Bab 045: Ningsih dan Danang
Tiga hari setelah pesan pertama, Ningsih mulai pulang lebih lambat.
Ia mengatakan ada lembur. Namun namanya tidak tercatat di daftar lembur Bu Widya. Dua kali Bu Yati melihatnya berdiri di dekat gerbang sambil tersenyum pada ponsel. Ketika ditanya, Ningsih buru-buru memasukkan benda itu ke saku.
"Teman," katanya.
"Teman tidak membuatmu bersembunyi."
"Bu Yati seperti ibuku saja."
"Kalau ibumu tahu, dia mungkin sudah datang membawa sapu."
Ningsih memutar mata, tetapi pipinya memerah.
Pada jam istirahat siang, Bu Yati mencari gulungan kain yang salah kirim ke lantai atas. Pintu menuju atap seharusnya terkunci. Hari itu, gemboknya tergantung terbuka.
Suara laki-laki terdengar dari balik dinding tangga.
"Aku sudah bilang, nanti aku kenalkan ke pamanku."
"Benar pamanmu kepala produksi?"
"Kamu masih nggak percaya?"
Bu Yati mengenali suara kedua.
Ningsih.
Ia naik dua anak tangga lagi. Dari celah pintu, terlihat Danang berdiri terlalu dekat. Satu tangannya menahan dinding di samping kepala Ningsih.
"Kalau mau aku bantu masuk bagian administrasi, kamu juga harus buktiin kamu serius," kata Danang.
"Serius bagaimana?"
Danang meraih pinggangnya.
Ningsih menepis, tetapi pemuda itu menangkap pergelangan tangannya.
"Jangan jual mahal."
"Lepas."
"Sepi begini takut apa?"
"Takut aku."
Danang menoleh.
Bu Yati berdiri di ambang pintu dengan gunting benang masih di tangan. Wajahnya begitu tenang hingga Ningsih justru lebih dulu pucat.
"Tante lagi."
"Kamu salah masuk tempat."
"Ini urusan gue sama pacar gue."
"Ning, dia pacarmu?"
Ningsih menarik tangannya. "Dia... namanya Danu."
Bu Yati tertawa pendek.
Danang menegang.
"Namanya Danang," kata Bu Yati. "Bukan Danu. Dia bukan keponakan siapa pun di pabrik ini. Dia pengangguran yang hidup dari tipu orang."
"Bohong!" Danang menunjuknya. "Dia benci gue karena urusan keluarga."
Ningsih menatap keduanya bergantian. "Urusan keluarga?"
"Ibunya adalah kakakku," jawab Bu Yati. "Dia mengambil uang obat ibunya, mendorong oran…
Dilahirkan Kembali: Nenek Tua Tak Kenal Takut
Episode 45
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 131 Episodes
Comments