Pintu kayu tebal Ruang Sidang Utama terbuka. Majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua yang berwibawa telah duduk rapi di meja hijau. Isma melangkah masuk dengan tenang bersama Pak Lukman, mengambil posisi di kursi penggugat. Di sebelah kanan, Yoga duduk dengan canggung di kursi tergugat, didampingi seorang pengacara yang tampak ragu-ragu. Sementara Gladis, Ibu Lestari, dan Aini hanya diperbolehkan menunggu di bangku penonton bagian belakang dengan wajah tegang.
Tok! Tok! Tok!
Hakim Ketua memukul palu sidang tiga kali, menandai dimulainya persidangan agenda pertama: pemeriksaan identitas dan upaya mediasi awal.
"Sidang perkara perceraian antara Isma Larasati sebagai Penggugat dan Yoga Pratama sebagai Tergugat resmi dibuka dan terbuka untuk umum," ucap Hakim Ketua dengan suara lantang yang menggelegar di dalam ruangan.
Hakim Ketua menatap kedua belah pihak, lalu memulai proses mediasi formal. "Saudara Tergugat, Yoga Pratama, apakah Saudara menerima berkas gugatan dari Penggugat dan apakah Saudara bersedia untuk dimediasi?"
Yoga buru-buru berdiri, berusaha menunjukkan wibawa yang tersisa meski pakaiannya yang kusut meruntuhkan kesannya. "Saya keberatan, Yang Mulia! Saya tidak mau bercerai. Gugatan ini didasari emosi semata. Lagipula, Yang Mulia, Penggugat ini telah melakukan pencemaran nama baik dan patut diduga memiliki pria simpanan karena tiba-tiba memiliki aset mewah tanpa sepengetahuan saya!"
Mendengar tuduhan panik Yoga, Ibu Lestari di belakang mengangguk-angguk semangat, sementara Pak Lukman hanya tersenyum tipis seraya menyesuaikan letak kacamata.
Isma tetap duduk tegap tanpa sedikit pun riak cemas di wajahnya.
"Tenang, Saudara Tergugat. Dipersilakan duduk kembali," tegur Hakim Ketua tegas. "Kesempatan Saudara untuk menjawab ada pada agendanya. Saat ini, Penggugat, apakah ada tanggapan atau bukti awal yang ingin disampaikan terkait alasan gugatan?"
Pak Lukman berdiri seraya menyerahkan sebuah map tebal dan sebuah flashdisk steril kepada panitera u…
Aku Pamit
BISIKAN KEHANCURAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments