Pagi bergulir seperti biasa. Raung mesin mobil butut milik Yoga terdengar batuk-batuk beberapa kali di halaman depan sebelum akhirnya menyala dengan getaran kasar. Mobil sedan tua yang baru saja keluar dari bengkel itu menjadi kebanggaan Yoga, meski di mata Isma, kendaraan itu tak ubahnya simbol dari gengsi semu yang dipaksakan suaminya.
Isma berdiri di dekat pintu, menyaksikan Yoga yang tampil sangat rapi dengan kemeja tersemprot parfum menyengat—penampilan yang Isma tahu betul dipersiapkan bukan untuk mengesan rekan kerja pria di kantor, melainkan untuk mata Gladis.
"Aku berangkat kerja dulu ya, Isma," ujar Yoga seraya menyisir rambutnya di spion mobil. Ada binar percaya diri berlebih di wajahnya, merasa dirinya adalah suami bertanggung jawab yang bekerja keras demi keluarga.
"Iya, Mas. Hati-hati di jalan," jawab Isma lembut, mengulurkan tangan untuk bersalaman sekadar menjaga norma formalitas di depan Ibu Lestari yang sedang menyapu teras.
Dari sudut teras, Ibu Lestari menatap Isma dengan pandangan sinis seperti biasa. "Yoga, kamu itu kerja banting tulang pakai mobil tua begitu. Harus hemat-hemat! Jangan mau kalau istrimu minta jajan atau beli barang tidak penting lagi," celoteh sang ibu mertua pedas.
Yoga hanya tertawa kecil. "Iya, Bu. Yoga paham," sahutnya sebelum masuk ke dalam mobil dan memacu kendaraannya melaju meninggalkan kompleks.
Isma memandang kepergian mobil butut itu dengan tatapan dingin. Di dalam saku gaun rumahannya, ponsel rahasia Isma bergetar pelan. Sebuah Notifikasi Pesan Masuk baru saja tersinkronisasi dari WhatsApp Yoga:
“Mas Yoga, nanti parkir mobilnya agak jauh dari kantor ya seperti kemarin, biar taksiran orang-orang tidak curiga pas kita berangkat bareng ke lokasi proyek.”
Isma menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan kemenangan. Di saat Yoga sibuk bersilat lidah dan menyembunyikan mobil bututnya demi gengsi di depan selingkuhannya, Isma justru baru saja menerima konfirmasi jadwal survei rumah barunya siang ini. Permainan sud…
Aku Pamit
KUNCI MENUJU MASA DEPAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments