Part 13

Berita tentang datangnya Sophie ka acara resmi di kediaman Evans menjadi trending topic, pengakuannya dirinya yang merupakan istri ke-2 menjadi pergunjingan dan obrolan hangat hingga sampai pada para dewan direksi.

Secara mendadak Sebastian mengabarkan adanya rapat mendadak yang mau tidak mau aku menghadirinya. Ares sialan itu malah pergi ke Jerman, meninggalkan masalah begitu saja.

🍁🍁🍁

Gloomy Corppration.

"Nyonya!" seru Sebastian di lobby saat melihatku.

Para karyawan menunduk setelah sekilas aku sempat melihat mereka sibuk saling berbisik. Mereka tidak menyangka akan kedatanganku. Aku tersenyum kecut, apa mereka sedang menertawakanku? Mengapa begitu mudah di kalahkan oleh wanita lain bahkan menerimanya? Pernyataan wanita itu membuatku menjadi terpojok. Aku mengepalkan tangan karena kesal.

"Apa yang para dewan inginkan?" sahutku sambil berjalan ke ruang rapat.

"Mereka ingin tau, apakah benar semuanya atas persetujuan Nyonya? Tuan menikah lagi..."

"Lalu?"

"Mereka meminta Nyonya untuk mengadakan konferensi pers secara langsung melalui media agar dapat menekan dampak dari berita itu pada perusahaan, karena dalam waktu semalam saham kita turun 10%. Berita tentang Tuan yang hidung belang dan tidak setia sudah ramai di dunia maya hingga..."

"Hingga apa?"

"Rumor Nyonya yang tidak bisa memberikan keturunan menjadi alasan Tuan menikah lagi," Sebastian berkata dengan lirih.

Mataku membulat mendengar penuturan Sebastian. Aku menatap Sebastian dengan mata nanar, kenapa aku lagi yang menjadi alasan? Kenapa aku yang disalahkan? Aku harus mengakui jika aku menyetujui di depan khalayak? Inilah yang diinginkan wanita itu, dan membenarkan jika aku tidak bisa memberikan keturunan?

Aku menghela nafas menahan gemuruh di dadaku, aku tidak boleh menangis. Aku kembali berjalan memasuki ruang rapat.

Sebastian menatapku khawatir. "Nyonya..."

Aku berdiri dengan tegar di hadapan para petinggi perusahaan. Tersenyum sopan menerima semua keluhan dan usulan yang mereka sampaikan. Tidak lebih dan tidak kurang, semuanya sama dengan apa yang Sebastian sampaikan barusan. Aku harus mengadakan pengakuan langsung seperti seorang pesakitan di meja hijau.

"Sebastian, hubungi semua media yang ada. Aku akan mengadakan konferensi pers siang ini juga," ucapku tegas.

Lihat Ibu, aku akan selalu menjaga anakmu. Itu Janjiku.

🍁🍁🍁

Seatlle, AS.

Manik itu berkilat dengan penuh amarah, sebuah tayangan pernyataan seorang Elara Nasution membuatnya naik pitam. Pria itu sampai melempar TV dengan gelas wine yang sedang di pegangnya.

PRANK

"Tuan!" pekik pelayan menghampiri.

Apa yang dilakukannya pada Adikku?

"SIAPKAN PESAWAT! AKU HARUS PULANG MALAM INI JUGA!!!" teriaknya membuat semua pelayan bergidik ngeri.

"Siap Tuan!" salah satu anak buahnya langsung melesak melaksanakan titah.

Kita lihat Ares, sudah lama aku ingin mengulitimu.

Pria itu menyeringai, membayangkan apa yang akan ia lakukan saat sampai di tanah air.

🍁🍁🍁

Taman Kota

Aku menikmati ice cream dengan getir. Ponselku terus berdering hingga batreku habis, entah siapa yang menghubungiku. Aku tidak perduli.

"Pak, minta 1 cup lagi ya!" seruku.

Pedagang ice cream itu tersenyum kikuk, ini sudah ke 5 cup yang aku sudah habiskan. Aku ingin membekukan hatiku dengan ice cream ini, tapi yang ada malah makin pedih. Aku merasa sangat menyedihkan. Aku berjuang sendiri, memperjuangkan apa?

