Berbanding terbalik dengan suasana duka dan kemiskinan yang menyelimuti rumah tua Yoga, atmosfer di sebuah pusat kebudayaan megah di jantung kota justru tampak begitu hidup dan semarak. Puluhan pekerja lalu-lalang merapikan panggung utama, memasang pencahayaan, dan menegakkan standing banner berukuran raksasa yang menampilkan poster novel terbaru karangan Isma.
Lusa, pameran buku dan acara grand launching novel teranyarnya akan resmi digelar.
Isma berdiri di tengah ruangan dengan gaya kasual namun memancarkan keanggunan seorang penulis sukses. Ia memegang lembar panduan acara, memberikan petunjuk dengan tenang dan tegas kepada tim panitia. Tidak ada lagi raut wajah cemas, lelah, atau tertekan yang dulu selalu menghiasi parasnya saat masih menjadi istri Yoga.
"Mbak Isma, draf area penandatanganan buku sudah siap di sebelah kiri panggung, ya," ujar salah satu staf acara dengan nada sangat hormat.
"Terima kasih banyak, Tim. Semuanya terlihat sangat rapi," balas Isma dengan senyuman manis dan tulus.
Dari arah pintu masuk utama, Arman melangkah mendekat seraya membawa dua cangkir kopi hangat. Pria itu tampil rapi dengan kemeja gulung lengan, menatap Isma dengan binar kebanggaan yang tak bisa disembunyikan.
"Serius sekali calon penulis best seller kita ini," goda Arman hangat sambil menyerahkan salah satu cangkir kopi kepada Isma.
Isma menerima cangkir itu, tertawa kecil. "Harus serius, Man. Ini pameran terbesar pertamaku setelah benar-benar bebas. Aku mau semuanya sempurna."
"Dan aku yakin acara lusa bakal sukses besar," sahut Arman mantap, menatap poster besar berwajah Isma yang terpampang anggun di atas panggung utama. "Kamu layak mendapatkan semua perayaan ini, Isma. Dunia akhirnya bisa melihat seberapa bersinar bakatmu yang sebenarnya."
Isma menggenggam hangat cangkir kopinya, menatap deretan buku-buku karyanya yang siap dipajang. Di tempat ini, di bawah lampu panggung yang terang, Isma siap menunjukkan kepada dunia bahwa dari puing-puing rasa sakit, seoran…
Aku Pamit
Wajah Diatas Langit Kota
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments