Bab 23: Bunga Hilang
"Nga ke mana, Mbah?"
Tidak ada orang dewasa yang berani langsung menjawab.
Bu Yati berjongkok di depan Melati. Anak itu memegang boneka kain Bunga begitu erat sampai jarinya memutih. Di wajah kecilnya ada kebingungan yang pelan-pelan berubah menjadi takut.
"Mel lihat Bunga terakhir di mana?" tanya Bu Yati, suaranya dibuat selembut mungkin.
Melati menunjuk ke arah gang depan. "Tadi main. Nga bilang mau lihat balon. Ada motor lewat. Mel jauh."
"Motor siapa?"
Melati menggeleng, matanya basah. "Mel nggak lihat. Cepat."
Joko muncul dari ujung gang seperti orang kehilangan napas. Baju kerjanya masih kotor oli, sandal sebelah hampir lepas. Ia sudah mencari ke warung, mushola, rumah tetangga, bahkan selokan kecil belakang rumah.
"Bu..." Suaranya pecah. "Bunga tidak ada."
Bu Yati berdiri. Dalam kepalanya, bayangan kehidupan lalu datang begitu tajam: Bunga ditemukan terlambat, mata kosong, suara patah-patah, Joko menggendongnya dengan wajah hancur. Kali ini waktu belum habis. Kali ini mereka harus bergerak sebelum malam menelan jejak.
"Jangan nangis dulu," kata Bu Yati.
Joko menatapnya, hampir marah. "Anak saya hilang, Bu."
"Justru karena itu kamu harus berdiri."
Kalimat itu keras, tetapi diperlukan. Joko menggigit bibir sampai wajahnya bergetar, lalu mengangguk.
Bu Yati mulai membagi tugas.
"Bu Sari, kumpulkan ibu-ibu. Kirim foto Bunga ke semua grup WhatsApp, tulis baju terakhir yang dipakai."
"Iya."
"Tari, bawa Mel masuk. Tanyakan pelan-pelan lagi, jangan dipaksa. Kalau dia ingat warna motor, helm, suara, apa saja, catat."
Tari mengangguk cepat.
"Tur!"
Guntur yang baru pulang dari membeli pulsa berlari. "Apa, Mak?"
"Kumpulkan teman-temanmu. Yang biasa nongkrong di warung, di warnet, dekat pasar malam, semua. Cari anak kecil perempuan pakai baju kuning motif bunga. Jangan sok jago. Kalau lihat sesuatu, telepon. Jangan kejar sendiri."
Guntur menelan ludah. Untuk pertama kalinya, ibunya memakai jaringan nakalnya sebagai senjata.
"Aku paham."
"Heru mana?" t…
Dilahirkan Kembali: Nenek Tua Tak Kenal Takut
Episode 23
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 131 Episodes
Comments
Dewiendahsetiowati
semoga bunga tidak terjadi apa2 sama bunga
2026-07-29
0