Aku bagai menggenggam bara api. Jika ku lepas aku akan kehilangan energy kehidupanku, jika aku tidak lepas, aku terbakar bersamaan rasa sakit di sekujur tubuh.

Aku merasakan pergerakan di sampingku, aku melihat badut yang tidak asing. Apakah ini badut yang waktu itu? Hanya saja badut ini terlihat bersih dan wangi wanginya seperti parfum mahal.

Badut boboboi yang diam tidak bergerak, duduk dengan tenang. Aku mengamatinya lagi, tanpa aku sadari boboboi itu mengambil cup ice creamku. Aku terkekeh.

"Mencuri itu tidak baik, mau aku traktir?" tawarku.

Badut itu terdiam sesaat sebelum mengangguk kaku karena costum. Aku menyerahkan ice creamku dan memesan yang baru.

"Makanlah itu belum aku sentuh," ucapku padanya.

Badut itu diam, bukankah tadi ia ingin memakan ice cream ku?

"Kenapa diam? Apa kau malu?" Badut itu mengangguk. Oh, ya ampun badut ini malu? Badut itu menggerakkan jarinya memutar. Aku tau maksudnya.

"Kau ingin aku berbalik badan?" Badut itu kembali mengangguk.

Aku tersenyum geli, baiklah biarkan ia makan ice cream. Pasti lelah berkeliling membuatnya haus dan lapar. Aku membalikkan tubuhku, kemudian badut itu melepas kepala costumnya. Charles mengamati tubuhku dari belakang, sungguh hatinya nyeri melihat wanita idamannya melakukan pengakuan yang merendahkan diri sendiri. Hanya demi menjaga nama baik suami, Charles mengepalkan tangan.

Suaraku membuatnya terhenyak, segera Charles mengenakan kepala costum kembali.

"Apa kau sudah memakan ice creamnya?" tanyaku. Aku berbalik badan dan melihat ice cream yang utuh.

"Kau tidak suka? Apa kau ingin aku berbalik lagi?" badut itu menggeleng.

Aku mangut-mangut mengerti. Aku kembali menatap badut itu. "Apa kau badut boboboi waktu itu?" Badut itu terdiam kemudian mengangguk.

Aku senang, saking senangnya aku memeluk badut itu. "Aku senang, kita bertemu lagi... aku..." suaraku tercekat. "Aku lelah..." aku memeluk badut itu erat dengan tubuh yang bergetar. Aku terisak, menangis tersedu-sedu.

Aku meluapkan segala perasaan kecewa dan sedihku padanya. Padahal kami tidak saling mengenal, aku pun tidak memperdulikannya, aku hanya butuh seseorang yang tidak menghujat dan menilaiku untuk berkeluh kesah. Badut yang selalu diam ini, tanpa menjawab malah membuatku nyaman.

Charles menikmati waktunya, meski Aranya menganggap sebagai badut tidak dikenal. Setidaknya ia dapat menghibur dan memberikan pelukan untuk wanita itu menangis. Ingin rasanya ia mengucapkan kata semangat, dan meminta Ara untuk bersamanya.

Namun, pengalaman terakhir akan penolakan Ara pada dirinya membuat pria itu urung. Wanita itu begitu menjaga martabatnya sebagai seorang istri, menambah rasa kagum dan rasa ingin memilikinya semakin kuat. Mungkin bukan waktu yang tepat, dan Charles tidak akan menyerah.

Untuk apa Ara bersama pria yang tidak dapat menjaga hatinya? Bukankah berarti pria itu tidak menginginkannya dan menghargainya? Charles bukan pria yang mau berkomitmen, tapi ketika bertemu Ara, perasaan ingin menjaga muncul begitu saja. Apakah ini akhir dari perjalanan sang Casanova? Yang lucunya berakhir pada Elara, wanita yang telah menjadi milik orang lain.

Aku akan membuatmu menjadi Nyonya Scoot!

Please rate, vote dan likenya yach!

Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!

Ara mengorbankan dirinya untuk Ares, pasti Sophie lagi jingkrak2 kegirangan.

Siapa ya yang lempar TV pake gelas?

Terpopuler

Comments

Ney Maniez

Ney Maniez

💪💪charles🤗🤗

2023-09-17

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

usahakan Charles

2023-05-25

0

maura shi

maura shi

bpknya elara mgkn yg lempar tv itu ya,

2022-02-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!