Fan Chen mengubah pandangan ke gerbang utara yang sudah direnovasi, dia melihat aliran mobil yang keluar. Tepat saat dia ingin mengalihkan pandangannya lagi, dia melihat mobil hitam mewah yang dikawal mobil lapis baja, di bagian depan mobil ada bendera kecil bertuliskan “粉” berwarna emas.
"Fu Shen, tembak bagian ban mobil yang dikawal."
Fu Shen mengangguk, kemudian langsung melepaskan tembakan sesaat setelah mendapatkan target.
Peluru melesat dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata. Melihat melalui jalur tembak, itu masih cukup jauh dari target. Tapi setelah mobil terus melaju, peluru itu menembus ban kiri bagian depan.
Dengan kecepatan mobil yang tinggi dan peluru yang menembus ban dengan kaliber 50 BMG , itu merusak velg mobil sampai kehilangan keseimbangan, bahkan pecahan peluru itu menyerang bagian dalamnya dan merusak tie rod atau besi yang menghubungkan antara pengait roda depan dengan setir.
Mobil yang kehilangan kemampuan untuk berbelok ditambah dengan rusaknya velg, kehilangan keseimbangan dan menabrak mobil di sampingnya, kemudian karena jalan yang tidak rata, mobil itu terbalik berkali-kali.
Tidak hanya itu saja, salah satu mobil lapis baja tidak sempat mengerem, sehingga mobil yang sudah terguling itu tertabrak cukup keras, mengakibatkan mobil itu terlempar dan rusak parah.
Fan Chen yang melihat itu, tersenyum tipis dan berbalik. "Kita turun, adapun apakah masih hidup atau tidak, kita bisa memastikannya nanti."
Fu Shen tidak banyak bertanya. Dia mengikat DX-5 Ravager dan menggantungnya di pundak kirinya, lalu berjalan mengikuti Fan Chen menuju Conquest Knight XV.
Banyak mayat Binatang Mutan di sekitar mobil, yang tertinggi Level 20 (Tingkat 1).
Fan Chen tidak menyimpan mayat-mayat ini karena tidak berguna, kecuali mereka sudah terkena Virus Zombie, mungkin dia akan mengambilnya.
...***...
—Di Luar Gerbang Utara, Kota Perlindungan Angin—
Berbagai mobil lapis baja berhenti mengelilingi mobil hitam yang awalnya mereka kawal. Salah satu mobil terbuka pintunya, dan terlihat pria paruh baya yang mengenakan rompi anti peluru turun.
Ekspresi pria paruh baya itu muram dan ada ketakutan yang tidak bisa disembunyikan. Bagaimanapun, dia yang mengemudikan mobil dan menabrak mobil yang dikendarai oleh anggota Keluarga Fan.
Pengawal ini adalah orang luar, bekerja untuk Keluarga Fan. Ada ketakutan yang tidak bisa dijelaskan, bahkan jika itu hanya rumor, mereka tahu kalau Keluarga Fan tidak segan-segan membunuh Fan Hongwu yang merupakan anggota penting mereka hanya untuk kepentingan pribadi.
"Cepat, cepat! Periksa apakah Pembicara masih hidup!" Pria paruh baya lain berteriak, tatapan matanya tajam, mengenakan masker hitam yang menutupi setengah wajahnya.
Dia membawa AK-47 dan menunjuk ke arah mobil yang terbalik.
Segera, sembilan orang lain bergegas menuju mobil.
Karena pintunya rusak parah, mereka butuh usaha untuk membukanya.
Kapten yang memerintah, terus berteriak untuk bergegas membuka pintu. Sampai dia mendengar suara mobil yang cukup keras menandakan mesin yang luar biasa. Dia mendongak, melihat ada mobil yang melaju ke arah mereka, dan di belakang mobil itu ada debu yang naik membentuk gelombang.
"Kapten! Pembicara dalam keadaan koma, dan sopir sudah tidak bernyawa, kepalanya terbelah karena serpihan kaca!"
"Cepat bawa!" Kapten kembali berteriak.
Sementara itu, Fan Chen yang berada di dalam mobil, memegang papan dengan delapan tombol di atasnya, yang masing-masing terhubung dengan peluncur roket yang terpasang di mobil.
Granat peluncur roket di atas mobil aktif, menembakkan granat rudal dengan ekor asa di belakangnya.
