Bab 103 - Rumah yang Pecah
"Tidak ada yang mencuri hakmu," kata Guntur tanpa bangkit dari kursi. "Letakkan buku tabungan dan kartu itu di meja."
Lastri justru memasukkannya ke dalam tas.
Perempuan berkemeja putih di sampingnya mengangkat tangan. "Saya Diah, pendamping hukum yang diminta Bu Lastri. Saya perlu menjelaskan bahwa kehadiran saya bukan izin untuk mengambil atau menahan barang milik Pak Hartono."
Lastri menoleh tajam. "Katanya Ibu membela saya."
"Saya mendampingi agar hak Ibu tidak dilanggar. Saya tidak akan membenarkan tindakan yang tidak punya dasar."
Watini terkekeh keras. "Baru masuk sudah dimarahi orang sendiri."
"Diam kau!" Lastri menunjuk wajahnya. "Keluargamu paling rakus. Dulu uang paling sedikit saja masih ribut."
Anto berdiri. Kursinya menggesek lantai. "Jangan bawa istriku."
"Kenapa? Takut semua tahu kau datang paling cepat saat dengar ada harta?"
Suara mereka menembus jendela. Dua tetangga berhenti menyapu halaman. Pendamping harian segera meminta salah seorang memanggil Pak RT, sesuai rencana keamanan yang telah dibuat Guntur.
Parman menutup map dokumen dengan telapak tangan. "Bu Diah, kami akan bacakan keputusan di depan Ibu. Tolong koreksi kalau ada yang melanggar."
Lastri melangkah hendak meraih map. Wulan tidak berada di sana, tetapi map biru yang biasa ia pakai seolah mengajari Parman untuk selalu membuat salinan. Ia mengangkat bundel asli dan mendorong fotokopi ke tengah meja.
"Rumah ini diperoleh Pak Tono sebelum pernikahan dengan Bu Lastri," kata Parman. "Status dan dokumen harus diperiksa resmi. Kami tidak menyebutnya milik anak-anak, juga tidak otomatis menyebut separuh milik istri."
Bu Diah mengangguk. "Benar. Sumber, waktu perolehan, dan dokumen harus dilihat. Status istri tidak berarti setiap aset langsung boleh dikuasai sendiri."
"Tapi aku yang merawat suamiku!" seru Lastri.
Pendamping harian membuka buku catatan. "Selama tiga bulan terakhir, Ibu datang empat kali. Dua kali membawa makanan yang dilarang petugas kesehatan. Sekali…
Dilahirkan Kembali: Nenek Tua Tak Kenal Takut
Episode 103
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 131 Episodes
Comments