Bab 25: Watini Keguguran
Bu Yati tidak menjawab pertanyaan Guntur malam itu.
Ia hanya menepuk punggung anak bungsunya pelan, lalu menyuruhnya menyalakan motor lagi. Ada beberapa rahasia yang kalau dibuka terlalu cepat, bukan membuat orang mengerti, melainkan membuat mereka takut. Guntur diam sepanjang jalan pulang. Sejak malam Bunga ditemukan, anak itu tidak lagi banyak membantah. Ia tetap bermulut tajam, tetapi matanya mulai sering memperhatikan hal-hal kecil yang dulu ia abaikan.
Seminggu kemudian, ketika luka di pelipis Bunga mulai mengering dan Joko masih bolak-balik mengurus pemeriksaan, rumah Keluarga Prawiro meledak dengan cara yang lain.
Anto sedang mencuci motor milik Pak Wiro di halaman belakang ketika Sumiyem berdiri di ambang pintu dapur sambil memegang buku catatan belanja.
"Mas Anto, gajimu bulan ini sudah masuk, kan?"
Air sabun menetes dari jari Anto. Ia menoleh pelan. Sejak pindah ke rumah mertuanya, ia jarang dipanggil "Mas" dengan nada hormat. Di rumah ini, panggilan itu lebih sering terdengar seperti orang memanggil tukang.
"Sudah, Bu."
"Transfer semua ke rekeningku. Kebutuhan rumah banyak. Kamu tinggal di sini, makan di sini, anakmu kami bantu urus. Jangan cuma numpang badan."
Anto menelan ludah. "Semua, Bu? Saya perlu pegang sedikit buat ongkos."
Sumiyem mendengus. "Ongkos apa? Kerja dijemput teman, pulang naik motor rumah. Rokok juga masih minta sama Pak'e. Laki-laki kalau tinggal di rumah mertua itu harus tahu diri."
Kalimat itu menampar lebih keras daripada air sabun yang masuk ke mata.
Dulu, ketika masih tinggal di rumah Pak Tono, Anto pernah mendengar Watini berkata hampir sama kepada Bu Yati. Ibu harus tahu diri, ikut anak jangan banyak mau. Ibu tinggal di rumah anak, makan dari uang anak. Saat itu Anto diam saja, bahkan merasa istrinya benar. Sekarang ucapan itu berputar, mencari pemilik baru, lalu menempel di dahinya.
Di dapur, Watini mendengar semuanya.
Perutnya yang mulai terlihat kecil itu terasa mengeras. Ia sedang memotong tempe, te…
Dilahirkan Kembali: Nenek Tua Tak Kenal Takut
Episode 25
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 131 Episodes
Comments