Suasana restoran itu sangat elegan. Lampu gantung kristal berpendar hangat, lantai marmer bersih mengilap, dan dentingan musik klasik samar-samar mengisi ruang. Tasya mengenakan blazer hitam, matanya terus menyapu ruangan dengan gugup. Di sisi kirinya, Wanda tampak menjaga ekspresi datar, sementara Tia berusaha menampilkan senyum sopan meskipun matanya jelas tak nyaman. Mikha Siburian, mengenakan kemeja putih bersih dan dasi biru tua, tampak lebih tenang dan berwibawa.
"Meja nomor lima, Mbak," ucap pramusaji sambil menunjuk ke arah jendela besar yang menghadap pusat kota Jakarta.
Di sanalah mereka, yang dua orang pria yang tampak sangat akrab. Bram, seorang pria gagah dengan tubuh tegap dan mengenakan batik modern. Di sebelahnya duduk Timur, laki-laki bertubuh ramping, mengenakan atasan uniseks dengan motif bunga-bunga. Rambutnya dicat pirang pucat, dan matanya bercelak hitam tipis. Begitu melihat Tasya dan rombongan datang, Timur melambai heboh dan memeluk Bram dari samping.
“Duuuh, Sayang, mereka datang! Akhirnya!” seru Timur dengan gaya centil yang terlalu mencolok.
Baru saja Tasya ingin memberi salam, Timur menarik wajah Bram dan main cium pasangannya di depan umum. Ciuman bibir, bukan pipi. Di hadapan banyak tamu restoran. Tasya tersentak. Tia terdiam, kaku. Wanda langsung menatap Mikha dengan sorot tak percaya.
Mikha hanya mengangguk pelan, menandakan agar semua tetap tenang.
Setelah ciuman itu, Bram berdiri dan mengulurkan tangan. “Halo, saya Bram, ini partner saya, Timur. Makasih sudah datang. Duduk dulu.”
Mereka semua duduk perlahan. Tasya menelan ludah. Wanda menggigit bibir bawahnya. Mikha membuka map di depannya, mencoba mengambil kendali.
“Baik, sebelumnya perkenalkan, saya Mikha Siburian, kuasa hukum dari Mbak Tasya dan timnya. Kami ingin klarifikasi beberapa poin dari kerja sama yang sudah sempat dibicarakan.”
Timur tertawa kecil. “Aduh, bawa-bawa pengacara, loh, sayang. Jangan tegang, dong, kita kan niatnya bikin acara happy-happy.”
Bram menimpali, “…
Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Pertemuan dengan Klien yang Ternyata Penyuka Sesama Jenis
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 248 Episodes
Comments