Bab 104 - Ujian Kepercayaan
Setahun setelah terpilih, Bu Yati kembali berdiri di depan kotak suara.
Kali ini namanya bukan diuji untuk pertama kali. Rapat luar biasa serikat pekerja wanita diadakan untuk menentukan apakah mandatnya diperpanjang satu periode sekaligus diperluas agar dapat mengawasi program penitipan anak percontohan.
Di papan aula tergantung laporan merah-hijau yang ia buka sepekan lalu. Di bawahnya, seseorang menempelkan selebaran tanpa nama.
KETUA LEBIH SIBUK MENGURUS KELUARGA DARIPADA PEKERJA.
Wulan mencabut selebaran itu sebelum rapat dimulai.
"Jangan dibuang," kata Bu Yati.
"Ini fitnah."
"Kalau dibuang, mereka mencetak lagi dan mengaku kita takut. Tempel di samping laporan."
Bu Widya mengangkat alis. "Lalu?"
"Lalu kita jawab dengan daftar hadir, laporan waktu, dan hasil kerja."
Wulan menempelkan kembali kertas itu. Di sebelahnya ia memasang catatan perjalanan dinas, jam izin saat Pak Tono sakit, serta nama pejabat pengganti yang mengambil keputusan ketika Bu Yati tidak berada di pabrik.
Tidak ada data medis pribadi. Tidak ada nama korban dari asrama aman. Yang dibuka hanya jejak kewenangan.
Menjelang pukul sembilan, Siska masuk bersama tiga pekerja muda. Setelah menarik diri dari pemilihan pertama, ia tidak pernah lagi mencalonkan diri. Hari itu ia datang sebagai pembawa petisi.
"Kami mempertanyakan konflik kepentingan," katanya. "Anak Bu Yati bekerja dekat pimpinan. Menantunya berada di kantor Pak Darsono. Muridnya disiapkan sebagai penerus. Sekarang program baru juga dikelola kelompok yang sama."
Suara bisik-bisik memenuhi aula.
Pak Darsono duduk di deretan pimpinan dengan wajah tenang. Audit internal belum selesai. Sebagian akses anggarannya masih dibatasi, tetapi ia tetap hadir sebagai wakil manajemen.
"Pertanyaan itu wajar," katanya ke mikrofon. "Pemimpin harus siap diperiksa."
Parman yang duduk di belakang mengangkat tangan.
"Saya setuju."
Pak Darsono menoleh. Mungkin ia mengira Parman akan membela kelompoknya.
Parman maju membawa tiga map…
Dilahirkan Kembali: Nenek Tua Tak Kenal Takut
Episode 104
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 131 Episodes
Comments