Bab 042: Tiga Orang Keluarga
Sumirah tetap tidak mau meninggalkan kontrakannya.
Karena itu, setiap pulang kerja, Bu Yati yang mendatanginya.
Hari pertama ia membawa beras, telur, minyak goreng, dan salep untuk kaki. Hari kedua ia membawa sapu baru serta dua lembar kain gorden. Hari ketiga, ia datang bersama Guntur yang memanggul kipas angin bekas dari rumah.
"Kipasnya masih hidup," kata Guntur sambil menaruh barang itu di lantai. "Cuma bunyinya kayak motor mau turun mesin."
Ia menyalakan kipas. Baling-baling berputar sambil mengeluarkan bunyi krek-krek-krek.
Sumirah tertawa sampai bahunya berguncang. "Bagus ini. Kalau malam ada maling, bunyinya bisa membangunkan satu gang."
"Bulik jangan ketawa dulu. Harganya dua porsi bakso."
"Kamu beli?"
"Nggak. Tukar sama teman."
"Tukar apa?"
Guntur terdiam.
Bu Yati yang sedang mengganti sarung bantal menoleh. "Tur?"
"Catatan matematika."
"Kamu punya catatan matematika?"
"Punya teman."
Bu Yati melempar kain lap ke arahnya. Guntur menghindar sambil tertawa. Sumirah ikut tertawa lagi, lebih lepas daripada kemarin.
Kontrakan itu perlahan berubah. Lantai yang semula lengket sudah bersih. Kaleng beras memiliki gembok kecil. Obat Sumirah berjajar di dekat gelas, masing-masing ditempeli kertas waktu minum yang ditulis Bu Yati. Guntur memperbaiki engsel pintu dan memasang kait di jendela.
Tiga orang itu makan malam berdesakan di atas tikar.
Sumirah selalu mengambil bagian telur paling kecil. Bu Yati akan memindahkan potongan besar ke piring kakaknya. Sumirah memindahkannya ke piring Guntur. Guntur, tanpa bicara, memotongnya menjadi tiga.
"Ribut sekali cuma gara-gara telur," gerutunya.
"Kamu yang paling banyak bicara," kata Bu Yati.
"Aku cuma menyelamatkan keluarga dari perang."
Kata keluarga membuat tangan Sumirah berhenti di atas nasi.
Guntur tidak menyadarinya. Ia sedang bercerita tentang guru olahraga yang terpeleset saat mengejar murid bolos. Namun Bu Yati melihat mata kakaknya mengilap. Bertahun-tahun Sumirah tinggal bersama anak ka…
Dilahirkan Kembali: Nenek Tua Tak Kenal Takut
Episode 42
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 131 Episodes
Comments