Butuh waktu dua jam untuk membersihkan semua gudang sampai benar-benar kosong dan semua barang ini diletakkan di halaman depan.
Besok, akan ada mobil yang datang untuk membawa barang-barang ini. Barang ini penting, dan meski terlihat kuno, bisa dibuang kapan saja, tapi Yun Mingyue tidak ingin membuangnya.
Fan Chen melihat barang-barang di halaman, dia merasa besok perusahaan angkutan barang mungkin akan bertindak asal-asalan, bahkan mungkin akan bekerja sama dengan perampok untuk mengambil semua barang ini. Tapi dia memiliki Inventaris, dia bisa mengambilnya, tapi tidak sekarang, melainkan saat barang-barang ini diangkut.
Fan Chen menoleh melihat garasi, dan Yun Mingyue berada di depannya ingin membuka pintu. "Apa yang ada di sana?" Ia sendiri tidak pernah masuk ke sana karena tidak diperbolehkan, jadi tidak tahu apa isinya sampai saat ini.
Mercedes-Benz S-Class yang mereka miliki tidak diparkir di garasi, jadi terkadang dia merasa aneh, memiliki garasi, tapi tidak pernah digunakan.
Fan Chen menghampiri Yun Mingyue dan setelah dekat, dia bertanya, "Ibu, apa yang ada di dalam?"
"Barang-barang Ibu, dan ini bisa membantu kita keluar dari Kota Perlindungan." Yun Mingyue mengangkat rolling door.
Fan Chen bingung, tapi dia tetap diam dan melihat apa yang ada di balik pintu. Tapi ternyata, di balik pintu ada lagi pintu harmonika.
Yun Mingyue membuka pintu, menariknya ke dua sisi, tapi masih ada pintu lagi berwarna hitam yang terbuat dari baja tebal. Kemudian ada sistem keamanan, dia melangkah ke sana, menekan telapak tangannya dan ibu jari untuk memastikan identitas melalui sidik jari, tapi itu belum selesai, masih ada kornea mata, pengenalan suara, wajah dan lain-lain.
Akhirnya, setelah melewati proses panjang, pintu itu bergetar sendiri dan mulai turun memasuki tanah, seolah ada lumpur hisap yang menelannya.
Yun Mingyue melangkah sambil mendorong masuk Fan Chen dan mengangkat tangannya, mengambil rolling door dan menariknya lagi untuk menutupnya.
Tiba-tiba lampu yang sangat terang bersinar sampai membuat Fan Chen menutup matanya, tapi tidak berlangsung lama dan lampu itu mulai meredup, menyesuaikan dengan keadaan.
Fan Chen mengedipkan matanya berkali-kali untuk membiasakan matanya, hingga tiba-tiba matanya terbelalak melihat apa yang ada di ruangan ini.
Dia melihat ada tiga kendaraan lapis baja, berbagai macam senjata api laras panjang yang tergantung di rak di dinding, ada granat tangan, bom tempel, bahkan granat berpeluncur roket.
Ada banyak penghargaan militer yang diletakkan sembarangan, seolah itu semua tidak ada gunanya.
"Ini ..." Fan Chen melihat Yun Mingyue dan terdiam.
Yun Mingyue melirik Fan Chen berkali-kali, kemudian menghela napas dan berkata, "Sebelum menikah, Ibu menjaga perbatasan dan terlibat dalam perang. Tapi Ibu keluar dari militer karena kakekmu meminta Ibu keluar untuk menikah."
"Satu tahun setelah Chen'er lahir, Kakek meninggal dunia tanpa bisa bertemu denganmu sekalipun." Yun Mingyue kembali menghela napas dengan emosi yang dalam.
Fan Chen tertegun dengan mulut terbuka, menatapnya dengan sedikit tak percaya. "Mengapa?"
"Mengapa Ibu tetap diam saat ditekan Keluarga Fan?" Yun Mingyue menatap Fan Chen. "Dunia memiliki hukum, bahkan meski Ibu memiliki senjata, tapi semua ini hanyalah senjata kosong. Banyak amunisi yang disita agar tidak digunakan sembarangan."
Fan Chen melihat sekitar dan menggunakan “Penilaian” untuk melihat senjata-senjata ini, bahkan meskipun dia tidak perlu menggunakannya karena dia memiliki pengetahuan tentang semua senjata api.
Dia membuka Stronghold Shop, dan membeli amunisi yang sesuai dengan senjata masing-masing.
[2000 Amunisi AR-15] [¥90.000]
[2000 Amunisi Caliber 338 Lapua Magnum (8,6 × 70 mm)] [¥200.000]
[2000 Amunisi 45 Caliber] [¥236.820]
"Benarkah?" Fan Chen mengangkat sebelah alisnya, kemudian dia berjalan menuju salah satu kotak yang dirasa kosong, membukanya dan mengeluarkan semua amunisi. "Lihat, apa ini? Apakah Ibu berbohong padaku?" Ia berbalik menatap Yun Mingyue.
Yun Mingyue melangkah menghampiri Fan Chen, dan melihat ke dalam kotak, tiba-tiba dia membuka matanya lebar-lebar. Dia mengusap matanya berkali-kali untuk memastikan apakah dia salah lihat, lalu dia menatap Fan Chen, mengulurkan tangannya dan mencubit pipinya.
Fan Chen sedikit berteriak ketika pipinya dicubit tanpa alasan.
"Ini bukan mimpi." Yun Mingyue berkata seraya melepaskan cubitannya dan kembali mengamati belasan ribu amunisi. "Tapi aneh, setahu Ibu semua sebagian besar amunisi sudah disita, bahkan jika tidak disita, masing-masing senjata hanya memiliki total dua magazen. Tapi di sini, bahkan magazen yang bisa menyimpan lima puluh peluru, dengan semua amunisi, bisa digunakan untuk empat puluh magazen."
Fan Chen mengusap pipinya yang sedikit merah. "Bukankah tidak masalah? Semakin banyak maka semakin baik."
Yun Mingyue mengangguk, tapi ekspresinya tidak terlihat baik. "Tapi, sulit untuk membawa mereka semua. Pengaruh Keluarga Fan di sini cukup besar, jika di pos pemeriksaan mereka tahu ada senjata api di mobil, mungkin semuanya akan disita."
Fan Chen mengerutkan keningnya. "Meski sekarang warga diperbolehkan memiliki senjata, tapi masih tetap akan disita?"
Yun Mingyue menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak ada larangan memiliki senjata, bahkan tentara bayaran memiliki gudang senjata sendiri. Tapi Chen'er harus tahu, banyak orang dari Keluarga Fan ditempatkan di sini untuk mengawasi kita. Ibu bahkan tidak yakin apakah barang-barang yang kita kemas bisa keluar atau tidak."
Yun Mingyue melihat Fan Chen ingin berbicara, tapi dia tidak memberinya kesempatan. "Bantu Ibu mengemas semua senjata ke dalam Inkas Huron APC."
Fan Chen melihat Paramount Marauder, Inkas Huron APC, dan Conquest Knight XV. Mobil lapis baja ini sangat mahal, harus didatangkan dari luar, dan biasanya sangat sulit untuk memilikinya.
Dia penasaran dengan pangkat Yun Mingyue saat masih di militer karena mampu membawa tiga mobil ini, dan bahkan digunakannya sebagai pakaian pribadi.
"Apakah teman-teman Ibu juga dari militer?"
Yun Mingyue menggelengkan kepalanya saat membawa kotak seberat 60 kilogram seolah bukan apa-apa. "Bukan, tapi mereka berdua bisa mengoperasikan senjata api ringan."
Fan Chen mengangguk kecil dan mencoba mengangkat kotak yang sama, tapi ternyata tidak sesuai yang diharapkan. Kotak ini sangat berat, dia mencoba membukanya, melihat banyak senjata api kosong. "Ibu, berapa banyak senjata yang Ibu punya?"
"Dua ratus." Yun Mingyue menjawabnya dengan biasa, seolah tidak ada yang spesial. "Tapi sekitar 80% adalah model lama, itu tidak terlalu berguna, jangankan membunuh Binatang Mutan, bahkan untuk membunuh manusia membutuhkan banyak usaha."
Fan Chen menelan ludah ketika mendengar kata “Membunuh” yang diucapkan oleh Yun Mingyue dengan santainya. Dia sendiri sudah sering membunuh, tapi di virtual, bukan kenyataan.
Dia mengepalkan tangannya dengan mata berapi-api mengungkapkan tekadnya. Besok, saat mereka keluar dari Kota Perlindungan, pastinya tidak akan aman dan mungkin akan terjadi baku tembak, saat itu, dia harus siap mengambil nyawa orang lain.
"Ngomong-ngomong, internet sudah mati, apakah kartu bank masih berfungsi?" Fan Chen masih memikirkannya tentang kartu hitam yang diberikan oleh Yun Mingyue, dan mengingat bahwa internet sudah tidak lagi berfungsi.
"Itu kartu bank khusus, hanya bisa digunakan di Kota Perlindungan Angin. Jika ingin menggunakannya di Kota Perlindungan lain, maka harus membawa surat dari bank pembuatan kartu."
Fan Chen mengangguk kecil, dia merasa itu terlalu merepotkan. "Apakah ada Kota Perlindungan selain milik pemerintah?"
Yun Mingyue menepuk-nepuk tangannya yang berdebu, menarik napas dan kembali mengangkat kotak kayu sembari menjawab, "Ada, tapi tidak banyak. Bagaimanapun Kota Perlindungan yang tidak dalam daftar pemerintah, tidak mendapatkan bantuan. Kemudian, kota mandiri memiliki aturan tertentu, dan biasanya mata uang yang digunakan berbeda."
Fan Chen tertegun, bukan karena jawaban Yun Mingyue, tapi terkejut karena ibunya nampak mengetahui semua informasi ini. Dia mulai meragukan kalau ibunya tidak keluar dari militer, tapi beristirahat, dan tidak diwajibkan untuk datang bekerja.
Keduanya terus memasukkan semua barang ke Inkas Huron APC sampai tak bersisa, kemudian mengeluarkan mobil.
Yun Mingyue dan Fan Chen keluar dari garasi, dan menutupnya perlahan. Tapi sebelum pintu baja benar-benar tertutup, Fan Chen memfokuskan perhatiannya pada Paramount Marauder dan Conquest Knight XV.
Inventaris bisa menyimpan barang apa pun yang bukan mahkluk hidup dalam radius sepuluh meter.
Setelah selesai mengemas semua barang, Yun Mingyue mengeluarkan handphone untuk menelepon perusahaan angkutan barang, tapi membatalkannya. Dengan adanya Inkas Huron APC, menurutnya tidak perlu.
Tapi, Fan Chen berpikiran lain, dia memiliki Inventaris, dan tidak ada salahnya mengambil angkutan barang.
Saat barang sudah dikemas, Fan Chen bisa menyimpannya di Inventaris, dan mobil angkutan bisa digunakan sebagai pengalih perhatian.
...
***
*Bersambung...
Inkas Huron APC
Paramount Marauder
Conquest Knight XV
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
Sang M
dasar goblok, bilang ibumu kau bisa menyimpan dalam sistemmu. jujurlah dancok
2024-03-08
4
Zoelf 212 🛡⚡🔱
k
2023-05-23
0
rws
sangat ibu²
2023-02-10
2