Fan Chen berdiri di balkon lantai dua sambil melihat semua barang mulai diangkut ke mobil box besar. Dia menunggu waktu yang tepat, sampai hanya tersisa beberapa kotak, dia bergegas turun dari lantai dua menuju mobil box.
Dia berdiri di antara beberapa orang yang sedang mengemas, dan saat orang-orang di dalam box mulai melompat turun untuk menutup pintu. Tatapannya mulai terfokus pada semua barang yang ada di dalamnya.
"Apa yang kau lakukan di sini?"
Fan Chen tersadar, melihat pria paruh baya yang mengenakan jaket hijau lumut tebal, memakai sarung tangan kasar. "Tidak ada, aku hanya ingin melihatnya."
Setelah mengatakan itu, Fan Chen menuju Inkas Huron APC dan langsung duduk di kursi samping pengemudi. Yang mengemudikan mobilnya sendiri adalah Yun Mingyue, karena hanya dialah yang bisa mengoperasikannya.
Fan Chen mendongak melihat cermin di atas, perhatiannya tertuju pada tumpukan kotak di belakang yang berisikan senjata api. Dia menarik napas dalam-dalam, memfokuskan perhatiannya, kemudian dengan sedikit suara derak, semua isi di dalam kotak menghilang.
Fan Chen sudah melakukan beberapa percobaan, seperti menyimpan kotak di dalam Inventaris. Jika isi kotak bermacam-macam, tidak sama jenisnya, itu akan menimbulkan opsi lain, seperti apakah ingin menyimpan isinya dan mengelompokkannya.
"Apakah semuanya sudah siap? Kita mungkin tidak bisa keluar dengan lancar, pastinya akan banyak yang mencoba merampok kita di tengah jalan." Yun Mingyue menoleh ke belakang, melihat semua orang kecuali Fan Chen.
Fan Xiaoyu; Yi Xuyao, Jia Fefei; Liu Xuwen, He Peiyu dan He Mingmei mengangguk kecil.
Liu Xuwen memeluk erat putri kecilnya, He Mingmei. Dia tahu perjalanan ini sangat berbahaya, dan mungkin akan mati di tengah jalan, tapi entah mengapa ada perasaan bahwa dia harus percaya pada Yun Mingyue yang mengajaknya untuk meninggalkan Kota Perlindungan Angin.
Yun Mingyue menarik napas dalam-dalam, kemudian dia menyalakan mobil dan mulai mengemudi.
Supir di mobil box yang menegur Fan Chen tadi, mengeluarkan komunikator. "Kami berangkat, mobil di depan kami membawa senjata api, dan barang yang kami angkut hanya buku-buku sekolah, pakaian, selimut dan makanan ringan."
“Terima kasih. Setelah sampai di titik pertemuan, segera laporkan.”
"Baik." Supir itu mematikan komunikator setelah memberi laporan.
Fan Chen menghela napas, dia mengeluarkan korek kecil berwarna hitam, dia menekan pemantik api, kemudian mematikannya lagi. Ini adalah alat yang digunakan untuk meledakkan bom tempel, dan bom itu sudah dipasang di bawah mobil box.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Nama : Fan Chen Darah : 250/250
Usia : 20 Tahun Energi : 50/50
Level : 1 (0/20) Kelelahan : 100/100
___________________________________________
Kekuatan : 3 (+10) Stamina : 8 (+10)
Kelincahan : 5 (+10) Daya Tahan : 5 (+10)
Kecerdasan : 8 (+10) Vitalitas : 6 (+10)
___________________________________________
Kemampuan Pasif :
Penembak Jitu, Penilaian, Ahli Saraf dan Otot, Ahli Osteopatik
Kemampuan Aktif :
___________________________________________
Uang : ¥120.794.000
Coin : 780©
Inventaris : Cetak Biru Markas Lv.01, Glock Mayer 22, M4 Carbine, Cairan Penyembuh★ ×10, Granat Tempel★ ×3, Paramount Marauder, Conquest Knight XV...
Sumber Daya : 30.000 Kayu, 30.000 Batu, 30.000 Besi
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[Pengingat Sistem: Memulai menghitung waktu mundur: 117 jam 29 menit 32 detik sebelum musibah datang]
Ketika Inkas Huron APC tiba di gerbang utara, mereka dihentikan oleh pihak keamanan.
