Bab.10

 Semua yang baris di antrian mendapatkan roti roti nya. Dan Lulu hanya memperbolehkan satu orang satu roti, sebab takut tak kebagian orang yang di belakang. yang sudah ikut mengantri, untuk mendapatkan roti miliknya. Kan kasihan sudah lelah mengantri eh malah tak dapat roti nya. mereka sempat protes, tapi akhirnya bisa dikendalikan.

 "Ini begitu luar biasa...

"Tak sia sia kita ikut mengantri sebab roti nya begitu enak."

 pekikan orang orang yang memuji roti itu membuat nya semakin penasaran.

Tuan putri amber keluar dari kereta kuda nya. dan berjalan menuju ke warung paman Roger. Para warga yang mengantri pun tak protes, sebab di jaman ini, orang yang lebih berkuasa lebih dihormati. Jadinya tuan putri itu melangkah dengan anggun nya.

"Salam untuk tuan putri amber rose." ucap paman Roger yang merasa tak enak sebab dari tadi seorang tuan putri kerajaan menunggu di antrian.

  "salam juga, paman. Aku ingin mengambil pesanan ku tadi." ucap nya dengan nada sopan.

 "Ha.. Sebentar, saya akan mengambil nya, kedalam."

 "Boleh saya yang mengambil nya paman?" ucap nya yang penasaran dengan gadis itu.

 "Ap_a... silahkan putri." ucap nya dengan nada kaku. Sebab baru pertama kali nya dalam hidup paman Roger, berinteraksi dengan seorang putri kerajaan yang katanya baik hati itu, dan ini semua berkat nona Lulu, baginya Lulu itu seperti Dewi yang mengubah hidup nya perlahan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

 Antrian juga sudah mulai tak sebanyak tadi, mereka memuji roti itu secara terang terangan. Lulu juga sudah mempromosikan toko roti yang sebentar lagi akan dia buka. Orang orang disana begitu antusias mendengar nya.

  paman Roger, melangkah ke arah Lulu dan istrinya yang sibuk menuangkan manisan ke dalam plastik, yang dibawa oleh Lulu dari jaman modern.

  "Dista... Nona Lulu, kita kedatangan tamu agung, putri amber. Ayok berikan salam." ucap paman Roger.

 Lulu yang kebingungan, pun tersenyum tipis, apakah dia harus membungkuk atau dia harus apa. Karena tak tau cara salam yang bener di jaman ini."

"Salam kepada tuan putri kerajaan Arce." ucap Dista dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.

 Lulu yang melihat itu, juga ikut memperagakan gerakan yang baru saja dlakukan oleh bibi Dista.

 "Salam...kepada tuan putri kerajaan Arce. Senang bisa melihat secara langsung anggota keluarga yang begitu dihormati disini, kami merasa tersanjung dengan kedatangan tuan putri." ucap Lulu dengan senyum manis memandang wajah tuan putri itu.

 "Wah... Kamu sangat luar biasa rupanya, roti buatan mu menggemparkan kerajaan Arce, bahkan mereka saja rela mengantri Berjam jam lamanya." puji amber yang begitu takjub dengan visual dari gadis yang unik dan cantik itu.

"Saya merasa beruntung, karena anda berkunjung. oh ya... apakah putri ingin mengambil pesanan." ucap Lulu dengan tatapan lembut nya.

"Iya.. Aku ingin mengambil pesanan yang sudah aku pesan kepada paman itu tadi."

"Wah... kebetulan, saya punya roti spesial untuk putri, tunggu sebentar."

 Lulu membawa roti coklat, yang berisi keju di atas nya. Hal itu membuat nya begitu Antusias, sebagai melihat penampilan roti itu terlihat sangat cantik dan unik.

 Lulu juga memberikan manisan paman Roger, serta ada roti yang sudah di kemas nya di sebuah Tote bag, sehingga memudahkan putri amber tak kesulitan membawa nya.

"Wah.... hum... Ini sungguh enak." pekik nya dengan semangat.

 "Ini... Roti terenak yang pernah saya makan. Sungguh manis, bercampur dengan asin menjadi satu."

"Apa nama putih putih ini_

 "Oh, iya nama saya Lulu nirwana putri." ucap nya yang dari tadi belum memperkenalkan dirinya.

"Apa nama yang putih putih ini Lulu?" tanyanya dengan wajah berbinar.

"itu adalah keju putri. terasa asin dan gurih saat di makan dan dicampur kedalam berbagai jenis olahan makanan."

"Keju?" ucap nya yang terlihat bingung.

 "Apa itu keju?"

"Keju itu olahan yang sudah difermentasikan dari susu sapi." ucap Lulu secara singkat.

"Wah.. Dimana kamu membeli nya, ini bener bener sungguh luar biasa." ucap nya yang menyukai keju.

"hmm... ini dari ngeri sebrang putri, kalau nanti putri menginginkan nya, saya akan datang lagi dan membawa nya." ucap nya berbohong, dan belum bisa memberitahukan identitas aslinya.

"Aku mau... Oh ya Nanti datang lah ke istana ya. aku mengundang mu untuk minum teh bersama." ucap putri amber begitu antusias.

 "Baiklah putri, saya menerima undangan anda dengan senang hati." ucap nya dengan wajah antusias. sebab ini kesempatan nya untuk melihat kondisi kerajaan Arce seperti apa.

Sedangkan paman roger dan istrinya hanya terdiam dan tak menganggu kedua gadis itu. Yang terlihat begitu akrab satu sama lainnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!