Bab 038: Menyelamatkan Ayu
Lastri belum sempat Bu Yati hadapi. Pak Suroso juga sudah memanggilnya ke ruang kantor, menanyakan kejadian mandor dengan suara tenang, lalu berkata bahwa pabrik butuh orang yang berani bicara tetapi harus siap membawa saksi.
Bu Yati pulang dari pabrik hari itu dengan satu pelajaran yang ia simpan baik-baik.
Mulut tajam harus ditemani bukti.
Maka saat Karsinah datang tiga hari kemudian dengan napas terengah di depan rumah, Bu Yati tidak hanya mengambil sandal.
Ia mengambil ponsel.
"Mereka datang, Bu," kata Karsinah. Wajahnya merah, rambut di balik kerudungnya berantakan. "Mbah Darmi bawa laki-laki itu. Ayu dikunci di kamar."
Bu Yati berdiri dari kursi. "Bu Sari!"
Bu Sari yang sedang menyiram tanaman di depan rumah langsung menoleh. "Ada apa?"
"Ikut. Kita butuh saksi."
"Ya Allah, Yati, saksi apa lagi?"
"Saksi orang tua menjual anak perempuan."
Karsinah menelan ludah. "Saya tadi dorong pintu, tapi Sarman menahan. Dia bilang ini urusan keluarga."
"Kalau keluarga melanggar anak, tetangga boleh tahu."
Mereka naik angkot sampai dekat rumah kontrakan lama keluarga Sarman. Sepanjang jalan, Karsinah tidak berhenti menggenggam ujung tasnya. Tangannya kasar, kuku-kukunya pendek, kulitnya pecah-pecah seperti perempuan yang terlalu lama mencuci dan bekerja tanpa pernah benar-benar duduk.
"Ayu takut pada neneknya," katanya pelan.
"Takut bukan tanda dia setuju."
"Saya dulu juga takut, Bu. Waktu anak pertama saya sakit, Mbah Darmi bilang jangan dibawa ke puskesmas, cuma masuk angin. Besoknya anak saya tidak bangun."
Bu Sari menutup mulut. "Astagfirullah."
Karsinah tidak menangis. Mungkin air matanya sudah habis untuk empat kuburan kecil.
"Saya tidak bisa buktikan apa-apa. Setiap kali saya bicara, orang bilang saya menantu kurang ajar."
Bu Yati menatap jalan lewat jendela angkot. Di dalam dadanya, marah naik perlahan, tidak meledak, tetapi makin padat. Ada jenis kejahatan yang selalu memakai wajah tua, suara adat, dan kalimat demi kebaikan keluarga. Justru…
Dilahirkan Kembali: Nenek Tua Tak Kenal Takut
Episode 38
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 131 Episodes
Comments