MATA YANG AKHIRNYA TERBUKA

​"Dihh... najis banget! Aku kira Yoga itu kaya, ternyata keluarga mereka yang numpang hidup sama istrinya!" cerceh Gladis dengan nada jijik seraya menghempaskan tubuhnya ke jok belakang taksi.

​Ia membanting pintu taksi dengan kasar, mengibaskan tangannya seolah baru saja menyentuh kotoran. Sopir taksi sempat melirik dari spion tengah, namun Gladis tidak peduli. Wajah wanita itu merah padam menahan rasa malu dan gusar yang membakar dadanya.

​Selama ini, Gladis mau menjadi selingkuhan Yoga karena pria itu selalu bersikap royal, membelikannya barang-barang branded, dan memamerkan gaya hidup seolah-olah dialah tulang punggung utama di rumahnya. Gladis membayangkan akan diboyong ke rumah mewah dan menikmati kekayaan Yoga setelah Isma disingkirkan.

​"Pak, ke arah pusat kota sekarang!" perintah Gladis galak pada sopir taksi.

​Ia melempar pandangan ke luar jendela, memperhatikan deretan bangunan kota yang melaju cepat. Pikirannya berputar liar mengingat perlakuan keluarga Yoga yang selama ini sok berkuasa di depan Isma. Ibu Lestari yang selalu berlagak seperti nyonya besar, Aini yang selalu meminta barang-barang mahal, dan Yoga yang berlagak bagai suami dermawan—ternyata semuanya hanyalah parasit yang menyedot hasil keringat Isma.

​Gladis merogoh tas tangannya, mengeluarkan ponselnya, lalu tanpa ragu memblokir nomor telepon Yoga, Ibu Lestari, dan Aini secara permanen. Ia tidak mau lagi dihubungi oleh keluarga benalu yang kini sudah jatuh miskin dan terusir dari kenyamanan yang diciptakan Isma.

​"Rugi luar dalam aku melayani pria tidak tahu diri seperti dia," sungut Gladis seraya menghapus seluruh foto kebersamaannya dengan Yoga di galeri ponselnya.

​Bagi Gladis, sandiwara ini sudah resmi berakhir. Ia meninggalkan Yoga persis di titik terendah pria itu, membiarkan keluarga tersebut tenggelam dalam penyesalan dan kemiskinan yang mendalam.

​Keesokan harinya, suasana kantor tempat Gladis bekerja tampak berdenyut dengan ritme sibuk seperti biasa. Sama sekali tak terpancar raut…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 LAYAR PONSEL YANG DINGIN
2 UANG BELANJA DAN RASA TERASING
3 BUJUKAN YANG MEMBENTUR DINDING HENING
4 PILIHAN HATI DAN LANGKAH PERTAMA
5 DI BALIK PINTU YANG TERKUNCI
6 MAKAN SIANG DAN PERHATIAN BARU
7 PESAN SINGKAT DIANTARA JARAK
8 OBROLAN DITENGAH BATAS YANG KABUR
9 PEMBELAAN YANG SALAH ALAMAT
10 PELUKAN YANG TERASA ASING
11 UNDANGAN DAN LANGKAH BESAR
12 TEPI KEPUTUSAN DAN LANGKAH PERTAMA
13 PERTEMUAN DAN BAYANGAN YANG TERTANGKAP
14 PONDASI KEMERDEKAAN
15 JEJAK DIGITAL YANG TERKUAK
16 PERANGKAP DIBALIK LAYAR
17 PONDASI RUMAH BARU
18 KUNCI MENUJU MASA DEPAN
19 KUNCI DAN GERBANG KEBEBASAN
20 PANGGILAN TIBA-TIBA
21 HAK YANG TAK PERNAH ADA
22 LINI MASA KEHANCURAN
23 KESALAHPAHAMAN DI HALAMAN RUMAH
24 KEPULANGAN DAN UMPAN MANIS
25 TOPENG YANG TERLEPAS
26 GARIS BATAS DAN KEMERDEKAAN
27 PANGGILAN PANIK DAN HAK MILIK
28 BABAK BARU
29 PANIK YANG MULAI MERAYAP
30 BERKAS KEBEBASAN
31 AKAR YANG TAK PERNAH LUPA
32 JEJAK YANG TERENDUS
33 TAMPARAN KESADARAN DAN BATAS KESABARAN
34 KONTRAS YANG NYATA
35 BISIKAN KEHANCURAN
36 PERTEMUAN YANG TAK DISANGKA
37 PERCAKAPAN DI SUDUT CAFE
38 KEHANCURAN DIATAS PUING KESOMBONGAN
39 MATA YANG AKHIRNYA TERBUKA
40 NADA BARU DI PAGI HARI
41 TAMPARAN KENYATAAN
42 Pahitnya Nasi Dan Garam
43 Wajah Diatas Langit Kota
44 Senjata Makan Tuan
45 Bisik bisik Di Meja Makan
46 Wajah Dibalik Pagar
47 Batas Dibalik Pagar
48 Pertanyaan di Tengah Kegelapan
49 Riuh Sambutan dan Bayang-Bayang Sepi
50 Panggilan yang Mengejutkan
51 Senyum Terakhir dan Garis Batas
52 Luka Lima Tahun dan Keteguhan Hati
Episodes

Updated 52 Episodes

1
LAYAR PONSEL YANG DINGIN
2
UANG BELANJA DAN RASA TERASING
3
BUJUKAN YANG MEMBENTUR DINDING HENING
4
PILIHAN HATI DAN LANGKAH PERTAMA
5
DI BALIK PINTU YANG TERKUNCI
6
MAKAN SIANG DAN PERHATIAN BARU
7
PESAN SINGKAT DIANTARA JARAK
8
OBROLAN DITENGAH BATAS YANG KABUR
9
PEMBELAAN YANG SALAH ALAMAT
10
PELUKAN YANG TERASA ASING
11
UNDANGAN DAN LANGKAH BESAR
12
TEPI KEPUTUSAN DAN LANGKAH PERTAMA
13
PERTEMUAN DAN BAYANGAN YANG TERTANGKAP
14
PONDASI KEMERDEKAAN
15
JEJAK DIGITAL YANG TERKUAK
16
PERANGKAP DIBALIK LAYAR
17
PONDASI RUMAH BARU
18
KUNCI MENUJU MASA DEPAN
19
KUNCI DAN GERBANG KEBEBASAN
20
PANGGILAN TIBA-TIBA
21
HAK YANG TAK PERNAH ADA
22
LINI MASA KEHANCURAN
23
KESALAHPAHAMAN DI HALAMAN RUMAH
24
KEPULANGAN DAN UMPAN MANIS
25
TOPENG YANG TERLEPAS
26
GARIS BATAS DAN KEMERDEKAAN
27
PANGGILAN PANIK DAN HAK MILIK
28
BABAK BARU
29
PANIK YANG MULAI MERAYAP
30
BERKAS KEBEBASAN
31
AKAR YANG TAK PERNAH LUPA
32
JEJAK YANG TERENDUS
33
TAMPARAN KESADARAN DAN BATAS KESABARAN
34
KONTRAS YANG NYATA
35
BISIKAN KEHANCURAN
36
PERTEMUAN YANG TAK DISANGKA
37
PERCAKAPAN DI SUDUT CAFE
38
KEHANCURAN DIATAS PUING KESOMBONGAN
39
MATA YANG AKHIRNYA TERBUKA
40
NADA BARU DI PAGI HARI
41
TAMPARAN KENYATAAN
42
Pahitnya Nasi Dan Garam
43
Wajah Diatas Langit Kota
44
Senjata Makan Tuan
45
Bisik bisik Di Meja Makan
46
Wajah Dibalik Pagar
47
Batas Dibalik Pagar
48
Pertanyaan di Tengah Kegelapan
49
Riuh Sambutan dan Bayang-Bayang Sepi
50
Panggilan yang Mengejutkan
51
Senyum Terakhir dan Garis Batas
52
Luka Lima Tahun dan Keteguhan Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!