Penjaga gerbang yang membawa senjata api, mengetuk-ngetuk jendela kaca. "Buka bagasi, kami menerima laporan kalau kalian membawa barang curian."
Yun Mingyue terlihat bermasalah ketika mendengarnya, dia ingin menerobos, tapi sangat disayangkan banyak yang menghalangi di depan. Tidak masalah jika hanya penjaga, tapi warga sipil juga memenuhi gerbang selatan.
"Biarkan mereka memeriksanya."
"Chen'er!" Yun Mingyue menoleh tiba-tiba dan menatap tajam Fan Chen.
Fan Chen membalas tatapannya dan mengangguk.
Melihat ketegasan Fan Chen, Yun Mingyue hanya bisa menghela napas dan menekan tombol yang digunakan untuk membuka bagasi.
Petugas tersenyum jelek, dan mulai memerintahkan bawahannya untuk memeriksa semua kotak-kotak di belakang. Kotak-kotak itu dilemparkannya turun, kemudian mereka membukanya satu per satu.
Melihat isi di dalamnya, petugas yang membongkar muatan itu tercengang saat melihat isinya.
Salah satu petugas datang ke Kapten dan melaporkan penemuannya.
"Apa?!" Kapten berteriak keras dengan mata terbelalak, kemudian berlari ke belakang untuk melihatnya sendiri. Ketika sudah sampai, dia tercengang tanpa bisa berkata-kata lagi.
Apa yang di dalam kotak tidak sesuai dengan laporan yang ada, entah laporan dari supir mobil box atau mata-mata yang dikirim kemarin. Ini bukan senjata api yang diharapkan, melainkan apel segar.
Fan Chen membuka jendela kaca yang dilengkapi dengan pengaman lengkap. "Apakah sudah selesai? Kami sedang terburu-buru, jika kalian menginginkan apel itu, kalian bisa memilikinya."
"Apel?" Yun Mingyue mengerutkan keningnya.
Tanpa menunggu jawaban dari petugas keamanan, Fan Chen menekan tombol di sekitar kemudi, dan tiba-tiba bagasi di belakang tertutup rapat. "Ibu, tancap gas."
Yun Mingyue kembali fokus dan saat melihat tidak ada yang menghalangi di depan, dia langsung menginjak pedal gas. Bahkan meski dia masih bingung dengan apel di belakang, tapi tidak perlu membuang waktu untuk mengurus hal itu, yang terpenting saat ini adalah meninggalkan Kota Perlindungan Angin.
Kapten mengeluarkan komunikator dan memberi perintah, "Regu Tiga! Kejar mobil lapis baja yang baru keluar, jangan bunuh penumpang di sana. Tangkap dan bawa ke Keluarga Fan!"
Saat suara itu jatuh, tiba-tiba terdengar suara detik jam yang berbunyi sangat cepat.
Booom!
Mobil box meledak, mengeluarkan nyala api yang sangat besar sampai menghancurkan gerbang utara. Orang-orang yang berada di sekitarnya terhempas, dan tidak sedikit yang terbunuh langsung dalam ledakan maupun terkena reruntuhan.
Fan Chen yang berada di dalam mobil, membuka pintu dan melempar korek api. Kemudian setelah beberapa detik, korek api itu mengeluarkan ledakan yang sama besarnya.
Yun Mingyue menoleh dengan mata terbelalak "Chen'er, apa yang kau lempar? Lalu sejak kapan kau memasang granat tempel?"
Fan Chen bersandar di kursi dan menjawab dengan santai, "Saat kita akan berangkat. Awalnya aku ragu-ragu untuk meledakkannya, tapi setelah mengamati orang-orang di sekitar Kapten, aku mengetahui bahwa tempat itu sudah dipenuhi oleh orang-orang dari Keluarga Fan, dan harusnya gerbang selatan sudah diblokir dari kemarin."
Yun Mingyue mengangguk kecil, dan kembali bertanya, "Senjata ki ... ta ..." Ia melihat tumpukan senjata di barisan belakang dari pantulan cermin. "Ta- Tadi tidak ada, mengapa tiba-tiba ada?"
Fan Xiaoyu menoleh ke belakang, dan tiba-tiba membelalakkan matanya ketika melihat tumpukan senjata. "Ya... Harusnya tidak ada, Yu'er sudah memastikan tidak ada apa-apa di sini saat bagasi tertutup, mengapa tiba-tiba ada?"
Setelah mengatakan itu, Fan Xiaoyu melihat punggung Fan Chen. "Kakak, Yu'er tidak tahu tentang “Terbangun”, tapi harusnya ini ada kaitannya dengan Kakak, kan?"
Fan Chen tidak menjawab dan mengelus alat lain berbentuk telepon genggam tahun 90-an, ada antena kecil di atasnya sepanjang satu ruas jari. Di layarnya, ada gambar hijau gelap dengan radar yang terus memindai sekitarnya.
Alat ini baru dibeli, dan harganya cukup mahal, 50©.
"Ada tiga kelompok yang mengejar dari belakang dengan jarak tiga ratus meter." Fan Chen melepaskan sabuk pengaman, berdiri dan membuka penutup atas atap. Dia mengulurkan tangannya ke bawah saat setengah badannya keluar dari mobil. "Yu'er, ambilkan DX-5 Ravager."
Yun Mingyue mengerutkan keningnya. "Sejak kapan ada DX-5 Ravager? Setahu Ibu, Ibu tidak memilikinya."
"Yu'er!" Fan Chen sedikit berteriak saat mengetahui bahwa Fan Xiaoyu tetap diam.
Fan Xiaoyu tersadar dari lamunannya, dia melompat ke bagasi belakang dan mencari senjata yang dimaksud. Meski dia tidak tahu nama-nama senjata, dia tetap mengetahuinya karena ada tanda di salah satu senjata.
"Kakak." Fan Xiaoyu mengangkat DX-5 Ravager dengan kedua tangan dan menyerahkannya pada Fan Chen.
Fan Chen merasakan ada benda yang diletakkan di tangannya, dia menggenggamnya dan menariknya keluar.
DX-5 Ravager (Havoc) adalah sniper buatan Rusia. Sniper ini menggunakan peluru berkaliber 50 BMG yang bisa disisipkan di catridge berukuran 12.7 x 108mm atau 12.7 x 99mm. Havoc memiliki akurasi 0,5 arcminutes dan efektif digunakan di jarak 2 Km. Jika Rusia sekarang sedang mengembangkannya agar efektif digunakan di jarak 7 Km, maka DX-5 Ravager dari Stronghold System sudah melampauinya.
Akurasi 0,5 arcmintes, MoA. Jika 1 MoA dalam jarak 800 yard (731,52 meter), ditambah dengan faktor tertentu, peluru bisa sedikit meleset sebanyak delapan inci. Dengan 0,5 MoA, akurasinya sangat baik, tapi tetap harus memperhatikan faktor-faktor tertentu seperti angin dan suhu. Yang terpenting, fisik penembak harus kuat, agar tidak merusak bahu penembak karena tolakan yang dihasilkan, maupun terlepasnya sniper dan membahayakan pengguna.
Fan Chen menarik napas dalam-dalam, kemudian menarik pelatuk.
Dengan suara “Bang!" yang keras, peluru melesat dengan kecepatan tinggi sampai menimbulkan siulan udara.
Peluru itu menembus kaca mobil dan meledakkan kepala orang di balik setir kemudi. Karena hilangnya supir, mobil itu bergerak sangat liar, dan ditambah kecepatan maupun medan, mobil itu kehilangan keseimbangan dan terbalik.
Fan Chen menekan bahunya sambil meringis, dia merasakan sakit, dan tiba-tiba dia mual, tapi tidak sampai memuntahkan isi perutnya. "Membunuh dengan bom dan senjata memiliki sensasi yang berbeda."
Dia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Kemudian matanya mengungkapkan tekad, dia menahan sakit di bahunya dan kembali mengincar pengemudi lain.
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
Ꮩווⲛⲛ࿐
bantaiii
2023-02-03
2
DINA OCTAVIA
crazy up donk thor
2022-12-15
0
Budhi Nurisman
Mulai nampak gamenya setelah itu zombie. Perasaan pernah maen game ini
2022-12-15
3