Granat berpeluncur roket itu melesat ke arah mobil hitam, mengenainya langsung dan mengakibatkan ledakan besar dengan api yang menyala.
Tembakan ini datang begitu cepat, sehingga pengawal tidak bisa berlari lebih jauh meski sudah melemparkan Pembicara.
Keahlian mengemudi Fu Shen sangat baik, bahkan meski Conquest Knight XV memiliki body yang panjang, tapi tetap bisa bermanuver.
Ban depan berbelok dengan ban belakang yang berhenti, mengakibatkan gaya inersia sehingga bagian depan mobil mengarah langsung ke bagian samping mobil lapis baja.
Fan Chen menekan tombol lain untuk mengaktifkan granat berpeluncur roket di samping mobil.
Kemudian mobil berbalik lagi, melaju dengan jalan mundur dan berada di belakang pasukan pengawal. Lalu granat peluncur roket menembak bagian belakang.
Fu Shen memutar setir kemudi dengan cepat, berbalik dan meninggalkan ledakan keras di belakang.
Dengan tiga tembakan dari ketiga sisi, nyala api yang ditimbulkan menjadi sangat besar membentuk jamur api raksasa dengan asap hitam tebal. Dari tembakan ini pula, sudah dipastikan tidak akan ada yang selamat dari serangan ini.
Mobil bergegas menuju gerbang utara, dan karena ledakan beruntun tadi, suaranya menarik perhatian gelombang zombie.
Masih ada lima granat berpeluncur roket yang belum ditembakkan.
Fan Chen harus menghemat amunisi dan hanya digunakan dalam keadaan darurat atau tepat, seperti saat ini, dia kembali menekan tombol untuk membuka jalan di mana gelombang zombie menghalangi.
Booom!
Api menyala membakar zombie-zombie yang menghalangi jalan, dan suhu yang panas itu mulai membuat tembok-tembok retak.
Fan Chen melihat radar yang terpasang di dashboard mobil. "Terobos api itu. Kemudian setelah aba-aba, melompat dari mobil dan langsung naik ke atas tembok."
Fu Shen mengangguk kecil, menginjak pedal gas lebih kencang, membuat mobil melaju dengan kecepatan yang lebih tinggi.
Mobil itu sedikit terguncang karena menabrak mayat di depan, membuat mobil sedikit terbang ketika menerobos nyala api yang membentuk dinding.
Mobil sudah melewati dinding api, kemudian mendarat di jalan yang tidak rata.
Fan Chen terus mengamati radar sampai keadaan sekitar terlihat sepi, kemudian dia menghitung mundur dan berkata dengan keras, "Sekarang!"
Fan Chen dan Fu Shen membuka pintu, kemudian langsung melompat turun sampai berguling-guling di tanah. Fan Chen mengarahkan tangannya ke mobil yang masih melaju, lalu menyimpannya ke dalam Inventaris.
Tidak ingin membuang waktu terlalu lama, Fan Chen berlari menuju dinding tembok, melompat di atas mayat yang menumpuk, kemudian berpindah ke atas pos kecil di belakang tembok sebagai pijakan bantuan untuknya melompat lebih tinggi.
Fan Chen membutuhkan usaha lebih keras, berbeda dengan Fu Shen yang langsung berlari di dinding dan melompat sampai kedua tangannya menangkap pinggiran tembok.
Fu Shen menarik tubuhnya sendiri dengan gerakan pull up, lalu mengangkat kaki kanannya dan tiba di atas tembok kota.
Fan Chen juga sudah tiba di atas, langsung berjongkok dan berbalik, melepaskan tembakan ke arah zombie yang menaiki zombie lain.
"Pindak tempat." Fan Chen berdiri setelah membunuh beberapa.
Fu Shen mengangguk, dia mengikuti Fan Chen dari belakang sambil sesekali menembak zombie yang berusaha menaiki tembok.
Awalnya Fan Chen ingin langsung ke tengah-tengah kota, tapi dia merasa itu terlalu bodoh, sehingga dia harus membersihkannya dari pinggir melalui tempat yang tinggi, dan tembok adalah jalan keluarnya.
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
Sang M
Bosannnnnn! Tokoh cerita tetap lemah...dancookkk
2024-03-08
0
Zoelf 212 🛡⚡🔱
jh
2023-05-23
1
DINA OCTAVIA
semngat up thor ,
2022-12-24
2