Aji tercekat. Ia baru sadar, kalimatnya barusan bukan berasal dari pikirannya sendiri. Seolah ada arus gaib yang menuntun lidahnya mengucapkan sesuatu yang bahkan belum tentu ia pahami sepenuhnya. Tatapan Alfredo dan Simon menusuk ke arahnya, penuh tanda tanya.
"Indonesia..." ulang Simon pelan, seakan mengeja kata asing itu. "Apakah itu nama kerajaan baru? Atau sekadar khayalanmu saja, Kawan?"
Aji menarik napas panjang. Ia ingin menjawab, tapi ada semacam gumpalan berat menahan tenggorokannya. Yang keluar hanya sebuah gumaman, "Akan ada sebuah bangsa besar, yang berdiri di atas penderitaan seperti kalian... dan aku..."
Alfredo menepuk bahunya. "Kamu bicara seperti nabi saja, Aji. Tapi apa yang kamu katakan... entah kenapa, menusuk ke dada ini." Senyumnya getir. "Kami di Dili sudah terlalu lelah. Fretilin di satu sisi, Portugis di sisi lain. Kami ini pion, tak lebih dari itu, Aji. Kamu bahkan datang membawa nama yang bahkan belum pernah kudengar. Ah, Indonesia. Kalau memang itu bukan khayalan kamu, lantas kapan orang-orang Indonesia datang untuk membebaskan kami dari penjajahan Portugis atau siksaan Fretilin?"
Kali ini, Aji memejamkan mata. Tubuhnya seolah panas. Dalam keheningan itu, ia mendengar bisikan. Bukan suara Alfredo, bukan Simon, melainkan gema yang dalam dan asing:
"Katakan saja, waktumu terbatas. Jangan takut."
Aji pun mendadak menjawab lantang, "Tahun 1975! Akan ada saudara-saudaramu dari seberang laut, dari sebuah negeri bernama Indonesia, datang ke tanah ini. Mereka akan membawa bendera, akan membawa tentara, dan kalian akan merasa bebas. Setidaknya untuk sementara."
Hening. Simon dan Alfredo saling pandang.
"Apa kamu peramal, Aji?" Alfredo menyipitkan mata. "Bagaimana bisa kamu tahu tahun itu? Kamu bahkan tidak tahu jam berapa sekarang."
Aji membeku. Otaknya bergolak. Bagaimana ia bisa tahu angka itu? Ia hanya mengucapkannya. Mungkin dari bisikan yang tadi? Atau memang bagian dari perjalanan yang dipaksakan kepadanya?
Simon menunduk, lalu tertawa hamb…
Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Aji dan Mimpi Kemerdekaan Timor
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 248 Episodes
Comments