Sementara Isma menikmati pagi yang tenang di perumahan mewahnya, atmosfer di rumah tua milik keluarga Yoga terasa sangat beracun dan pekat. Suasana di dalam rumah kusam itu mendadak mencekam ketika suara barang pecah membelah keheningan.
PRANGGG!
Sebuah cangkir keramik menghantam dinding dan hancur berkeping-keping di lantai ubin. Yoga berdiri di tengah ruang tamu dengan napas memburu, matanya merah menyala dan rambutnya berantakan tak terurus.
"Mas! Apa-apaan sih kamu?! Kenapa main lempar-lempar barang?!" jerit Aini dari ambang pintu kamar, terkejut melihat kekacauan di ruang tengah.
"Diam kamu, Aini!" bentak Yoga dengan suara melengking serak. Pria itu meremas dadanya yang terasa sangat sesak, seolah dihimpit batu besar.
Ibu Lestari keluar dari dapur dengan wajah pucat, menyapu pandangan ke pecahan cangkir yang berserakan. "Yoga... kamu ini kenapa, Nak? Jangan seperti orang kesetanan begitu!"
"Aku memang kesetanan, Bu! Aku gila!" teriak Yoga meluapkan seluruh emosi yang memuncak di kepalanya. Pria itu mengacak-acak rambutnya sendiri seraya tertawa sumbang—tertawa meratapi nasibnya yang kini begitu mengenaskan.
"Aku gila karena selama lima tahun ini aku sudah jadi orang paling bodoh di dunia!" seru Yoga dengan air mata penyesalan yang akhirnya menetes membasahi pipinya. "Aku menyepelekan Isma! Aku menginjak-injak dia, menghina dia, dan menganggap dia tidak ada gunanya... padahal dialah yang memberi kita makan dan tempat bernaung selama ini!"
Ibu Lestari dan Aini bungkam seketika. Masing-masing dari mereka tak berani memotong ucapan Yoga yang penuh dengan keputusasaan.
"Sekarang lihat!" lanjut Yoga seraya menunjuk ke sekeliling ruangan yang kusam, lembap, dan berdebu. "Isma hidup bahagia dan bergelimang harta di rumah barunya, sementara kita terkurung di rumah tua ini! Gladis kabur memblokir nomor aku, pekerjaan aku berantakan, dan aku tidak punya uang sama sekali!"
Yoga perlahan merosot, duduk bertumpu pada lututnya di atas lantai dingin. Pria itu menutu…
Aku Pamit
TAMPARAN KENYATAAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments